Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Misi Raka dan om hakiki


__ADS_3

Sesungguhnya poligami itu di boleh kan dengan catatan sang suami bisa berlaku adil baik dalam waktu, perhatian bahkan finansial sekali pun, tapi sayang terkadang tanpa di sadari sang suami tidak bisa memberikan semuanya secara adil karena adil hanya milik Allah yang akhirnya menyisakan luka di salah satunya.


seperti hal nya tentang perasaan , regi yang telah gagal mencurahkan perasaan dan perhatian nya pada Kiran dan anak anaknya... terlebih Raka yang sangat merasakan bahwa perhatiannya telah terbagi entah dengan apa. Sehingga dia pun memutuskan untuk meminta bantuan pada om hakiki.


flashback on


Raka yang bertekad harus tau apa yang terjadi pada ayahnya, karena seperti dua bulan belakangan ini setiap Sabtu Minggu ayahnya akan keluar kota dan pagi tadi pun ayahnya memberitahu bahwa malam ini tidak akan pulang. Raka yang telah menyimpan nomor handphone hakiki pun langsung mencoba menghubunginya


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž kringggg


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž kringggg


Hanya butuh dua kali panggilan hakiki sudah mengangkat telepon nya.


πŸ“ž" halo assalamualaikum... ini siapa ya ..."


πŸ“ž" waalaikum sallam om ni Raka ... om.. Raka mau minta tolong boleh..."


πŸ“ž" boleh... ada apa.. !!!"

__ADS_1


πŸ“ž" om... bisa kita ketemu abis solat Jumat... ini penting om.."


πŸ“ž" bisa... mau ketemu dimana ?? "


πŸ“ž" terserah om aja... tapi Raka mohon om minta ijin sama ibu kalo Raka mau pergi sama om... nanti Raka jelasin kalo ketemu..."


πŸ“ž" ok nanti om kabarin kita ketemu dimana.."


πŸ“ž" ok om... makasih ya.. "


Ya Raka diam diam membawa handphone nya ke sekolah karena Raka sedang ada misi🀭🀭 ya misi jadi detektif untuk menyelidiki ayahnyaπŸ˜…πŸ˜…


Tanpa terasa waktu Jumatan pun telah selesai Raka salat Jumat bersama dengan om hakiki karena mereka telah memutuskan akan berbicara di cafe dekat masjid. kini mereka telah duduk di cafe sembari menikmati makan siangnya.


" iya... sebenarnya ada apa kayaknya serius.."


" iya om.. " Raka pun mulai menceritakan tentang ayahnya yang mulai berubah sering pergi keluar kota terlebih di hari Sabtu Minggu dan juga tentang pembicaraan yang pernah di dengar Raka saat Raka berada di kamar mandi dapur dan ayah regi yang sedang berada tak jauh dari sana...


Hakiki hanya mendengarkan karena sejujurnya dia pun sempat mencurigai saat Kiran masuk rumah sakit dan regi yang berada di luar kota dengan alasan pekerjaan.

__ADS_1


" sekarang Raka mau gimana..!!"


" Raka mau ngikutin ayah hari ini, om mau kan nemenin Raka buat ngikutin ayah.. "


" ya udah... Raka tau alamat kantor ayah raka di mana..?? " dan seperti yang dia duga Raka tidak tau alamat kantor ayahnya.


" ayahnya Raka satu kantor dengan om, jadi nanti Raka tunggu di mobil om aja ya biar kita gampang ngikutin nya..." dan langsung di setujui oleh Raka.


" om tau... kalo ayah sedang di luar kota Raka sering melihat ibu yang menangis dalam salatnya, entah apa yang ibu tangisi."


" Om dulu pernah nyuruh Raka untuk bisa jagain ibu dan adik adik Raka jadi Raka mau lakuin itu.."


Terkadang kedewasaan seseorang tidak bisa di ukur dari usia tapi terkadang karena keadaan yang membuat kita menjadi dewasa.


Hakiki kagum dengan pemikiran Raka saat ini dan iya pasti akan membantu Raka terlebih ini berpengaruh dengan kebahagiaan Kiran.


Hakiki yang sudah habis waktu istirahat pun mengajak Raka menuju kantor nya agar misi penyelidikan nya berjalan lancar.. setelah sampai di parkiran hakiki meninggal Raka melangkah menuju kantornya.


" om ... om udah ijin belum sama ibu kita mau pergi..."

__ADS_1


" kamu tenang aja tadi om udah telepon ibu nya raka.. om bilang Raka mau nyari buku sama om."


Setelah sampai di parkiran hakiki meninggalkan Raka melangkah menuju kantornya. Raka hanya berharap bahwa apa yang Raka pikirkan tentang ayahnya adalah salah.


__ADS_2