Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Ayah haki !!!


__ADS_3

Melahirkan itu kodrat seorang wanita, nikmatnya tidak akan bisa kita gambarkan begitu pun sakitnya, tapi kadang sang bayi suka membuat kita panik padahal hanya simulasi sebelum benar benar terjadi. seperti itu juga yang di rasakan Rara..


Regi yang membawa Rara menuju rumah sakit karena kata ibunya Rara seperti akan melahirkan, bahkan ayu juga menghubungi Dwi ayah biologis dari anaknya Rara. Rara langsung mendapatkan penanganan oleh dokter kandungan yang sedang berjaga.


Tak lama dokter kandungan yang memeriksa Rara pun keluar dari ruang tindakan.


" keluarga nyonya Rara.." regi dan Bu Desi serta ayu mendekati dokter


" bagaimana kondisi Rara dok...??" ucap Bu Desi mewakili regi


" ibu siapanya nyonya Rara...???"


" saya ibunya dok... " mau tidak mau Bu Desi mengakui Rara sebagai anak nya agar dokter segera memberitahu keadaan Rara.


" Alhamdulillah nyonya Rara hanya mengalami kontraksi palsu.. dan untuk janinnya Alhamdulillah baik baik saja... nyonya Rara juga sudah mulai tenang..." regi yang mengetahui Rara hany kontraksi palsu langsung berlalu meninggalkan Bu Desi dan ayu, sampai di koridor rumah sakit regi bertemu dengan Dwi yang sedang berjalan tergesa-gesa. bahkan reaksi Dwi pada regi tidak terbaca oleh regi


" apa yang kamu lakukan pada rara dan anaknya hah.." ucap Dwi sambil memegang kerah baju regi. regi hanya tersenyum sinis sembari mencengkram pergelangan tangan Dwi berusaha membuka genggaman tangan Dwi pad kerah bajunya dan itu berhasil.


" aku tidak melakukan apapun... bahkan menyentuh pun tidak .. kecuali saat aku menggendong saat akan di bawa ke sini.." Dwi yang mendengar penjelasan regi langsung berlalu meninggalkan regi menuju ruang penanganan Rara.


" Ra... kamu ngga papa..." Dwi yang baru saja sampai di ranjang Rara langsung menanyakan kondisi Rara sembari menggenggam tangan rara.


" hanya kontraksi palsu... Alhamdulillah dedenya sehat .. "


" maaf aku mempertahankan anak ini ... tapi kamu tenang saja aku akan merawat dan menjaganya dengan baik.... aku juga akan menjadi ibu dan ayah untuknya... jadi kamu tenang saja... berbahagialah dengan istrimu ... jangan buat iya kecewa atau kamu juga akan menyesal seperti regi..." air mata Rara luruh tidak terbendung kala tidak ada yang menginginkan kehadirannya dan anaknya .


" Ra... kamu jangan seperti itu... itu ngga baik untuk kandungan mu Ra... " Dwi tau Rara hanya sedang rapuh...


" Ra.. " ibu sama ayu pulang dulu ya .. kamu kan sudah ada Dwi..." Bu Desi pamit karena Rara yang sudah ada Dwi yang menjaganya.

__ADS_1


Rara dan Dwi hany mengangguk membiarkan Bu Desi dan ayu pulang. Bu Desi mencoba menelpon regi menanyakan keberadaan berharap regi masih menunggu mereka di tempat parkir. dan benar saja regi sedang berada di sana dengan sebatang rokok di antara sela sela jarinya..


" gi... sejak kapan kamu jadi perokok gi ???" regi hanya mengangkat bahunya, tanpa banyak bertanya regi membuang rokok nya yang hanya baru beberapa kali dia hisap. memasuki mobilnya di ikuti Bu Desi dan ayu.


" gi apa kamu serius dengan keputusan mu tentang Rara... ??"


" bukan ibu tidak setuju tapi kamu harus melakukan itu dengan penuh kesadaran tanpa emosi " Bu Desi mencoba mengingatkan regi jika apapun yang di ambil dalam keadaan emosi terkadang berakhir penyesalan.


" insyaallah Bu regi yakin, regi kan menikahi Rara juga kan masih nikah siri jadi tidak ada yang harus regi urus.. bahkan ibu sudah menjadi saksi ucapan talak regi untuk Rara.." tak terasa mobil yang membawa regi Bu Desi dan ayu pun sudah sampai di depan rumah.


Dua bulan berlalu begitu cepat bahkan masa Iddah Kiran pun tinggal menghitung hari, dan hubungan Kiran hakiki dan anak anak mereka semakin dekat tapi regi juga kembali berusaha mendekati Kiran berharap sebelum masa Iddah Kiran habis Kiran mau kembali padanya.


regi berusaha mendekati Kiran melalui anak anaknya berharap dengan bantuan anaknya dirinya bisa kembali pada Kiran, seperti saat ini regi menjemput Raka di sekolah nya setelah memberitahu Kiran bahwa dia yang akan menjemput Raka.


" ka... tolong bantu ayah agar bisa kembali pada ibumu ya... ayah yakin kalo Raka yang meminta ibu pasti akan mengikuti apa yang kalian mau " Raka menatap ayahnya sejenak kemudian Raka memberikan jawaban atas keinginan ayahnya.


yang mau berusaha mendapatkan yang dia inginkan tanpa memanfaatkan seseorang untuk menekan orang lain.." regi sampai melebarkan matanya mendengar penuturan Raka yang menurutnya pemikiran Raka terlalu dewasa .


" sekarang ayah tanya sama Raka ... apa Raka tidak ingin kita kembali seperti keluarga hanya ada ayah ibu Raka Randi dan Ara..." regi masih saja berusaha membuat Raka mendukungnya


" Raka hanya ingin ibu bahagia..." karena merasa sudah selesai raka turun dari mobil regi yang memang masih terparkir di depan sekolah nya.raka memilih berjalan menuju rumahnya tapi di jalan iya bertemu Aya yang juga sekolah di tempat Randi tapi belum di jemput om hakiki.


" Aya .. kamu belum di jemput.. " Raka heran karena Aya masih berada di depan sekolahnya.


" iya kak.. ayah kayaknya lagi sibuk... " ucap Aya sembari mengerucutkan bibirnya.


" ih jelek tau kayak gitu... ya udah pulang ke rumah ku aja yu... ibu pasti seneng kamu Dateng.." aya hanya mengangguk dan mengikuti Raka menuju rumah Kiran.


" ya Caca sama siapa di rumah... ?? Raka memang sudah menganggap Aya dan Caca Sam seperti Randi dan Ara tanpa membedakan perhatian dan kasih sayang.

__ADS_1


" kadang kalo ngga di rumah Bu Kiran ya di rumah di temenin bibi... sebenarnya Aya sama Caca lebih seneng di rumah kakak sama Bu Kiran kalo di rumah sepi... " Aya terlihat sedih saat mengatakan itu semua.


" nanti coba kakak bilang sama om haki ya kalo kamu pulang sekolah langsung ke rumah ibu aja terus Caca juga pulangnya bareng aja sama Ara ok.... udah jangan sedih... nanti kakak juga ikut sedih ..???" Raka berusaha menghibur Aya yang terlihat kesepian yang hanya berdua dengan Caca di rumah sampai ayahnya pulang.


" kak kenapa Kakak ngga manggil ayah Aya dengan sebutan ayah aja sama kayak Aya yang manggil ibu sama Bu Kiran.." Raka hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Aya.


Tak terasa mereka berdua sudah sampai di rumah Kiran dimana Randi dan Ara sedang menonton televisi.


" assalamualaikum Bu...lihat siapa yang ikut sama Raka..." kiran yang memang sedang ada di dapur melangkah menuju Raka yang masih membuka sepatu di ikut aya.


" Aya sayang... kok bisa bareng sama Raka... Caca mana kok ngga di ajak...?? kiran heran kenapa Aya bisa bersama Raka.


" om haki telat jemput Aya Bu.. Kata aya Caca di rumah sama bibi..."


" bibi..??? maksudnya nya yang bantu beres beres di rumah..??? "


" iya Bu.. Aya udah bilang sama ayah kalo Caca sama Aya maunya di sini sampe ayah pulang kerja..."


" ya udah ... ibu telepon ayah dulu ya... khawatir ayah haki nyariin kamu di sekolah..."


" ayah haki...???" ulang seseorang dari ambang pintu...


✍️✍️✍️✍️ nah Lo... siapa yang mengulang ucapan Kiran yang memanggil haki ayah ..??🤔🤔🤔


hai hai hai... makasih buat yang masih setia dengan cerita Kiran regi hakiki dan Rara.. semoga kalian semua sehat dan bahagia selalu...


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2