
Hidup itu tidak seperti kita sedang mewarnai sebuah gambar kita bisa menempatkan warna sesuai dengan yang kita ingin dan kita mau dan membuatnya seindah mungkin... hidup ini sebuah perjalanan dimana terkadang ada jalan yang lurus, tikungan tajam, jalan yang menanjak terjal atau turunan yang tajam dan berbelok. tapi tetap lah percaya akan ada keindahan dan kebahagiaan yang akan kita dapat.
hakiki yang baru saja selesai kerja kini bersiap ke kota B dimana rumah mantan istrinya berada, perjalanan sore menjelang malam memang sangat melelahkan Karena pada jam jam seperti itu jam nya semua pekerja pulang menuju rumah mereka masing masing. hakiki baru saja tiba di rumah Sasa pada pukul delapan malam dimana anak anaknya sudah menunggu di teras rumah Sasa, mungkin Sasa yang memberitahukan bahwa ayahnya akan datang.
" Hay sayang... assalamualaikum..."
" waalaikum sallam ayah..." Aya dan Caca mencium tangan hakiki dan memeluk ayahnya secara bergantian.
" kalian nungguin ayah..?? dari tadi di luar..?? kenapa ngga di dalam aja..."
" Caca kangen sama ayah... jadi Aya ajak Caca nunggu ayah di luar .." hakiki bingung kenapa anaknya terlihat sedih.
" kenapa Caca... dimana ibu kalian..??"
" ibu pergi sama om Wili ( kalian Ingan Wili yang ini buka Wili Kaka sepupu Kiran ya.. ini Wili mantan suami Rara..)
" ok .. Aya Caca kalian tau ibu Sasa sama om Wili mau nikah?? " Aya dan Caca hanya mengangguk membenarkan ucapan ayahnya.
" dan mungkin ibu akan pindah ke rumah om Wili... jadi gimana kalo kalian tinggal sama ayah .. jadi kita bisa sama sama terus..." hakiki berusaha membujuk anaknya dan hakiki yakin Sasa sengaja meninggalkan anak anaknya agar iya tidak sedih melihat anaknya pergi dengan hakiki.
" tapi kalo kami ikut ayah sekarang ibu nanti nyariin kita... " jawab Aya walau pun sebenarnya berat untuk jauh dari ibunya.
"nanti ayah telepon ibu Sasa minta izin ok.. kalo soal sekolah nanti ayah urus biar Aya pindah sekolah di sekolah Randi..."
" Randi siapa yah ..?" Aya yang memang belum tau jika ayah ya Juga ada niatan nikah lagi.
" Randi itu anak temen ayah... ya udah ayo kita siap siap.. kita beresin baju kalian ok.. ada nenek ngga di dalam... ??" hakiki mungkin akan menjelaskan pelan pelan pada anaknya nanti saat ketemu Kiran dan anak anaknya.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke rumah Sasa menuju kamar Aya dan Caca mengemasi pakaian mereka serta buku pelajaran dan alat sekolah Aya. setelah dirasa sudah semua nya di bawa hakiki menggandeng tangan Caca dan berpamitan pada ibunya Sasa yang memang kurang menyukai hakiki.
perjalanan dari rumah Sasa ke kota A tepatnya rumah hakiki terasa sangat sepi.. Aya dan Caca memilih tidur dalam perjalanan hingga mobil yang membawa mereka pun telah sampai di rumah hakiki. hakiki membangunkan Aya setelah membuka untuk rumah nya sedangkan hakiki menggendong Caca putri kecilnya.
mereka memasuki rumah hakiki Aya dan Caca tidur di kamar tamu, setelah memastikan anak anaknya tertidur iya mengirim pesan pada Sasa
📱" sa.. anak anak sudah aku bawa... tolong kamu urus surat pindah Aya nanti kalo sudah selesai kabarin nanti aku ambil.."
📱" ya... sungguh mas... sebenarnya aku juga ngga mau jauh dari anak anak tapi ya sudah lah mungkin ini yang terbaik."
📱" ya aku mengerti... berbahagialah...
setelah menyimpan handphone nya hakiki merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena rasa lelah dan kantuk yang mulai menyerang nya.
pagi hari di kontrakan Kiran seperti pagi hari yang sama Raka Randi dan Ara semuanya sedang sarapan dengan ditambah bumbu pertengkaran antara Ara dan Randi sedang Raka lebih banyak diam. sampai ada yang mengetuk pintu kontrakan Kiran.
" assalamualaikum... " suara itu adalah suara yang sudah tiga bulan lebih tidak Kiran dengar.. dengan jantung yang tiba tiba berdetak lebih cepat karena hakiki benar benar menjaga jarak sesuai dengan permintaan nya.
" waalaikum sallam.. " Kiran membuka pintu karena iya yakin orang yang bertamu pagi pagi adalah orang yang dia kenal. tapi Kiran bingung karena hakiki tidak datang sendiri tapi dengan dua anak perempuan yang sangat cantik..
" halo Kiran ... apa kabar.. " sungguh hakiki gugup melihat wajah kiran yang tiga bulan ini tidak dia lihat.... ingin rasanya hakiki langsung memeluk Kiran tapi iya tau batasannya dan Kiran bukan wanita yang mudah di peluk sana peluk sini..
" kabarku baik.... ayo masuk... ayo anak cantik masuk ke rumah Tante..." kiran menggandeng anak hakiki yang paling kecil. hakiki dan anak anak nya duduk di karpet yang memang biasa di bentangkan di ruang tamu.
" kiran kenalkan yang ini Aya anak pertama ku mungkin usianya seumuran sama Randi dia kelas tiga juga dan rencananya aku mau masukan dia di sekolah Randi.."
" dan ini anak kedua ku namanya Caca... mungkin seumuran sama Ara .. mereka sekarang tinggal sama aku.. ibu mereka mau nikah lagi jadi anak-anak ikut aku sekarang.."
__ADS_1
" hai... cantik kenalkan Tante namanya Kiran... kalo kalian mau panggil bu kiran juga boleh biar sama sama anak anak Tante yang lain.. sebentar ya Tante panggil anak anak Tante dulu " kiran pun masuk ke ruang yang biasa mereka gunakan untuk makan dan nonton televisi.
" Raka Randi Ara... ayo ke depan, di depan ada om hakiki sama anak anaknya.." mereka semua pun ke ruang tamu untuk bertemu dengan om hakiki dan anak anaknya.
" om..." semua anak anak Kiran menyalami hakiki dan anak anaknya.
" Raka Randi Ara.. kenalkan ini anak anak om Aya dan caca " ucap hakiki sembari mengenalkan anak anaknya sedang menunjuk satu per satu.
" kalian udah sarapan??... ayo kita sarapan dulu... pasti ayah kalian ngga masak kan?? usai mendengar ucapan ibunya, Ara langsung menggandeng Aya dan Caca seolah Ara mendapat Teman baru.. sedang yang lain hanya mengikuti Ara dari belakang.
Sambil berjalan Kiran dan hakiki yang berdekatan, hakiki sedikit berbisik pada Kiran... " maaf ya aku sama anak anak ikut sarapan di sini... mereka terbiasa sarapan rumahan karena yang ku ingat hanya kamu jadi ya udah aku ajak ke sini..." sebenarnya Kiran bingung dari mana hakiki tau rumahnya tapi ya sudah lah nanti saja setelah sarapan baru di tanyakan lagi
Untung hari ini Kiran memasak lumayan banyak entah memang sudah rezeki hakiki dan anak anaknya bisa makan masakan Kiran yang memang selalu enak... Raka Randi dan Ara yang memang hari ini sekolah pun sudah siap berangkat ke sekolah masing masing. dan karena rumah kontrakan yang ada diantara dua sekolah Raka dan Randi jadi mereka bisa berangkat sendiri tanpa diantar.. sedangkan Ara baru di antar dan di jemput Kiran.
" Ki makasih sarapannya aku pulang dulu sudah waktunya masuk kantor..
ayo aya .. Caca.. ' hakiki memanggil anak anaknya yang sedang memperhatikan orang orang yang baru mereka temui..
" yah boleh Aya dan Ara di sini sama Bu Kiran...??"
✍️✍️✍️ Aya sama Caca anak pinter tau aja niat terselubung ayah hakiki buat deketin kalian....
buat yang masih setia sama cerita ku terimakasih banyak semoga kalian semua diberikan kesehatan keselamatan dan kebahagiaan..aamiin...
kawal terus Kiran hakiki regi dan Rara biar tau kemana arah hubungan mereka bermuara...
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
love you moreeeee 😍😍🌹