
📱" hallo assalamualaikum... Ki ini kamu kan??.." tanya seseorang yang jauh disana memastikan jika orang yang di hubungi ada lah benar orang yang dia rindukan.
📱 waalaikum sallam... iya benar saya kiran... maaf ini siapa ya...???? sesaat Kiran ragu dengan siapa iya berbicara karena semenjak iya menikah dengan regi iya membatasi pergaulannya terlebih dengan lawan jenis.
📱 " aku hakiki tetanggamu dulu.. kamu ingat?? "
📱 " ya Allah maaf aku tidak mengenali suaramu terlebih sudah sangat lama kita tidak saling memberi kabar...oh ya ada apa... ada sesuatu yang penting.??
sungguh Kiran sangat tidak nyaman berbicara dengan lawan jenis terlebih di malam hari.
📱" sebenarnya sih ngga papa.. aku sedang membersihkan nomer telepon di handphone ku dan hanya ingin memastikan bahwa Kiran yang ada dalam kontak ku adalah Kiran ku dulu... ohhh maaf maaf aku salah bicara." sembari memukul pelan mulutnya hakiki merasa tidak enak telah salah bicara.
__ADS_1
📱" ohh ya sudah kalau begitu maaf aku titip dulu ya telepon nya sudah malam tidak enak juga sama istrimu.. assalamualaikum.. " tanpa menunggu jawaban dari hakiki Kiran sudah menutup sambungan telepon nya.
Saat bersiap merebahkan tubuhnya yang lelah Kiran mendengar suara lirih arasya memanggil sang ayah..
" yahhhh Ara kangen...." suara lirih yang terdengar lemah mengusik hati Kiran dan bergegas menghampiri kamar arasya yang letaknya di samping kamar dirinya dan regi.
" Ara heyy bangunnnn... " sambil mencoba membangunkan Ara Kiran memegang pipi Ara dan sungguh mengejutkan suhu tubuh Ara yang begitu panas. meski panik Kiran tetap mencoba tenang karena tidak ada regi di sampingnya kini.
Kiran langsung mengecek suhu tubuh Ara menggunakan termometer yang tersedia di kotak obat, begitu mengetahui suhu tubuh Ara yang tinggi dan menggigil Kiran lekas memesan taksi online dan bergegas menggendong Ara menunggu taksi online pesanannya setelah membangunkan Raka sekalian memberi tahukan bahwa iya akan ke rumah sakit.
" ke rumah sakit ya pa sesuai pesanan..mohon cepat ya pa anak saya demam tinggi.. " ucap Kiran sesat setelah duduk di kursi penumpang namun sungguh mengejutkan supir taksi online yang dia pesan adalah orang yang beberapa saat lalu menghubunginya. ya dia adalah hakiki entah suatu kebetulan yang aneh atau apalah yang pasti sekarang Kiran sungguh tidak tenang dengan kondisi arasya.
__ADS_1
Hanya butuh waktu 30 menit taksi online yang di tumpangi Kiran dan ara telah sampai di depan rumah sakit dan hakiki memarkirkan mobil nya tepat di depan unit gawat darurat demi mempermudah Kiran.
Hakiki reflek turun dan membantu membukakan pintu menumpang dan mengangkat Ara setelah mendapatkan ijin dari Kiran lewat sorot matanya.
Hakiki berlari sambil menggendong Arasya di ikuti Kiran di belakangnya setelah memasuki ruang perawatan darurat dokter dengan sigap memeriksa kondisi arasya dan menanyakan apa yang terjadi pada arasya hingga bisa seperti ini.
Sambil menunggu arasya Kiran duduk di kursi tunggu tuang tindakan tak jauh dari tempatnya duduk ada hakiki yang juga duduk meskipun berjarak.
" Ki ... sebenarnya anakmu kenapa?? dan dimana ayahnya kenapa kamu pergi tengah malam hanya berdua dengan anakmu saja.." semua pertanyaan terlontar dari mulut hakiki yang sebenarnya sedari tadi ingin dia tanyakan.
" mungkin Ara sedang rindu dengan ayahnya.. tadi dia sempat mengigau memanggil ayah nya..."
__ADS_1
✍️✍️✍️ Anak itu mempunyai perasaan yang halus dia bisa merasakan di saat kedua orang tua nya tidak baik baik saja bisa saja dengan tingkah yang rewel atau malah sang anak yang jatuh sakit...
Thank you buat yanng baca... jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi nulisnya...