
Sekuat dan sehebat apapun wanita iya akan tetap rapuh dan terluka terlebih penghianatan itu di lakukan oleh suaminya sendiri. seperti itu juga yang sedang di rasakan oleh Kiran ditambah tubuhnya yang kurang fit dan hatinya yang sedang tidak baik membuat pertahanan tubuh Kiran pun melemah.
" Bu ... ibu... bangun Bu..." Raka yang kaget karena ibu nya yang tidak bisa di bangun kan mencoba mencari handphone ibunya mencoba menelpon ayah ya berharap ayahnya masih terjaga dan mengangkat telepon dari nya.
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg panggilan telepon pun seolah terabaikan sampai pada dering terakhir pun tidak ada respons dari sang pemilik. Raka pun ingat tentang pesan om hakiki bahwa dia akan selalu membantu Raka jika ada masalah. Raka berlari ke kamarnya dan mencari kartu nama yang hakiki kasih tadi pagi.
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
📞" halo assalamualaikum om hakiki .. ini nomor om hakiki kan?? ini Raka om..."
__ADS_1
📞 " waalaikum sallam iya ada apa Raka ... kok telepon om malam malam ... apa ada masalah..??"
Seolah mengerti ada yang tidak beres dengan Raka karena Raka menelpon nya pada pukul sebelas malam.
📞" om... tolongin Raka om... ibu om.. ibu demam dan ngga sadarkan diri..."
📞" ya Allah Kiran... ayah kamu kemana..."
📞" ayah di luar kota katanya ada meeting kantor.
📞" om... Raka harus gimana..??"
📞" Raka tenang..
om ke rumah Raka sekarang.. sambil nunggu om Raka kompres kening ibu dengan air hangat ya.." hakiki tanpa pikir panjang langsung berangkat menuju rumah Kiran.
__ADS_1
Tak berapa lama mobil hakiki pun berhenti di depan rumah Kiran. hakiki langsung turun dari mobil menuju teras rumah dan mengetuk pintu tak lama Raka pun keluar.
📞" om..." Raka langsung memeluk hakiki demi menghilangkan kekhawatiran yang sedang iya rasakan.
📞" ayo om... " Raka menarik tangan hakiki menuju kamar ibunya yang masih belum sadarkan diri.
Meski ada keraguan yang sempat di rasakan hakiki karena memasuki kamar pasangan lain iya berusaha menepis semua keraguannya karena keselamatan Kiran jauh lebih penting. tanpa menunggu lama hakiki memasuki kamar Kiran kaget yang melihat wajah pucat Kiran. hakiki langsung menggendong Kiran menuju ke mobilnya karena iya tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Kiran. Raka mendahului hakiki menuju mobilnya dan membukakan pintu penumpang bagian belakang agar ibunya bisa di rebahkan disana.
" raka kamu ngga usah mengkhawatirkan ibu kamu ya, om pasti akan membawa ibumu pulang dalam keadaan sehat. Raka harus bisa jagaan Randi dan Ara .. Raka bisa.."
" hemmm.. " Raka hanya bisa bergumam
" ya sudah om ke rumah sakit dulu .." Tanpa menunggu lam hakiki melajukan mobilnya membelah jalanan yang mulai sepi karen malam yang semakin larut. begitu sampai di rumah sakit hakiki langsung menggendong Kiran agar segera di tangani dokter.
' Ki... kmu kenapa ... trus regi kemana sebenarnya. pasti ada yang tejadi.. dan kenapa regi harus berbohong sama Kiran kalo sia ada pekerjaan luar kota.. akan ku selidiki ' gumam hakiki setelah dokter jaga datang dan mulai memeriksa keadaan Kiran.
__ADS_1
Sedangkan di kota B Rara yang sedang bahagia karena regi memberinya kejutan saat iya sedang menikmati makan malamnya seorang diri dikejutkan dengan kedatangan regi yang sangat tiba tiba dan saking bahagianya Rara langsung berhambur memeluk regi seolah meluapkan rasa rindunya padahal mereka tidak bertemu hanya dua hari satu malam.