
Banyak yang bilang benci dan cinta beda tipis tapi cinta dan obsesi juga sama beda tipis, terkadang kita sulit membedakan mana cinta yang benar benar cinta atau cinta yang hanya sekedar obsesi belaka, terkadang obsesi bisa melangkah kan akal sehat. Jangan sampai setelah kita kehilangan cinta itu kita baru menyadari artinya dalam hidup kita,
Ya regi baru menyadari semuanya bahwa kini dia jatuh sejatuh jatuhnya pada cinta dan kepribadian Kiran sedangkan dengan Rara obsesi dirinya yang menguasai terlebih dulu ibunya Rara yang sempat menolak sekarang seolah-olah memohon.
Namun semua yang pernah regi genggam seolah terlepas saat iya juga mulai menggenggam tangan rara.kini hanya ada penyesalan dalam hati regi.
" Ra ..."
" aku baru menyadari sesuatu... yang aku rasakan sama kamu mungkin hanya obsesi yang pernah ingin aku gapai tapi Kiran... dia dan anak ananya adalah cintaku yang sesungguhnya. maaf kan aku... " Tanpa regi tau Rara menetes kan air matanya meski matanya terpejam.
Ya Rara sebenarnya tidak tertidur, Rara hanya sedang berusaha menenangkan hati dan pikiran nya agar kondisi anak dalam kandungan nya di jaga baik baik.
" mas .. " regi yang masih tertunduk setelah mengucapkan isi hatinya pun mengangkat wajahnya berusaha terlihat baik baik saja.
" maafkan aku yang telah egois selama ini.. harusnya aku ngerti posisi ku yang hanya istri kedua yang tidak mungkin di prioritaskan. harusnya aku siap di nomor dua kan karena menikah dengan pria yang sudah beristri..
Regi hanya menganggukkan wajahnya tanpa berniat memeluk Rara, Rara yang melihat sikap dingin regi yang tidak sehangat dulu menjadi sangat sedih kini mungkin iya akan benar benar kehilangan regi.
kita Flashback on dulu sesaat setelah regi menarik tangan Rara keluar kantor.
Hakiki yang masih penasaran dimana Kiran sekarang berusaha menghubungi Raka berharap Raka mau memberitahu dimana mereka berada sekarang...
📞📞📞 kriingggg
📞📞📞 kriingggg
📞📞📞 kriingggg
dan tak butuh waktu lama sambungan telepon pun tersambung
hakiki yang sangat bahagia pun tidak mengeluarkan suara nya seolah suara itu juga mendadak jadi gugup..
__ADS_1
📞" halo Assalamualaikum om... om... ini Raka om... hallloooo, ah ke pencet kayanya orang ngga ada yang menjawab
📞" halo Raka... iya ini om hakiki... Raka kmu dimana nak... bisa Raka kasih tau sama om, Raka dimana...??"
📞" Raka lagi di rumah uwa mika sama wa wili.baru saja tadi pagi smpe rumah...
📞" ayo dong Raka kasih tau om... ini penting untuk kesehatan ibu kalian.
📞" nanti om jelasin klo kita ketemu ya sekarang kamu kasih tau om dulu kalian dimana biar om susul ya...
📞" Raka ngga tau ini dimana om.. tapi yang Raka tau ini di kaki gunung Ciremai kalo desa nya Raka ngga tau soalnya dari jalan raya sampai ke rumah uwa lumayan jauh tapi di sini sangat indah om...
📞" ok itu sudah lebih dri cukup .. Raka bisa aktif in lokasi di handphone Raka..
📞" bisa om . trus gimana.. Raka cari di handphone Raka aplikasi share location trus kirim ke handphone om ya... nanti malam om langsung jalan ke sana tapi Raka jangan bilang dulu sama ibu ya... kalo ibu marah itu tanggung jawab om ok... " akhirnya hakiki mengetahui dimana Kiran berada dan dia akan membujuk Kiran untuk kembali ke ibukota terlebih kondisi kesehatan Kiran yang membutuhkan penanganan dari dokter spesialis terbaik.
📞" ya sudah om Raka di panggil wa Wili.. assalamualaikum..." hakiki begitu lega tapi iya tidak akan memberitahu pada regi bahwa iya akan berusaha mengajak Kiran pulang..
Tak terasa malam sudah mulai menemani semua insan yang sudah kelelahan setelah seharian melakukan segala aktivitas nya.
Perjalanan hakiki menuju tempat Kiran kurang lebih sepuluh jam tapi hakiki seolah tidak merasakan kelelahan dalam tubuhnya yang ada iya malah merasa bahagia.
Hakiki yang baru saja sampai di desa tempat Kiran tinggal merasa takjub dengan pemandangan yang ada di depan matanya pantas saja Kiran betah berada di sini..
" om .. om.. hakiki " hakiki yang baru saja keluar dari mobilnya memutar badannya mencari asal suara hingga tak jauh dari tempat nya berdiri hakiki melihat Ara yang sedang berjalan dengan wanita dengan balutan gamis hitam polos dengan kerudung panjang berwarna pink sangat manis.
Ara dan wanita yang terbalut pakaian syar'i berjalan menuju posisi dimana hakiki berdiri.Sungguh hakiki sangat terkesima ternyata wanita yang berpakaian syar'i tak lain adalah Kiran.
Ya setelah Kiran sampai di rumah wa mika Kiran memutuskan merubah penampilan nya dan berniat lebih memperdalam ilmu agama agar iya bisa benar benar hijrah menjadi manusia yang lebih baik.
" om... kok om disini..." panggilan Ara membuat hakiki tersadar.
__ADS_1
" emmmm .... om hanya sedang butuh refreshing jadi om sengaja main ke sini agar hati dan pikiran om tenang di tambah udara disini yang sangat sejuk dan suasana nya yang tenang. Kiran yang tau hakiki sedang berbohong karena saat hakiki berbicara matanya terus menghindarinya.
" Ara juga kenapa ada di sini... " hakiki masih tidak berani menatap Kiran yang terus saja menatapnya.
" ayo Ara wa mika udah nungguin di rumah teteh pasti udah bikinin nasi kasreng seperti janjinya kemarin katanya Ara mau coba..." Kiran sengaja bilang bila mereka telah di tunggu sarapan karena iya tau hakiki pasti juga belum makan.
Ya Kiran tau saat mobil yang baru saja berhenti tak jauh dari tempat Ara dan dirinya duduk memang mobil hakiki dan ini masih sangat pagi otomatis hakiki pasti belum sarapan.
" tapi Bu kita ngga ngajak om hakiki ke rumah uwa juga ... pasti om juga belum sarapan..." seolah Ara sedang mendukungnya hakiki tersenyum pada Ara dan mengacungkan jempol nya.
" tapi.... om hakiki kesini bukan mau nyari kita jadi biarin aja .... ayo ibu lapar..." Kiran melanjutkan langkahnya melewati hakiki namun saat sudah dekat dengan hakiki Kiran sengaja membisikan sesuatu
" di sini ngga ada yang jualan sarapan ...." sambil mengedipkan matanya Kiran melanjutkan langkahnya namun tangan nya di tahan hakiki...
"kamu tega sama aku Ki... aku lapar .... semalam setelah pulang kerja aku langsung kesini sampai aku lupa makan malam karena ingin segera ketemu kamu " hakiki menampilkan wajah memelas berharap Kiran iba padanya.
" katanya refreshing... jadi boong dong ..? " hakiki hanya tersenyum ternyata Kiran sangat peka kalo dia sedang berbohong.
" ayo Ara naik mobil om kita ke rumah uwa naik mobil aja biar ngg cape... Ara bisa tunjukan jalannya..." tapi kali ini Ara memberikan jawaban yang tidak memuaskan sambil menggeleng Ara menunduk takut om yang ada di hadapannya marah, Kiran hanya menahan tawanya atas jawaban Ara.
" hei kenapa... om ngga marah kok kalo Ara ngga bisa nunjukin jalannya kan kita bisa minta ibu nunjukin jalan... iya kan Bu..." ucap hakiki sambil mengedipkan matanya karena hakiki tau Kiran sempat ingin mentertawakan nya.
" ayo Bu masuk... om hakiki lapar... Ara juga lapar..." hakiki tertawa keras karena merasa Ara berada di pihaknya.
akhirnya mau tidak mau Kiran memasuki mobil hakiki dan mendudukkan diri di kursi depan samping hakiki sedang Ara berada di jok belakan. hakiki yang merasa dirinya Kiran dan Ara sebagai keluarga bahagia. senyum senyum ngga jelas dan Kiran bisa menebak apa yang di pikirkan hakiki...
" inget anak istri di rumah... aku juga masih istri sah dari regi..."
✍️✍️✍️✍️ ayo dong hakiki jelaskan status mu yang sebenarnya... kalo memang kamu sayang sama Kiran dan anak anaknya berjuang dong.... eh tapi kalo hakiki berjuang mengejar cinta Kiran dia jadi pebinor dong...???
hai hai hai...ketemu lagi sama cerita Kiran Regi hakiki dan Rara... pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya masukin ke favorit juga boleh... jadi R-kha lebih semangat lagi UP nya
love you moreeeee 😍😍🌹