Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Ikhlasnya Kiran..


__ADS_3

Sepahit apapun kejujuran jauh lebih baik dari pada semanis manisnya kebohongan, itu juga yang di pegang teguh oleh Kiran tapi Kiran lupa bahwa iya sendiri pun harus siap dan kuat jika kebenaran itu mengoyak hatinya. kalian pernah dengar istilah bahwa " TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR " jadi jika tuhan memberikan ujian padamu, tuhan mu yakin bahwa kamu mampu melewatinya tinggal bagaimana kita menghadapi dan mengatasi nya karena tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatnya.


Tiba tiba mata Kiran terbuka dan itu membuat regi kaget karena regi berfikir Kiran sudah tertidur saat iya mulai bercerita.


" apa sekarang kamu bahagia telah menikahinya..??" apa kamu masih mencintainya sampai saat ini..? Kiran berbicara dengan sangat tenang bahkan air mata nya pun tidak menetes di pipinya. tapi regi hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Kiran dan Kiran dapat menyimpulkan jawaban nya dengan kebungkaman regi.


" baik lah... aku ikhlas... " tanpa menunggu jawaban dari regi Kiran menutup kembali matanya seolah iya tertidur, karena iya hanya butuh waktu untuk menenangkan diri dengan kenyataan bahwa suami yang iya dampingi selama 15 tahun pernikahan ternyata mencintai perempuan lain l, perempuan yang Kiran pun tau di malam pernikahan mereka kalo regi masih mencintai mantan pacarnya yang kini jadi madu dalam rumah tanggaku.


Regi hanya bisa memeluk Kiran seolah pelukannya bisa mengurangi rasa sakit yang Kiran rasakan. dan tak berapa lama regi pun tertidur sembari memeluk Kiran

__ADS_1


Hari masih sangat pagi saat regi terbangun dari tidurnya karena panggilan alam tapi tidak menemukan Kiran di samping nya. setelah regi melakukan hajatnya iya mencari keberadaan Kiran dan ternyata Kiran berada di kamar Ara, dua wanita yang mempunyai tempat tersendiri di hati nya saling berpelukan. dan regi melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ada perasaan bersalah yang iya rasakan akan keputusan yang iya ambil tanpa mendistribusikan nya terlebih dahulu dengan Kiran


" Bu... bangun... udah siang... Ara hari ini boleh sekolah " ya Ara berusaha membangunkan Kiran yang bangun kesiangan dan saat Kiran membuka mata jarum jam di nakas menunjukan pukul enam pagi.


" ya Allah sayang... maaf ibu bangunnya kesiangan ... sebentar ibu mandi dulu abis itu ibu buatkan sarapan ya... Ara juga mandi ya..." setelah menjelaskan panjang lebar Kiran berlalu ke kamarnya untuk mandi sholat dan bersiap untuk membuat sarapan tapi sebelum iya menuju ke dapur Kiran pun membangunkan regi dilanjutkan ke kamar Raka dan Randi.. seolah semuanya baik baik saja seperti tak pernah ada yang terjadi malam tadi.


2 bulan telah berlalu dan seperti janji awal regi pad Rara setiap Sabtu Minggu regi akan berada di kota B dengan berbagai alasan regi meminta izin pada anaknya sedangkan Kiran hanya diam melihat apa yang regi lakukan.


Raka yang semakin penasaran dengan kelakuan yang di lakukan ayahnya yang sering keluar kota pun berniat mengikutinya dan iya mencoba meminta bantuan pada om hakiki karena hanya om hakiki yang iya percaya.

__ADS_1


Seperti sebelumnya setiap Jumat sore setelah pulang dari kantor regi langsung melajukan mobilnya menuju ke kota B untuk menuju ke rumah Rara karena Rara sejak tadi pagi terus menyuruhnya segera datang ke rumahnya karena ada kejutan yang ingin rara beritahukan secara langsung.


Jika biasa nya regi hanya membutuhkan waktu dua jam untuk sampai di rumah Rara kini iya harus menempuh dengan waktu yang lebih lama karena kemacetan akibat kecelakaan jalan raya.


" sayang.... " Rara yang sedari tadi sudah menunggu regi di teras rumah langsung berhambur memeluk regi...


" sayang ... kenapa nunggu di luar ini kan udah malam..." ucap regi sembari menyambut pelukan Rara.


" ayah ...!!!!! " bentak seseorang dari belakang regi ..

__ADS_1


✍️✍️✍️ nah lo siapa tu....🤔🤔🤔 pantengin terus ya jangan lupa like dan tinggalkan jejak serta pencet tombol favorit biar tau update cerita Regi Kiran Rara dan hakiki ya...


__ADS_2