Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
khawatir....


__ADS_3

" euhhhh.. Kiran yang baru saja terbangun setelah Melawati malam panjang malam pertama mereka setelah dah sebagai suami istri. kiran yang terbangun dalam pelukan haki bahkan tubuh mereka masih sama sama polos hanya tertutup selimut tebal. kiran menatap wajah yang semalam sudah membuatnya meng erang penuh kenikmatan yang bahkan belum pernah Kiran rasakan sebelumnya, sampai sampai pipi Kiran bersemu merah kala mengingat bagaimana dirinya dan haki yang saling memu askan satu sama lain.


semua gaya dan cara mereka praktek kan seolah mereka tidak pernah merasa lelah meski penyatuan mereka sudah hampir dua jam bahkan sudah tak terhitung berapa kali Kiran mendapatkan pelepasan akibat nikmat yang di berikan haki padanya, kalo haki mungkin karena sudah lama menduda tapi untuk Kiran iya hanya belajar dari pengalaman jika menyenangkan suami itu bukan hanya soal makanan, mengurus anak dan rumah.. tapi memberikan kepuasan seperti yang suaminya inginkan.


cup.. haki yang memang juga terbangun saat mendengar lenguhan Kiran, hanya membiarkan Kiran memandangi wajahnya.


" sudah puas... apa masih mau liatin suami tampan kamu ini..?? atau kamu mau yang lain??? ucap haki Menaik turun kan alisnya.


" aku mau ke kamar mandi dulu... ini udah jam empat sebentar lagi subuh..mau mandi lengket badannya.." tapi belum juga Kiran turun haki sudah turun lebih dulu dan menggendong Kiran dengan tubuh mereka yang sama sama polos.


" mas .. turunin ... malu... " ucap Kiran sembari menutup hutan rimba nya yang terpampang jelas tapi Kiran lupa dengan dua buah pepaya yang di biarkan bergoyang karena pergerakan jalan haki saat menggendong nya.


" hanya ada kita di sini... tadi katanya mau mandi... mas mau temenin kamu mandi... sekalian nyoba..." ucap haki menggantung yang langsung membuat Kiran bingung.


" nyoba ..?? nyoba apa.." ucap Kiran saat haki menurunkannya di bawah shower yang haki biarkan menyala.


" nyoba in kamu di sini.." ucap haki sembari langsung ******* bibir Kiran tanpa aba aba sehingga Kiran sampai terdorong ke dinding kemar mandi sehingga membuat haki lebih mudah mengeksplor apa yang ada dalam bayang pada tubuh Kiran..


lenguhan keduanya sudah tidak bisa di bendung lagi bahkan hen Takan yang haki berikan membuat buah pepaya Kiran bergerak tidak beraturan ( ya... pagi pagi haki sudah ngajakin traveling 🀦🀦🀦 selebihnya terserah pembaca Aja ya... bingung nulisnya...🀭🀭😜)


kiran dan haki baru saja keluar kamar setelah menjalankan jamaah salat. kiran menuju dapur seperti biasa iya mulai menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya...( cieee yang punya suami baru..) sedang haki membangunkan semua anak anaknya agar tidak telat menjalankan ibadahnya.


mereka menjalaninya kehidupan rumah tangga tanpa ada yang saling mendominasi semuanya berjalan sesuai porsinya bahkan tak segan haki membantunya untuk mengurus kelima anaknya.

__ADS_1


tak terasa pernikahan haki dan Kiran sudah masuk bulan ke tiga .. haki Kiran dan anak anak anaknya begitu saling menyayangi tidak ada istilah ibu sambung atau anak sambung... kiran dan haki memperlakukan anak-anak mereka tanpa membedakan. hubungan haki Kiran dan regi juga sudah jauh lebih baik... anak anak juga sudah mau kembali menginap di rumah regi meski hanya sesekali... tapi itu sudah jauh lebih baik.


Hari ini seperti biasanya setiap pagi Kiran sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan anak anaknya, ya meski kini haki sudah mempekerjakan asisten rumah tangga tapi tetap saja untuk urusan memasak dan merapihkan kamar pribadi nya Kiran melakukanya sendiri


hueekk.... huekkk ... kiran berlari menuju wastafel untuk memuntahkan sesuatu yang dirasa ingin keluar tapi Kiran tidak memuntahkan apapun.. haki yang mendengar Kiran muntah langsung menghampiri dan mulai memijit tengkuk Kiran berharap dengan itu bisa mengurangi mual yang di rasa Kiran..


" sayang kamu kenapa..?? haki begitu khawatir saat mendengar Kiran muntah di tambah wajah pucat Kiran saat ini..


" aku ngga papa mas...mungkin hanya masuk angin.." ucap Kiran menenangkan haki.


" yakin ... eh tapi tunggu ... setelah kita menikah kamu belum pernah datang bulan kan.. dan kita melakukan nya setiap malam.."


plakkk... kiran memukul tangan haki..


" tenang nyonya... bibi bisa jga rahasia.." ucap wanita paruh baya yang biasa di sebut bik Jum.


" tuh sayang kamu tenang aja ok.. jadi kita periksa kamu ke dokter ya setelah nganter Caca sama Ara sekolah.." Kiran hanya mengangguk karena kini kepala nya seolah berputar dan akhirnya Kiran tidak sadarkan diri.


" ya Allah sayang .. kamu kenapa.....??? haki begitu khawatir saat Kiran tidak sadarkan diri.


" kak " Raka yang baru saja keluar dari kamar bersiap ke sekolah begitu kaget mendengar panggilan ayah haki ditambah saat melihat ayah haki menggendong ibunya dan di letakan di sofa ruang keluarga.


" yah ... ibu kenapa yah...??? Raka panik.. ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu saat ibunya di temukan tak sadarkan diri..

__ADS_1


" ayah ngga tau tadi ibu muntah tapi setelah itu malah ngga sadarkan diri.." haki mengambil kayu putih yang di sodorkan bik Jum lalu mengoleskan nya di hidung dan tangan serta kaki Kiran berharap Kiran tersadar setelah mencium bau minyak itu.


" mas... " kiran tersadar setelah beberapa saat.


" sayang ... kamu kenapa.. Kita ke rumah sakit sekarang ya... " kiran hanya mengangguk karena memang badannya terasa lemas dan kepalanya yang terus berputar.


" Raka nanti ayah pesankan taksi online ya biar bisa anter kamu sama adik adik ke sekolah ..!!!" ucap haki pada Raka.


" ya udah yah... nanti Raka bantu Ara sama Caca bersiap.. ayah berangkat aja ke rumah sakit periksa ibu keadaan ibu.." jelas sekali wajah khawatir Raka pada ibunya.


Tanpa membuang waktu setelah memesan taksi online untuk mengantar anak anaknya haki menggendong Kiran menuju rumah sakit untuk memeriksakan keadaan kiran. haki melajukan mobilnya membelah jalanan yang mulai padat di tambah kesibukan di pagi hari di awal Minggu membuat orang berlomba lomba untuk segera sampai di kantor.


tak lama mobil yang di bawa haki pun sampai di rumah sakit tempat Kiran berobat dulu, haki menggendong Kiran menuju ruang pemeriksaan karena wajah Kiran yang bertambah pucat.


" dok tolong istri saya... tadi istri saya muntah muntah dan tidak sadarkan diri.. tapi sekarang wajahnya tambah pucat.."


"baik pak... bapak tenang dulu biar kami periksa dulu keadaan istri bapak " haki pun melangkah keluar berharap kirannya baik baik saya meski rasa takut yang iya rasakan mungkin sama seperti yang Raka rasakan takut tumor yang dulu dirasa kembali berkembang.


✍️✍️✍️nahhh kira kira Kiran kenapa ya.. hamilkah atau tumornya kembali lagi..πŸ€”πŸ€”πŸ€”


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2