
Nikah itu suatu sunah yang jika memang telah sanggup dan memang ada jodohnya maka harus di segerakan agar kita bisa menjaga Marwah dan terhindar dari zina.
" kita yang akan menikah hari ini.."ucap haki saat berhenti di depan kantor urusan agama.
" kamu yakin...??? bukan kah kita harus mengurus berkas pengajuan pernikahan dulu ... ngga bisa langsung Dateng terus bilang " pak penghulu kami mau nikah " ??? "
" lagian aku ngga bawa berkas apapun bahkan saksi dari pihak ku saja tidak ada..?? " kiran sungguh bingung dengan jalan pikiran haki...
" kata siapa belum ngajuain...??? aku sama Raka udah ngurus semuanya..." ucap haki meyakinkan sambil melihat Raka yang berada di kursi belakang seolah minta dukungan.
" iya Bu Raka udah serah kan semua berkasnya sama ayah haki jadi hari ini ibu sama ayah haki bisa langsung nikah..
" terus saksinya gimana ...?? walau pun kamu menikahi seorang janda tetap harus ada wali dan saksi bukan..." kiran masih tidak percaya bahwa hari ini dirinya yang akan menikah bukan menghadiri pernikahan.
" semuanya udah siap... kamu percaya sama aku kan..??" haki menggenggam tangan kiran berusaha meyakinkan bahwa semuanya memang telah iya persiapkan dengan sangat baik.
Meski masih ada keraguan di hati Kiran, bukan ragu soal hati tapi saksi dan wali yang memang harus ada dalam pernikahan. kiran mencoba meyakinkan bahwa memang haki sudah menyiapkan semuanya. kiran hakiki dan anak anaknya keluar dari mobil menuju kantor KUA, tapi saat masuk kedalam kejutan yang lebih besar sudah menunggunya.
" wa mika ... wa Wili.. " Kiran langsung mencium tangan Kaka sepupunya dengan takzim. kejutan yang haki berikan Belum berhenti sampai di situ...
" kiran .." kiran mengenali suara itu... suara yang hampir lima bulan ini tidak iya dengar...
" ibu...." kiran berbalik menghadap asal suara dan benar saja Bu Desi berdiri tepat di hadapannya.
" ibu..." kiran mencium tangan Bu Desi dengan takzim lalu memeluk erat seolah menyalurkan kerinduan nya pada Bu Desi tanpa terasa air mata bahagia mengalir di pipinya.
" kiran... gimana kabar kamu... ??? kayaknya sehat " ucap Bu Desi sambil menghapus air mata Kiran yang membasahi wajah kiran di akhiri kecupan di kening Kiran..
__ADS_1
" sayang... kiran... dengerin ibu... sekarang saatnya kamu untuk bahagia...buka lembaran baru dengan orang yang ibu yakin sangat mencintai kamu... bahkan dia yang datang langsung ke ibu dan meminta ibu menemani kamu di hari bahagia ini.." Kiran hanya mengangguk dan memeluk Bu Desi kembali.
" Ki...." kiran melihat ke arah suara, ya dia adalah regi mantan suami nya dan ayah dari anak anaknya sampai kapan pun.
" mas regi..." regi hanya tersenyum kala Kiran telah mengganti panggilan untuknya, tidak ada lagi sebutan ayah...
" Ki..kamu harus bahagia, maaf atas segala kesalahan yang pernah aku lakukan sama kamu, insyaallah mas ikhlas lepasin kamu... jadi kamu harus bahagia..."
kiran hanya mengangguk tanpa ingin membalas ucapan regi.
" soal saksi kali tenang Ki... mas sama wa Wili yang akan jadi saksi kamu " Kiran yang mendengar ucapan regi malah menatap hakiki dan hakiki mengangguk membenarkan ucapan regi.
" baik... karena mempelai nya udah hadir ... saksi juga sudah ada... dan temu kangen juga udah... jadi apa sudah bisa di mulai... pernikahan nya???
" sudah pak..." haki menjawab lantang dan di ikuti gelak tawa semua orang yang ada di sana
Acara ijab Kabul pun terlaksana dengan lancar dan Hidmat bahkan suara hati menyelimuti ijab Kabul saat haki memberi mahar lantunan surat Ar Rahman, Kiran bahkan meneteskan air matanya sungguh iya tidak percaya hakiki memberi mahar yang begitu indah melebihi emas permata.
setelah acara ijab Kabul selesai dan penandatanganan berkas pun usai hakiki memboyong semua yang menghadiri pernikahan nya dengan Kiran ke sebuah resto yang tidak jauh dari kantor KUA sebagai ungkapan syukur atas pernikahan nya.
Mereka menikmati hidangan yang memang sudah di pesan hakiki di resto itu,bahkan Caca dan ara sangat menikmati acara pernikahan orang tua nya.
" Ki... wa kayaknya langsung pulang abis ini.. kasihan neng ngga ikut dia kan sekolah.." wa mika pamit pada Kiran karena tidak bisa lama meninggalkan anaknya.
" iya wa.. makasih udah Dateng ke sini maaf Kiran ngga tau kalo uwa datang ke sini... mas haki ngga bilang sih kalo wa mika sama wa Wili datang.
" cieee mas haki nih yeeee" semuanya sontak menggoda Kiran yang sudah merubah panggilannya untuk haki.
__ADS_1
kiran hanya bisa menunduk jangan tanya wajahnya seperti apa bahkan tomat merah aja kalah merah sama wajah Kiran...sedangkan haki hanya tersenyum mendengar Kiran yang sudah merubah panggilannya.
Setelah semua hidangan yang di sajikan hampir habis, satu persatu dari mereka berpamitan kembali ke rumah masing masing bahkan haki memboyong langsung Kiran kerumah nya yang memang sudah di rombak sesuai ucapannya yang ingin menambah kamar..
kiran yang memang pernah datang ke rumah haki dulu begitu takjub melihat tampilan rumah haki yang sudah di rombak oleh haki.
Aya dan Caca sibung memberitahu kamar untuk Rara Randi dan Ara sesuai pesan ayahnya sebelum berangkat ke pernikahan.
kini di ruang tamu rumah haki hanya ada haki dan Kiran, haki memeluk Kiran dari belakang meletakan tangannya di Perut Kiran dan dagu yang iya letakan di pundak Kiran.
" kamu suka...??" ucap haki di akhiri kecupan di pipi Kiran.. Kiran hanya mengangguk mengiyakan tanpa menolak apa yang sedang di lakukan haki padanya.
" kamu mau lihat kamar kita..??" kalimat itu bukan sebuah pertanyaan tapi ajakan karena tanpa menunggu jawaban Kiran haki sudah menarik tangan Kiran menuju kamarnya yang berada di lantai dua. sampai di kamar Kiran di buat takjub dengan interior yang sudah haki design bahkan ada bunga di atas tempat tidur meski bukan seperti di novel atau di tv tv yang meletakan kelopak bunga mawar yang banyak membentuk love. hanya ada tujuh tangkai mawar yang memiliki arti tujuh anggota keluarga mereka yang baru.
hakiki memeluk Kiran dari belakang dengan posisi yang sama seperti saat di ruang tamu tadi tapi kini tangannya tidak seperti tadi.. kini tangan itu bergerilya menyentuh apa saja yang di lewati. hakiki membalikan tubuh Kiran agar menghadap nya.
hakiki menatap kiran dengan penuh kelembutan. tapi tangan kanan haki yang memegang tengkuk Kiran dan tangan kiri HKI memegang dagu Kiran .. sungguh haki merindukan ciuman yang pernah iya dan Kiran lakukan di villa dua hari lalu...
" sayang... Ki...
✍️✍️✍️ nungguin ya... belah duren nya masih siang... tadi haki request nanti malam aja biar ngga di ganggu anak anak..
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1