
Bonus malam Mingguπππ
Seorang ibu hanya ingin yang terbaik untuk anak anaknya dan itu juga yang di lakukan Kiran. setelah mendengar ungkapan hati Raka yang merindukan ayahnya membuat Kiran merubah keputusan nya, iya akan kembali tapi Kiran bingung kembali ke rumah atau mencari tempat tinggal baru untuk mereka.
" teh Kiran besok pulang ke kota A ya... maaf kalo udah ngerepotin teteh sama AA selama kami di sini..."
" iya kamu hati hati di kota jaga kesehatan klo ada apa apa kabarin teteh ya.. kamu pulang sama haki??? " Kiran hanya menganggukkan wajahnya...
" ya sudah kamu istirahat .. biar besok pagi pas mau pulang badannya dah enakan.."
Kiran hanya menganggukkan wajahnya dan melangkahkan menuju kamar Raka Randi hakiki sekalian memberitahu bahwa mereka akan pulang besok bareng hakiki.
Hakiki yang mendengar langsung menghampiri kiran yang hanya berdiri di depan pintu kamar tanpa ada niatan masuk ke dalam walaupun ada Raka dan Randi.
" kamu serius.." tanpa sadar hakiki malah memeluk Kiran saking bahagianya.sontak Kiran langsung mendorong tubuh hakiki yang sempat memeluk nya.
" maaf aku terlalu bahagia kamu mau pulang..." setelah mengatakan itu semua Kiran kembali ke kamarnya.
' ya Allah semoga ini yang terbaik... ya Allah izinkan aku untuk sembuh... agar aku bisa menjaga anak anakku sepanjang hayat ku...'
mentari pagi menyinari kaki gunung Ciremai menghangatkan suhu yang dingin. di rumah wa mika sudah sangat sibuk dengan sarapan sebelum hakiki Kiran dan anak anaknya bersiap berangkat kembali ke kota A.
' teh kami semua pamit... maaf merepotkan... ," Kiran memeluk Kaka sepupu jauh yang sangat baik yang mau menerima Kiran dan anak anaknya.
" iya hati hati di jalan.. jaga kesehatan ok... kalo ada apa apa jangan sungkan hubungi teteh."
" iya teh.." hakiki hanya mendengarkan setelah nya dia yang pamit pada wa mika dan wa Wili..
__ADS_1
mereka menaiki mobil hakiki dimana Raka Randi dan Ara duduk di kursi penumpang belakang sedangkan Kiran duduk Ki kursi depan samping hakiki yang mengendarai mobilnya. Kiran melambaikan tangannya sebagai salam pamit pada Kaka sepupu nya.
Di perjalanan hanya ada suara Raka Randi dan Ara Sampai sudah setengah perjalanan anak anak Kiran pun tertidur.
" Ki kamu mau pulang ke rumah regi atau nyari rumah yang lain???"
" mungkin ke rumah dulu sekalian mengobati rasa rindu anak-anak pada ayahnya.."
deggg... apa kiran mendengar apa yang Raka rasakan??tapi hakiki tidak mau terlalu ikut campur yang iya prioritas kan adalah penyakitnya Kiran yang harus segera di tangani...
Tanpa terasa mobil hakiki telah sampai di depan rumah Kiran dan regi disana juga terparkir mobil regi dan Kiran menebak jika regi ada di rumah ya bersama Bu Desi.
Kiran turun dari mobil tapi menyuruh anak anaknya untuk tetap ada di mobil karena Kiran ingin berbicara dulu berdua dengan regi. dengan penuh keyakinan Kiran memasuki rumah yang selama lima belas tahun iya tempati bersama regi dan anak anaknya, karena pintu depan tidak terkunci Kiran pun masuk ke rumah menuju ruang keluarga namun apa yang dilihatnya malah membuat hatinya terkoyak.
Bagaimana tidak hatinya baik baik saja ... baru saja Kiran meninggalkan rumah ini regi sudah membawa wanita itu ke rumah ini.
Setelah meyakinkan hati nya Kiran pun menyadarkan dua orang yang sedang bercumbu eh bukan wanita itu yang berusaha mencumbu regi.
" waalaikum sallam... Bu.. kamu udah pulang... " raut wajah regi sungguh membuat Rara jengkel.
" yah maaf ganggu... bisa bicara sebentar...??" Kiran berusaha menahan rasa sakit dihatinya dengan tidak meneteskan air mata terlebih di hadapan Rara.
" bukannya kamu udah pergi ya, ngapain balik lagi kesini, apa sayang sama rumah dan harta suami.?? Rara yang merasa Kiran akan kembali dan merebut regi lagi membuat iya lepas kontrol.
" Ra...!!!" regi membentak Rara di hadapan kiran.
" udah yah biarin aja ... bisa bicara berdua..??"
__ADS_1
Kiran tetap pada tujuan awalnya membicarakan masalah anak anaknya.
" kalo mau ngomong disini aja ... kenapa harus berduaan segala sih...??? regi yang sudah muak dengan tingkah laku Rara memaksa berdiri dan meraih tangan Kiran menuju kamarnya.
Kiran hanya mengikut saat regi menariknya ke kamar yang biasa mereka tempati.. namun belum sampai di depan pintu ucapan Rara malam membuat ya mematung.
" mas kata kamu itu udah jadi kamar aku..." regi membulatkan matanya bagaimana bisa Rara berbicara seperti itu padahal jelas jelas mereka juga baru saja sampai di rumah lima menit sebelum Kiran datang.
Kiran yang sudah tidak tahan akhirnya menghempaskan genggaman tangan regi dan mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin iya ucapkan..
" tadinya aku sempat berpikir ingin memperbaiki semuanya berharap kamu merasa kehilangan aku dan anak anak saat kami pergi namun aku salah... aku dan anak anak tidak se berharga itu di kehidupan mu.. hanya butuh waktu empat hari kamu sudah bisa membawa wanita ini kerumah kita... oh maaf ke rumah mu... ternyata aku salah yah... maaf sudah mengganggu kalian.. mungkin tidak akan lama lagi aku akan mengirim surat gugatan untuk mu... agar kamu bisa menikahinya secara resmi.. dan semoga kamu tidak menyesali keputusan yang kamu pilih... assalamualaikum.." Kiran langsung berlalu tanpa sekalipun melihat regi lagi. langkah nya sungguh sangat tenang karen kini keputusan nya sudah bulat mungkin memang ini yang terbaik untuk semuanya.
sesampainya di mobil hakiki Raka Randi dan Ara bersiap untuk turun namun tertahan karena Kiran dengan lantang menyuruh hakiki untuk pergi..
" Haki ayo jalan ... mungkin malam ini kami menginap di rumah mu besok aku baru nyari rumah untuk aku dan anak anak tinggali..." hakiki yakin bahwa di dalam telah terjadi sesuatu yang membuat Kiran berubah seperti sedang memendam sesuatu.
hakiki hanya mengikuti keinginan Kiran, dia melajukan mobilnya menuju rumah nya. tak lama mobil hakiki pun sudah sampai di rumahnya. mempersilahkan Kiran dan anak anaknya untuk masuk dan mengambil minuman dingin yang selalu tersedia di lemari pendingin.
" Raka Randi kalian tidur di kamar yang pernah kalian tempati ok.. Kiran dan Ara tidur di kamar om.." sontak Kiran menyemburkan minuman yang baru saja hendak Melawati tenggorokan nya.
" maaf maaf kamu tenang Ki, kamu dan Ara tidur di kamar ku, aku bisa tidur di sofa.. besok baru aku cari apartemen untukku.."
" kok jadi kamu yang keluar dari rumah..???" Kiran tidak setuju dengan usulan hakiki karena bagaimana pun hakiki bukan siapa siapanya.....
" aku ngga terima penolakan..."
βοΈβοΈβοΈwihhh belom apa apa sudah mendominasi... kira kira akan seperti apa akhir rumah tangga Kiran dan regi. katanya regi cinta sama Kiran tapi di sosor Rara mau aja... dasar ngga konsisten nih regi...
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
love you moreeeee πππΉ