Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
saya bersedia bu


__ADS_3

Di waktu yang sama hanya tempat yang berbeda. tepatnya di rumah sakit swasta di kota B de depan ruangan unit gawat darurat regi ijin ke Rara untuk menghubungi istrinya di rumah karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada istrinya .


" Ra aku telepon istriku dulu ya, aku tinggal sebentar ..." setelah mengucapkan itu regi langsung berjalan menjauh sambil mengambil handphone di saku kemeja yang iya gunakan.


Menarik nafas hanya sekedar untuk menetralkan rasa gugup yang tiba tiba terasa di hati sebelum menghubungi kiran, setelah dirasa hatinya tenang regi pun mulai memencet nomer telepon Kiran..


📱" hallo yah... assalamualaikum..." ucap lirih pun terucap saat Kiran memencet tombol hijau di handphone nya


📱" waalaikum salam.. Bu sama anak anak lagi apa?? sudah makan malam... Bu..."ucapannya terputus karena ada keraguan saat ingin mengungkapkan apa yang sekarang ada dalam hati dan pikirannya


📱" Alhamdulillah yah baru beres makan "

__ADS_1


📱" Bu... ibu percaya kan sama ayah... " hening sesaat setelah ayah regi berbicara dan tak berselang lama ayah regi melanjutkan kalimatnya


📱" Bu percaya lah apapun yang ayah lakukan semata mata takdir yang telah Allah gariskan untuk kita, yakin lah semua nya yang terbaik " regi meyakinkan hatinya sembari melirik ke arah wanita yang terlihat begitu rapuh didepan ruang perawatan.


📱" iya yah insya Allah ibu percaya sama ayah.. walau pun ibu ngga tau apa yang mau ayah jelaskan tapi ibu mau tanya boleh.." meski ragu hati ini tapi iya yakin Allah akan selalu ada bersamanya dan akan menunjukan jalan yang terbaik untuk rumah tangga nya


📱" apa ayah sendiri yakin... ? ayah bahagia melakukannya..? insyaallah ibu ikhlas dan percaya apapun yang ayah lakukan.. " degg.. ada sebuah beban yang tiba tiba dirasakan hati regi setelah mendengar ucapan Kiran apa iya sanggup dan apa iya bisa mengemban tanggung jawab akan keputusan yang akan dia ambil. belum sempat iya menjawab pertanyaan yang di lontarkan Kiran, suara Kiran telah membuyarkan rangkaian kata yang sedang iya susun.


📱" ya sudah ya yah... ibu mau cek arasya dulu sedang apa dia.. assalamualaikum..." waalaikum sallam regi menjawab meski sambungan telepon telah terputus secara sepihak. dengan langkah gontai iya menghampiri tempat dimana Rara berdiri tapi Rara sudah tidak berada di tempat semula.


" Ra ada apa .." tanya regi meski iya yakin ada hal buruk yang terjadi pada ibunya Rara.

__ADS_1


" ibuku gi.. dokter sudah angkat tangan, dokter.... " tanpa sadar sudah ku tarik Rara ke pelukan ku aga dia bisa lebih tenang.


" nak regi.. " suara lemah ibunya Rara menyadarkan ku akan pelukan yang ku lakukan pada Rara.


" iya Bu.. "


" ibu titip Rara . jaga dan sayangi dia.. jika ibu boleh meminta.. jadikan Rara istrimu... ibu tau Rara masih begitu mencintaimu.. " suara ibu pun begitu lemah dan tersendat meski begitu masih jelas apa yang dia ucapkan


" mungkin ni permintaan egois seorang ibu yang hanya ingin anaknya bahagia tapi ibu harap kamu bisa mengabulkannya..."


Huhhhh.... helaan nafas regi terdengar jelas baik bagi ibu maupun Rara..

__ADS_1


" bismillah.... baik Bu regi bersedia menjadikan Rara istri regi.. berusaha menjaga dan membahagiakan nya ... ibu harus kuat ... ibu harus sehat agar bisa melihat Rara menikah dan bahagian


Tak terasa menetes sudah air mata Rara melihat keikhlasan regi menuruti keinginan ibunya


__ADS_2