
IKHLAS itu enam huruf yang memiliki arti ya sangat luas bahkan saat menjalankan nya tidak semudah menulisnya dan tidak segampang menyebut nya tapi dalam ke ikhlasan ada ketenangan yang kita rasakan. meski tidak mudah saat mempraktekkan tapi saat kata ikhlas itu bisa kita terapkan jangankan pikiran hati kita pun akan jauh lebih damai.
regi yang mendapat notif dari atasannya pun langsung membuka pesan itu
π±" terimakasih atas doa nya ... insyaallah saya akan berusaha membahagiakan mereka semua.. dan anda juga bisa mendapat kan kebahagiaan yang sama .. oh iya rencananya saya akan memberikan kejutan pada Kiran, saya akan menikahi Kiran di KUA bahkan Raka ikut membantu saya menyiapkan berkas pernikahan tanpa sepengetahuan Kiran. jadi jika anda berkenan apakan anda mau menjadi saksi untuk pernikahan saya dan Kiran dan mungkin anda juga bisa semakin dekat dengan anak anak." regi hanya tersenyum membaca pesan yang di kirim haki, hatinya masih saja sakit kala tau kini Kiran akan menjadi milik orang lain, tapi demi meyakinkan Kiran dan anak anak mungkin dia akan menyanggupi keinginan haki
π±" baik pa... insyaallah saya bersedia... saya juga akan datang bersama dengan ibu san saudara saya.. nanti bapak infokan saja dimana tempatnya.
meski terasa perih melepas kan Kiran tapi regi yakin ini yang terbaik untuk semuanya. regi mencoba memejamkan matanya mengurang rasa sesak di dada dengan memperbanyak istighfar berharap dengan mengucap itu hatinya menjadi tenang.
Sedang di rumah villa haki baru saja meletakan handphone nya berjalan ke luar kamar tapi malah melihat Kiran yang sedang berdiri menghadap jendela yang Kiran buka tirai dan jendelanya sehingga angin laut masuk dengan bebas ke dalam villa menerpa tubuh Kiran. kiran memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa tubuhnya sampai sepasang tangan memeluk nya dari belakang. sontak saja Kiran melepaskan pelukan haki pada dirinya.
" maaf..". haki menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
" iya ngga papa.. aku mohon jangan seperti ini... malu sama anak anak.. lagian kita belum halal yang ad malah menimbun dosa.."
" jadi..." haki memutar tubuh Kiran agar menghadapnya.
" apa..??"
" kalo udah halal boleh kan.. ??? ah jadi ngga sabar halalin kamu, apa kita cari ustad aja ya sekarang... "
plakkk.. bukan jawaban manis yang hakiki dapat tapi pukulan di tangannya siapa lagi klo bukan Kiran pelakunya.
__ADS_1
" sayang.. anak anak udah tidur semua?? haki bertanya karena merasa sangat sepi di villa sebesar ini. tapi haki tidak sadar panggilan sayangnya membuat semburat kemerahan di pipi Kiran.
" udah mungkin mereka kelelahan karena perjalanan jauh.. memang kamu ngga cape...?"
" engga lelahku hilang saat melihat kamu ap lagi kalo di kasih imun sama kamu aku pasti bisa langsung semangat lagi..." haki mulai meracuni otak Kiran
" di kasih imun...??? vitamin maksudnya...maaf aku ngga bawa vita..." belum selesai Kiran mengucapkan kata vitamin haki sudah menunjukan vitamin yang dia maksud.
ya haki mencium bi bir Kiran yang sedari tadi tidak berhenti bicara bahkan sejak tadi sore haki menahan diri agar tidak menci un Kiran di depan anak anaknya. haki mengeksplor seluruh yang ada di dalam mu lut Kiran mengabsen setiap inci bahkan membelit Indra perasa Kiran, sedang Kiran yang sangat jarang berciuman terlebih di bi bir hanya diam menikmati. haki melepaskan ciuman nya dan berbisik pada kiran.
" balas ciuman ku... aku janji hanya sebatas ini. tapi aku ingin kamu juga menikmati bukan hanya aku.." Kiran yang mendapat bisikan seperti itu malah membuat tubuhnya meremang bagaimana tidak haki mengucapkan itu tepat di atas tengkuk dekat telinga. haki memang sengaja melakukan itu iya hanya ingin tau apa kiran masih bisa mengendalikan dirinya atau tidak.
haki mulai mendekatkan bi birnya lagi dengan bi bir Kiran bahkan kini Kiran sudah membuka sedikit bi birnya agar haki mudah memasukan Indra perasa nya dan kini Kiran mulai membalas apa yang hakiki lakukan padanya. kiran menikmati apa yang di lakukan haki padanya meski hany sebatas ciuman di bi bir. setelah dirasa pu as haki dan Kiran menyudahi aksinya.
" terima kasih karena tidak Melawati batas... aku janji setelah kita halal nanti kmu bisa melakukan semuanya dan semua dan sepuas kamu... " ucap Kiran sembari menghapus bekas liur yang msih menempel di bi bir haki, ya Kiran akan belajar dari kegagalan rumah tangganya dengan regi agar tidak terulang lagi
Tapi Kiran sadar jika apa yang dirinya lakukan bersama haki itu salah, Kiran melepas pelukannya dri haki dan mulai berjalan menuju kamar nya untuk beristirahat.
" hei mau kemana?? haki seolah enggan melepas kiran... aku mau istirahat udah ngantuk.haki pun membiarkan kiran menuju kamarnya karena dia tau Kiran bukan wanita yang mudah melakukan dosa bahkan semenjak putusan cerai d empat bulan lalu dirinya baru dua bulan ini dekat dengan Kiran bahkan selama dua bulan itu pun hanya dua kali kiran memeluknya yaitu saat semalam sebelum lamaran dan saat tadi.
" ahhh jadi ngga sabar mau halalin kamu "
dua hari pun berlalu begitu cepat..kini haki sedang bersiap bersama dua bidadari nya Aya dan Caca, haki memakai kemeja Hem putih sedangkan Aya dan Caca mereka memakai gaun berwarna abu yang nanti akan samaan dengan Ara dan Kiran sedang Raka dan Randi memakan kemeja Hem puti juga sama dengan haki..
__ADS_1
haki dan dua bidadari nya sedang menunggu Kiran yang sedang bersiap.. tapi yang kiran tau diri ya Kan menghadiri pernikahan tapi iya tidak mengetahui pernikahan siapa yang di maksud.
kiran keluar dengan kebaya seni modern berwarna abu senada dengan Aya Caca dan Ara. haki yang melihat Kiran sungguh takjub dengan kecantikan alami yang Kiran miliki.
" kamu cantik sayang..." haki yang tidak sabar menghampiri Kiran dan mengulurkan tangan agar Kiran bisa berpegangan padanya.
" terima kasih.. tapi apa ini tidak berlebihan.." Kiran cenderung tidak percaya diri karena memang dirinya jarang menggunakan kebaya modern.
" ngga kamu cantik banget malah.. yu nanti kita telat..." haki menuntun Kiran menuju mobilnya karena semua anak anaknya sudah berada di dalam mobil semua..
haki bahkan membukakan pintu mobil bagian depan untuk Kiran.
" terimakasih ..." ucap Kiran merasa tersanjung dengan perlakuan haki.
" sama sama.." setelah mengucapkan itu haki menutup pintu dan langsung memutar menuju kemudi mobil. mobil pun melaju membelah jalanan yang mulai lenggang karena waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi. tak terasa mobil yang membawa Kiran dan anak anak berhenti di kantor urusan agama.
" haki... kok kita berhenti di sini... ??" kiran heran karena yang iya tau dirinya akan menghadiri pernikahan.
" kita yang akan menikah hari ini.."
βοΈβοΈβοΈnah kan... masa mempelainya ngga tau kalo mau nikah.. terus apa regi benar benar datang di pernikahan Kiran dan haki..!!!
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi
love you moreeeee πππΉ