
Tidak ada kejahatan yang sempurna, tidak ada kebohongan yang tidak akan terbongkar karena sepandai dan sepintar apapun kita menutupi pada akhirnya akan terbongkar dengan sendirinya.
Bagi regi besok siang adalah penentu hubungannya dengan Rara, tapi bagi Rara besok adalah hari yang di tunggu tunggu karena setelah itu regi akan menikahinya secara resmi.
Seperti ucapannya semalam pada Kiran hakiki baru saja sampai di depan rumah kontrakan Kiran tapi baru saja hakiki hendak mengetuk pintu, pintu itu sudah terbuka oleh Raka yang di perintahkan Kiran membuang sampah ke tempat sampah depan.
" om ..!!" Raka sebenarnya tidak begitu kaget hakiki datang ke rumah nya tapi ini masih sangat pagi untuk sekedar sarapan.
" ka.. Aya sama Caca udah bangun?? om bawain pakaian ganti buat mereka.." ucapnya sembari mengangkat tas yang berisi pakaian Aya dan Caca..
" udah om.. masuk aja om.. Raka mau buang sampah dulu...." hakiki memasuki rumah Kiran mencari Aya dan Caca namun yang haki lihat Kiran yang baru saja selesai mandi meski sudah memakai gamis panjang tapi rambutnya masih tergerai dalam keadaan sedikit basah sehingga hakiki yang melihat hal tersebut hanya bisa menelan ludah nya sendiri karena Kiran yang terlihat sangat cantik meski tanpa polesan make up.
" astaghfirullah.. haki..." kiran langsung berlari menuju kamar nya dan memakai kerudung bergo setelah mengikat rambutnya secara asal , Ara dan Caca yang melihat ibunya berlari dan memakai kerudung secara tergesa-gesa pun menjadi heran.
" ada apa Bu .. .?? "
" ngga ada apa apa... ca di depan ada ayah kamu.. mandi sana ayah pasti udah bawain kamu baju ganti.. ka Aya kayaknya udah selesai mandinya.." Caca hanya mengikuti perintah Bu Kiran.
kiran yang sudah selesai memakai hijabnya keluar menuju dapur dimana tadi dirinya sedang membuat sarapan untuk kelima anaknya.
" Ki ...maaf aku tadi ngga sengaja masuk... tadi aku mencari Aya dan Caca... tapi tadi kmu cantik... jadi aku ngga sabar nunggu dua bulan kedepan..." ucap hakiki sedikit berbisik..
" dua bulan kedepan??? untuk apa..??? " kiran semakin heran dengan hakiki.. dari semalam yang di ucapkannya semakin ngga jelas .
" aku mau langsung halalin kamu..." hakiki mengucapkan itu sambil meninggalkan Kiran.
__ADS_1
sedangkan Kiran hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah haki.. udah ngelamar di dapur sekarang bahas nikah juga di dapur... emang ngga ada tempat yang bagus ya selain di dapur...π€¦π€¦
kiran meneruskan pekerjaan nya menyiapkan sarapan setelah semuanya sudah matang Kiran menghidangkan menu sarapan di atas karpet di ruang televisi... mereka semua makan dalam diam tanpa drama.
" karena hari ini hari Minggu, gimana kalo kita liburan ke pantai... mau..." tiba tiba saja sebuah ide muncul dalam benak hakiki untuk mengajak kiran dan anak anaknya semua agar semakin akrab. tentu saja ide itu disambut antusias oleh anak anak Kiran dan hakiki.
" mau... ' semua menjawab kompak.
" ya sudah ibu siapkan bekel untuk kita semua ya... " kiran beranjak dari duduknya menuju kamar untuk mengambil dompet karena iya harus berbelanja terlebih dahulu.
" Ki... ini uangnya untuk belanja..." hakiki menyerahkan beberapa lembar uang merah pada Kiran tapi Kiran menolak.
" ngga usah aku ada... kamu tenang saja jika nanti aku sudah jadi istri kamu, aku akan menghabiskan semua uang kamu.,." kiran mengucapkan semua itu sambil berlalu, ya Kiran hanya ingin sesekali membalas ucapan hakiki tentang masa depan...
kiran benar benar menyiapkan perbekalan makanan dan minuman termasuk camilan untuk mereka semua. Dan karena dirasa telah siap mereka menaiki mobil hakiki dimana Kiran duduk di samping depan hakiki, anak perempuan di tengah sedang Raka dan Randi di kursi belakang. hakiki mulai melajukan mobilnya membelah jalanan yang lumayan lenggang menuju pantai.
Disaat haki dan Kiran sedang menuju pantai di tempat yang berbeda regi sedang di temani ayu untuk bertemu dengan pa Dwi suami dari teman nya. mereka memilih meja yang paling ujung agar tidak banyak orang yang berlalu lalang.
" halo Pak Dwi apa kabar.. maaf mengganggu libur weekend ini. pak kenalkan ini pak regi.. saudara saya... a ini pak Dwi..." ayu mencoba mencairkan kedua laki laki di hadapannya dan saling mengenalkan satu sama lain. regi dan Dwi langsung berjabat tangan sebentar kemudian duduk kembali di kursi masing masing
" pak Dwi maaf sebelumnya a regi ini ingin menanyakan sesuatu terkait Rara ." wajah pa Dwi tiba tiba menegang sambil melihat ke arah ayu dan regi.
" ada apa ... ?? apa ada sesuatu yang terjadi pada Rara...?? "
" anda terlihat khawatir pa... !! apa anda masih berhubungan dengan Rara ?? atau anda sedang mengkhawatirkan anak yang ada dalam kandungannya...??" wajah Dwi semakin memucat terlebih regi membahas tentang kandungan Rara.
__ADS_1
" kalau anda menjawab dengan jujur itu jauh lebih baik dan mempermudah jalan anda sendiri tapi jika anda memilih ketidak jujuran anda sendiri yang akan merasakan akibatnya..." regi berusaha menekan dan menggertak Dwi agar bisa berkata yang sebenarnya.
" sebenarnya saya dan Rara teman sekantor, kami menjalani hubungan terlarang sudah hampir satu tahun belakangan ini.. tapi sekitar sekitar tujuh bulan Rara memberitahu bahwa dia hamil anak saya tapi saya menyuruhnya untuk menggu gurkan kandungannya karena saya tidak benar benar menyukainya. kami seolah saling membutuhkan satu sama lain untuk bisa saling memu askan..terlebih saya dan istri saya tidak tinggal bersama karena istri saya ada di kota c... semenjak saya menyuruh Rara menggu gurkan kandungannya, Rara selalu menghindari saya di tambah saya memang jarang ada di kantor karena dinas luar." Dwi berusaha menjelaskan semuanya,
sebenarnya jauh di lubuk hatinya iya tidak sampai hati menyuruh Rara menggu gurkan kandungannya tapi karena tidak ingin kehilangan keluarga nya Dwi melakukan semua itu
" apa anda tau Rara masih mengandung hingga saat ini?? " Dwi melebarkan matanya tidak percaya dengan yang di sampaikan regi.
" anda ingat saat Rara memberi tahu bahwa iya sedang hamil.. berapa usia kandung Rara saat itu..??" Dwi tampak berpikir sejenak sebelum menjawab.
" enam Minggu kalo tidak salah... tunggu sebenarnya anda siapanya Rara ..?? " Dwi begitu heran kenapa regi seolah mengorek informasi tentang hubungan nya dengan rar dulu.
" saya suami yang sudah di tipu mentah mentah untuk menutupi kehamilan nya selama ini..jika anda tidak percaya anda bisa ikut saya.. kita akan buktikan berapa usia kandungan Rara saat ini, karena saya menikah dengan Rara enam bulan lalu tapi saya tidak langsung melakukan nya .." mau tidak mau Dwi mengikuti regi demi memastikan semuanya.
Mereka menuju rumah sakit dimana di sana ada Rara bersama Bu desi yang sedang menunggu regi. Ya Bu Desi beralasan meminta di antara ke rumah sakit pada Rara agar Rara tidak curiga. Bu Desi pun sudah membuat janji dengan dokter kandungan yang bisa di percaya...
βοΈβοΈβοΈhadehhhh Rara... Rara... dari jaman baheula seneng bener ngelakuin hal terlarang.π‘π‘π‘ ngga takut dosa ya...
hai hai hai... terima kasih buat yang masih setia baca cerita receh R-kha ππ
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi
love you moreeeee πππΉ
__ADS_1