Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Gagal move on..!!!


__ADS_3

seorang wanita bisa memaafkan kesalahan seseorang tapi dia tidak akan melupakan kesalahan itu karena pada dasarnya dari kita kecil kita di latih untuk mengingat tapi tidak di latih untuk melupakan.


Kiran memang berusaha berdamai dengan masa lalu bahkan berkat haki dirinya dan regi bisa saling berkomunikasi, dulu Kiran selalu diam dengan segala yang regi lakukan padanya selagi tidak menyangkut kebahagiaan Anak anaknya. bahkan saat regi bersama Rara, Kiran tidak pernah menuntut regi untuk selalu ada bersama dirinya dan anak anak sekalipun anak nya sakit.


kini saat semuanya sudah mulai membaik dengan mudahnya regi meminta hak asuh atas anak anaknya dengan dalih kehamilannya. ibu mana yang akan diam saat anak anaknya sudah mulai di usik terlebih anak anaknya memang semuanya masih di bawah umur.


kiran berusaha meredam emosi nya atas ucapan regi karena iya tau emosi sangat tidak baik bagi janin yang ada dalam kandungannya.


tok tok tok...


Raka memanggil kiran yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sembari menunduk


" Bu..." kiran menoleh ke arah suara Raka yang masih berada di depan pintu kamar.. Kiran hanya merentangkan tangannya.. dan Raka tau jika ibunya sedang tidak baik baik saja..


" kak... Kaka bahagia kan tinggal sama ibu ... " tetesan air mata Kiran mulai mengalir saat Kiran berbicara seperti itu.


" apa kakak juga mau ninggalin ibu... Kaka mau tinggal sama ayah regi..?? kiran memang tidak boleh egois tapi sungguh hati nya tidak akan mudah menerima jika anak anaknya tidak bersamanya.


Raka hanya bisa memeluk ibunya, berharap dengan pelukan itu ibunya bisa lebih tenang,


Raka Ara Aya dan Caca ikut memeluk Kiran .


" Bu... kita semua bahagia tinggal sama ibu sama ayah haki di sini... jadi ibu jangan pikirin apa yang ayah regi katakan, selamanya kita akan sama sama..." ucap Randi meyakinkan ibunya.


" udah dong sayang... nanti mas yang bicara sama regi maunya dia apa sebenarnya ok..." ucap haki dan Kiran hanya mengangguk.

__ADS_1


" ok karena udah malam... terus melow melow nya juga udah... makan malam juga udah... pelukan apa lagi udah berkali kali jadi sekarang saatnya kalian semua tidur biar ibu juga bisa istirahat... kasian dedenya masa masih di dalam perut udah di ajak melow sih..." kiran hanya tersenyum sedang anak anaknya berjalan menghampiri haki..


" yah jagain ibu ya jangan biarin ibu nangis kalo ngga Caca marah nanti sama ayah " ucap Caca setengah mengancam ayahnya.


semua anak anak Kiran dan haki berlalu ke kamarnya masing masing hanya tinggal Raka yang masih berdiri di samping ayah haki.


" yah ... tolong yakinkan ibu jika kami semua bahagia hidup sama ayah haki dan ibu... walau ayah regi meminta kami untuk tinggal bersama dengannya kami akan menolak nya langsung " setelah mengucapkan itu Raka baru meninggalkan kamar orang tua nya.


" sayang... kamu denger tadi Raka bilang apa... jadi ngga usah di pikirin ok .. lebih baik emosi kamu di salurkan buat yang lain .." ucap haki sembari menaik turunkan alisnya.


Kiran yang sudah mulai terbiasa dengan kode kodean haki hanya bisa merentangkan tangannya seolah menyambut apa yang ingin haki lakukan padanya. dan terjadilah pengalihan emosi yang membuat haki dan Kiran melambung ke angkasa.


sedangkan di rumah regi, Bu Desi sungguh kesal dengan ucapan anaknya tadi di rumah haki.


" gi maksud kamu apa tadi.. kamu mau Kiran sama anak anak kembali sama kamu??? kamu sadar Kiran udah nikah... bahkan kiran terlihat jauh lebih bahagia sama haki di banding sama kamu dulu.." ucap Bu Desi menyadarkan anaknya


regi hanya diam mencerna.. mungkin tadi regi hanya iri dengan kebahagiaan yang dia lihat.


" yu... kamu suka sama aa.." ayu yang di tanya seperti itu hanya diam.


" bantu aa yu.. bantu aa agar aa bisa move on... kata orang obat dari sakit hati yaitu hati yang baru.." regi menatap ayu


ayu bingung dengan jawaban yang akan iya berikan pada regi..


" kamu ngga mau ya bantu aa.. ya sudah ngga papa.." ucap regi bangkit dari duduknya melangkah menuju kamarnya.

__ADS_1


" gimana caranya ayu bantu aa..?? meski ayu ragu tapi iya juga tidak mau regi kembali merusak kebahagiaan Kiran yang menurutnya sudah cukup bersabar dengan semua yang pernah regi lakukan.


regi pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ayu.. tapi tak lama regi berjalan meneruskan langkah nya menuju kamarnya sendiri.


' ayu harus apa biar bisa bantu aa..!' ayu hanya bisa menatap punggung regi yang menjauh


Tak jauh dari ayu dan regi, Bu Desi melihat dan mendengar apa mereka berdua bicarakan, Bu Desi hanya tersenyum simpul kala sebuah ide tiba tiba muncul dalam benaknya.


sinar mentari pagi yang menerobos celah celah jendela lantai dua di kamar haki, dimana Kiran masih memeluk erat tubuh haki yang kembali tidur setelah salat subuh.


" mas..." kiran yang akhir akhir ini nyaman jika berada di pelukan haki terlebih tangan Kiran yang seolah membuat gambar pola abstrak .


" apa sayang.. " ucap haki sambil menahan tangan Kiran yang masih bergerak di atas da danya.


" mas... maaf ya kalo semalam aku berlebihan menanggapi ucapan mas regi... " ujar Kiran sambil menenggelamkan wajahnya di da da haki.


" iya... mas ngerti... tapi kamu juga harus ngertiin perasaan regi yang ingin juga anak anaknya bisa tinggal sama dia." haki berusaha membuat Kiran tidak salah paham dengan maksud regi karena iya pun mengalami bagaimana rasanya jauh dari anak anaknya.


" kamu tau sayang... dulu aku juga ngerasain apa yang sekarang regi rasain... jauh dari anak anak membuat hati kami sedih... jadi kamu juga harus bisa legowo jika memang sesekali regi meminta anak-anak untuk tinggal sama dia. ingat ya bukannya aku keberatan.. tidak sama sekali.." haki mengakhiri ucapannya sambil mengecup kening Kiran dan Kiran memeluk haki yang merasa damai setelah haki menjelaskan menurut sudut pandang nya sebagai seorang ayah yang pernah jauh dari anak anaknya.


lain di rumah haki lain pula di ruang tamu rumah regi dimana regi dan ayu dibuat tidak percaya dengan apa yang Bu Desi lakukan... dimana di sana ada pak RT pak RW dan pak ustadz yang memang tinggal tak jauh dari tempat tinggal regi.


✍️✍️✍️kira kira apa yang Bu Desi lakukan dengan mengundang orang orang itu🤔🤔🤔


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘 lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


love you moreeeee 😍🌹🌹


__ADS_2