
Ridho Allah terletak pada Ridho orang tua dan keberkahan akan kita dapat dari ridho orang tua terutama ibu...
Kiran mulai menyusuri pantai meski cuaca sangat terik tapi tidak menyusutkan semangatnya untuk menyusuri pantai... membiarkan air laut menyapu kakinya... samar samar kenangan tentang dirinya dan kedua orang tua nya dulu terlintas di benaknya...
Terkadang Kiran sangat lelah hidup tanpa ada tempat untuknya bersandar disaat dia lelah, di saat di rapuh, bahkan di saat dia membutuhkan dukungan.dirinya harus bisa sekokoh batu karang yang tidak akan mudah hancur meski di terjang ombak maupun badai.. iya harus kuat menahan derasnya arus laut karena dirinya hanya punya dirinya sendiri untuk melindungi anak anaknya.
Lelehan air mata tanpa rasa malu mulai mengalir tanpa bisa di bendung, menangis tanpa suara seperti yang biasa iya lakukan. iya tak ingin terlihat lemah oleh siapapun terlebih di depan anak anaknya.
Hakiki hanya memperhatikan Kiran seolah membiarkan Kiran mengeluarkan semua rasa yang selalu iya pendam demi untuk menguatkan anak anaknya dan meyakinkan anak anaknya... setelah di rasa cukup lama hakiki menghampiri Kiran dan menarik tangan Kiran agar menghadapnya tapi tarikan yang di lakukan hakiki membuat tubuh Kiran limbung karena ketidaksiapan kiran sehingga Kiran menabrak tubuh hakiki dan hakiki malah memeluk Kiran.
" bersandar lah padaku jika kamu lelah, ceritakan padaku apa yang kamu rasakan, jadikan aku orang yang bisa mengurangi beban yang selama ini kamu tanggung sendiri... Ingan... aku akan selalu bersamamu sampai mau..." belum selesai hakiki mengucapkan kalimatnya Kiran menempelkan jari telunjuk nya sembari menggelengkan kepalanya.
" jika ingin jadi sandaran ku kamu cukup berada di sampingku selamanya..." hakiki hanya mengangguk dan memeluk Kiran dengan erat dan diakhiri dengan kecupan lembut di kening Kiran. tanpa Kiran dan hakiki sadari ada sepasang mata yang melihat kebersamaan mereka dari jauh.
" cieeee....pacaran ni yeeee..." semua anak anak mereka memang dari tadi memperhatikan kedua orang tua mereka Sampai dirasa sudah tidak tahan ingin menggoda keduanya baru mereka bersuara.
kiran yang kaget langsung melepaskan pelukan hakiki dan menjauh jangan di tanya bagaimana wajahnya kini. bahkan tomat ceri aja kalah merahnya sama wajah Kiran yang malu.
hakiki langsung mengejar semua anak anaknya, mereka semua berlari menghindari kejaran hakiki sembari tertawa... kiran yang melihat itu semua membuat hatinya menghangat..
' ya Allah izinkan aku bisa merasakan kebahagiaan ini selamanya... bahagia kan selalu kami dalam ridho mu ya Allah...'
__ADS_1
Jika Kiran mulai merajut indahnya hidup bersama anak anaknya, lain halnya dengan regi yang baru mengetahui fakta sebenarnya bahwa dirinya telah di bohongi selama ini bahkan karena kesalahannya itu iya kini kehilangan keluarga kecilnya.
flashback on saat regi baru saja keluar dari ruang dokter "
" regi yang berjalan keluar ruang dokter langsung di kejar oleh Bu Desi dan ayu... mereka yakin regi tidak baik baik saja...
" gi tunggu ibu nak... " Bu Desi berusaha mengejar regi yang berjalan tergesa-gesa tapi sayang regi bahkan setelah berlari menuju basemen diman mobilnya terparkir. tanpa menunggu ibunya dan ayu, regi melajukan mobilnya memecah jalanan yang cukup padat bahkan sautan klakson dari orang orang yang mobilnya di salip, regi tidak membuat regi mengurangi kecepatan nya... regi melajukan mobilnya menuju tempat yang dirasa bisa memberikan ketenangan pada hatinya yang sedang kacau.
" heyyy kalo mau mati jangan di jalan... " teriak orang yang mobilnya regi salip, tapi regi seperti menulikan telinganya. sampai pada akhirnya regi tiba di pantai yang menurutnya lumayan sepi dan iya berharap bisa memberikan kedamaian pada hatinya.
Mungkin tuhan sedang ingin bermain dengan hatinya, dimana harapannya ingin menenangkan hatinya Tapi apa yang di lihatnya malah membuat hatinya bertambah hancur, Regi melihat Kiran yang tengah di peluk hakiki dan diakhiri kecupan lembut di kening Kiran.
' maafkan aku Kiran.. andai aku tidak melakukan kesalahan itu mungkin aku masih ada di posisi itu, kini tuhan sedang menghukum ku dengan mengambil semua yang aku punya...maafkan aku Kiran...'
flashback off
regi melajukan mobilnya menuju rumah berharap di rumah itu dia menemukan ketenangan seperti saat rumah kitu masih di tinggali keluarga kecilnya. Regi langsung masuk ke rumahnya dimana pintunya sudah dibuka oleh Bu Desi
" gi kamu dari mana nak...??? kamu baik baik saja kan...???" belum selesai Bu Desi menanyai anaknya,
Rara yang baru saja keluar dari kamar yang dua hari ini iya tempati, dengan tas besar di tangan nya seperti saat dua hari lalu iya datang. ya saat Rara datang di rumah regi hanya ada Bu Desi dan ayu, Bu Desi bahkan tidak menggubris kehadiran Rara seolah Rara tidak ada di sana.
__ADS_1
" mas... boleh aku bicara berdua... aku hanya ingin menjelaskan sesuatu..." sungguh Rara seperti tidak memiliki kekuatan dan keberanian bahkan hanya untuk menatap regi.
Regi tidak menjawab apapun tapi Regi memilih duduk di kursi sofa yang ada di dekatnya. Tanpa di duga Rara berlutut di hadapan regi sembari memegang kaki regi.
Terkadang marahnya orang yang jarang marah lebih menakutkan dari pada orang yang sering marah, sungguh Rara sangat takut pada regi saat ini karena diamnya regi lebih menakutkan dari pada saat regi membentaknya.
" mas aku minta maaf.. sungguh aku tidak bermaksud membohongimu atau menipu mu mas... aku benar benar mencintaimu mas..
sungguh... " regi hanya menatap Rara seolah mencari kebenaran dari matanya.
" mas aku tau aku salah... bahkan anak ini juga sebuah kesalahan yang aku lakukan dengan sengaja. tadinya aku akan mengikuti permintaan Dwi untuk menggu gurkan nya tapi saat aku tau kamu ada di kota yang sama dan di kantor yang sama denganku, tiba tiba saja terlintas dalam benak ku jika kamu menikahi ku saat itu juga maka mungkin kamu tidak akan menyadari bahwa anak ini bukan darah daging mu..."isakan Rara semakin terdengar jelas oleh regi namun regi hanya diam tanpa ada niatan menyuruh Rara duduk di sofa
" tadinya aku hanya tidak ingin melakukan kesalahan dua kali dan tetap melanjutkan kehamilan ini... tapi salahnya aku tidak jujur padamu... aku hanya takut jika kamu mengetahui semuanya kamu tidak mau membantumu " Rara terus saja menghapus air mata yang menganak sungai di pipinya.
" soal ibu yang ingin bertemu dan meminta maaf padamu... itu benar benar keinginan ibu..ibu hanya ingin aku dan anakku nanti memiliki seseorang yang bisa melindungi kami dan menjaga kami, apa itu salah...?? di saat ayahnya saja tidak menginginkan nya dan malah menyuruh membunuhnya bahkan sebelum dirinya lahir.."
" aku akui aku memang egois yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan Kiran dan anak anak mu selama ini, tapi aku hanya ingin saat anak ini lahir dia memiliki keluarga dan dilahirkan dengan status yang jelas ..," air mata Rara menetes tanpa henti.
✍️✍️✍️😭😭😭😭 ingat tidak ada seorang wanita yang ingin menjadi perebut kebahagiaan wanita lain. tapi mungkin jalan takdir yang membawanya pada fase itu. akan ada alasan dari setiap tindakan tinggal bagaimana kita menilai alasannya itu sendiri karena sejatinya tidak ada seorang pun yang ingin menjadi yang ke dua...
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi...
love you moreeeee 😍😍🌹