Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Rapuh


__ADS_3

" mungkin Ara sedang rindu dengan ayahnya.. tadi dia sempat mengigau memanggil ayah nya..." Tanpa menjelaskan apa pun Kiran hanya menyampaikan itu agar Kiki tidak banyak bertanya lagi tentang rumah tangga nya. Tanpa sadar saat berbicara tadi iya baru melihat dengan jelas wajah lelaki yang sudah lama iya kenal tetapi baru sekarang bertemu lagi bahkan di situasi yang kurang baik.


" keluarga anak arasya.." seorang suster membuyarkan pemikiranku tentang orang yang berada tak jauh darinya. sambil menghampiri Kiran pun menjawab panggilan suster tersebut dan bergegas masuk di ikuti oleh hakiki.


" dok bagaimana keadaan anak saya.." kekhawatiran terlihat jelas di mata Kiran melihat arasya yang terbaring lemah sembari memejamkan mata, ku tebak Ara sedang tidur mungkin pengaruh obat yang di berikan dokter aga panas dalam tubuh Ara bisa segera turun.


" Alhamdulillah anak ibu sudah melewati masa kritisnya untung ibu cepat membawa anak ibu ke rumah sakit karena pada seusia anak ibu panas tinggi sangat berakibat kurang baik bagi tubuh bila tidak di tangani dengan tepat terlebih anak ibu memiliki riwayat kejang " penjelasan dokter membuat hati Kiran sedikit lebih tenang kini yang iya pikirkan adalah Raka dan Randi mereka pasti ketakutan di rumah hanya berdua.


" terus sekarang bagaimana dok apa Ara sudah bisa di bawa pulang..? " pertanyaan yang sebenarnya Kiran bisa menebak akan seperti apa jawaban dokter kala kondisi Ara yang blm stabil sepenuhnya tapi tetap saja Kiran menanyakannya.


" klo saya sih menyarankan untuk di lakukan perawatan intensif setidaknya sampai besok pagi, kita observasi dulu jika panas tubuh Ara tidak tinggi lagi setelah 8 jam ibu bisa membawanya pulang tapi jika panas tubuhnya masih seperti sekarang sebaiknya di rawat sampai benar benar sehat. "

__ADS_1


." baik dok... terima kasih penjelasan nya..." sembari duduk di samping ranjang tempat Ara di tangani tadi Kiran hanya diam dia bingung harus seperti apa.


Huhhhh..... helaan napas Kiran sampai terdengar oleh hakiki sebab dia masih setia menemani Kiran di sana. sungguh tidak tega baginya meninggalkan Kiran sendirian dalam situasi seperti ini.


Setelah memikirkan semuanya Kiran akhirnya mengambil handphone yang iya simpan di dalam Sling bag menghubungi seseorang yang menjadi penyebab Ara seperti ini. ya karena begitu merindukan dan merasa kehilangan sampai sampai arasya jadi sakit seperti ini.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“žkringggg


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“žkringggg


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“žkringggg

__ADS_1


Setelah memastikan bahwa sambungan telepon nya tidak terangkat Kiran mencoba menelpon nomer lain yaitu nomer handphone Raka .


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“žkriingggg


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“žkriingggg


Baru dua kali sambungan telepon sudah ada jawaban dari orang yang berada di seberang telepon..


๐Ÿ“ฑ" assalamualaikum Raka .. ini ibu .." heninggg sungguh Kiran tidak tega membiarkan anaknya tidur berdua di rumah tapi tidak ada jalan lain karena tidak ada pilihan untuk saat ini.


๐Ÿ“ฑ" waalaikum sallam... iya Bu... bagaimana keadaan Ara Bu... ibu kapan pulang...." sungguh rapuh hatinya di saat seperti ini regi tentang ada dimana dan sedang apa.

__ADS_1


๐Ÿ“ฑ" Raka dengarkan ibu... Ara harus di observasi di sini sampai besok pagi kalo sampai besok masih panas harus di rawat... Raka berani tidur berdua sama Randi ... ibu ngga bisa pulang... tadi ibu coba telepon ayah tapi mungkin ayang sedang sibuk jadi tidak mendengar telepon dari ibu..." ucap Kiran menjelaskan agar Raka mengerti.


โœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธ regi regi.... anak sakit lu malah lagi asik nikmatin surga dunia bareng istri baru Lo... ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜กdasar...


__ADS_2