
Sudah berjam-jam semenjak Monster-Monster keluar dari Portal mereka keadaan 1 Negara kini benar-benar dibuat kacau parah yang sulit dijelaskan seperti apa gambarannya. Semua orang tak bisa untuk bersantai. Jelas sekali, kondisi seperti saat ini mana mungkin bisa tenang. Waktu sudah menunjukan bahwa hari telah sore.
Akan tetapi, banyak sekali asap-asap hitam terbang ke arah langit. Asap-asap itu berasal dari ledakan, serta kebakaran, dan itu membuat langit menjadi gelap hingga saat ini. kebakaran di hampir di setiap tempat. Entah mau gimana lagi dijelaskan, dalam 1 Negara benar-benar dalam keadaan kacau parah bukan main.
Semua Monster menyerang, mengamuk seenaknya. Mereka semua menyerang benda-benda mati, tumbuhan, hewan, dan manusia yang ada di depannya. Rumah-rumah, semua jenis bangunan yang ada berantakan tak karuan. Mungkin ada beberapa rumah yang dibiarkan, karena kosong tak ada penghuninya.
Entah mau di pusat kota, bagian barat, utama, timur, selatan, kota-kota kecil, mereka mengacaukan semuanya. Semua Hunter masih terus berusaha mengalahkan mereka dan melindungi orang-orang yang sedang mengungsi.
Semua orang terus berusaha sekuat mungkin untuk melarikan diri dan mencari tempat persembunyian yang aman. Mereka memliki tekad untuk tetap hidup. Hampir ada sebagian besar tujuan mereka adalah ke Negara tetangga.
Semua pihak tentara juga turun tangan. Mereka membunuh semua Monster semampu mereka. Pihak kepolisian juga ikut membantu mengarahkan semua warga yang ingin mengungsi ke Negara tetangga untuk tetap tertib agar tidak ada keributan antar sesama.
Karena ada sesekali ada keributan antar sesama orang yang ribut saat mengantri saling mendorong. Yah, itupun karena mereka tidak sabaran. Ada banyak sekali mayat-mayat Monster yang bergeletak dimana-mana. Tapi, di pihak Hunter juga ada yang gugur tak sedikit.
Kini hampir semua Hunter yang awalnya terobsesi akan kekuatan dan meningkatkan Rank-nya, kini telah berubah menjadi tekad untuk berusaha melindungi tanah kelahiran mereka, karena apa yang mereka lihat saat ini bagaikan kiamat.
Mungkin 1 Negara telah selesai, bisa saja semua Monster akan datang atau Bisa saja Portal-Portal bermunculan di Negara lain, atau ke Benua lain. Jika itu memang terjadi, mau tak mau, semua warga harus mengungsi lagi. Di samping itu Asosiasi Hunter dari Negara tetangga pun mengirim bantuan.
Mereka mengirim Hunter-Hunter, tak hanya itu, mereka juga mengirimkan senjata-senjata mereka. Mau bagaimana pun, masalah harus di atasi, dan semua Monster harus di bunuh. Karena mereka juga tak mau bila Negara mereka menjadi target selanjutnya nanti.
.....
Di sisi lain, terlihat seseorang berjalan keluar dari goa kediamannya. Hahn berjalan keluar setelaj merasakan energi Qi yang sangat tak asing baginya. Kesannya energi Qi ini memancingnya untuk datang. Hahn tersenyum menyeringai. Ia bergumam. "Energi ini."
__ADS_1
Wussss....!!
Tak berbasa-basi, Hahn langsung terbang dari tempatnya. Dia semakin bersemangat. Saking semangatnya, sesuatu berwarna keluar dan menyelimuti dirinya. Itu adalah energi di dalam tubuhnya. Dan itu membuat gerakan terbangnya semakin cepat.
"Aku datang padamu, Fang Lin..!!" ucapnya dengan lantang."
Hahn terbang dengan kecepatan hebat. Pandangannya fokus ke arah tujuannya. Ia tak peduli pemandangan yang ada dibawah yang penuh dengan kekacauan ulah Monster-Monsternya. Ia terus menampilkan senyuman seringainya.
Hahn benar-benar tak sabar ingin bertarung kembali dengan Fang Lin. Rasa hasrat bertarungnya benar-benar semakin menjadi. Bersamaan ia terbang, penampilan berubah. Kedua tanduk muncul di kanan kiri dahinya. Pancaran energinya yang keluar kini mulai menjadi merah kehitaman.
Tak lama kemudian, Hahn telah sampai di dekat pusat kota. Tanpa berhenti, ia terus terbang maju ke arah seseorang yang sudah menjadi target utamanya. Braakk...!! Hahn menghantamkan tubuhnya ke orang itu hingga membuatnya terjatuh dan dorong puluhan meter.
Posisi Hahn kini melayang beberapa meter di atas aspal. Ia menatap senang melihat sosok itu yang ia hantam kini sedang berdiri. "Aku tak menyangka kau datang, wahai mantan sahabatku, Fang Lin."
Di sisi Budi yang telah mengalah Wyvern beberapa menit kemudian, ia berlari ke arah Fang Lin. Akan tetapi, Fang Lin melambaikan tangannya, menandakan kalau Budi dilarang mendekat atau ikut campur. "Budi, ini urusanku. Bawalah ketiga orang bodoh itu ke tempat yang aman." ucap Fang Lin.
"Setelahnya, kamu habisilah Monster-Monster yang ada." tambahnya.
Budi pun menurut. Lalu Budi mengajak Henri yang sedari tadi diam di tempatnya untuk pergi. Dan juga dengan terpaksa ia membantu Julia membawa Albert yang tak masih tak sadarkan diri. Henri pun juga membantu.
Fang Lin kini sudah dihadapan Hahn beberapa meter. Hahn Tersenyum, lalu ia berkata. "Apa kamu terkejut dengan penampilanku ini. Meski begini pun, aku jauh lebih kuat darimu."
"Hahn, kenapa kau begini ? Tak seharusnya kamu bertindak jauh lagi." kata Fang Lin dengan menatap tak percaya kepada Hahn.
__ADS_1
"Itu bukan kata-kata yang ingin kudengar, Fang Lin. Seharusnya kau berkata padaku tentang dirimu sudah lebih kuat atau belum. Jika belum, kamu tidak layak berhadapan denganku." balas Hahn.
"Hahn, cukup. Aku tak ingin bertarung denganmu. Ayo kita pulang ke Dunia kita. Kau tau, orang-orang disana merindukanmu." jawab Fang Lin dengan tenang.
"Apa maksudmu. Kalau kamu sudah lebih kuat dariku, sehingga kamu menyuruhku untuk pulang ?" balas Hahn sambil tersenyum menyeringai, dan ia sedikit memiringkan kepalanya.
"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu ? Ini bukan dirimu yang sebenarnya. Aku hanya mengatakan...." ucap Fang Lin.
"Cukup...!! Aku tak mau mendengar ceramahmu yang tak ada artinya." ucap Hahn memotong ucapan mantan sahabatnya itu.
Tanpa aba-aba, Hahn langsung melesat cepatke arah Fang Lin. Ia mengepalkan tangan kanannya untuk memukul tergetnya. Di sisi Fang Lin, ia dengan cepat menyilangkan kedua lengan tangannya. BUGH...!!
Fang Lin berhasil menahan pukulan yang datang kepadanya. DUGH...!! Sebuah tendangan cepat datang ke arah perutnya. Fang Lin terpental ke arah langit. Dengan cepat Hahn terbanh untuk mendekatinya dan akan memberi serangannya lagi.
Hahn yany sudah siap akan memberikan pukulannya lagi, Fang Lin segera mengimbangi tubuhnya agar bisa terbang dengan tegak, dan ia langsung melancarkan pukulannya untuk menahan serangan Hahn. BUGH....!! DUAR...!!
Kedua pukulan yang saling mengantam dan itu membuat ledakan lalu disusul hebusan angin besar di sekitar mereka berdua. Hahn masih bisa melayang dengan tenang. Akan tetapi tidak untuk Fang Lin, dia malah terpental melayang mundur ke belakang.
Dengan segera, Fang Lin mengimbangi tubuhnya. Kini ia malayang terbang dengan tenang sambil memegang tangannya yang sedikit terasa sakit. Ia memandang Hahn yang berada 100 meter di depannya. Terlihat Hahn tersenyum menyeringai padanya.
Lalu ia bergumam. "Dia kuat sekali. Apa Kultivasinya berada di atasku ?"
______________________
__ADS_1
Jangan Lupa Like.