
Saat kita mencintai Karena Allah kita akan merasakan ketenangan dan kenyamanan yang begitu indah di banding mencintai karena nafsu.. saat kita mencintai karena nafsu semuanya hanya berfokus pada fisik tapi jika kita mencintai karena Allah bukan hanya fisik tapi pribadi orang tersebut yang bisa mendekatkan kita padanya.
Hakiki yang baru saja mendapat telepon dari sekretaris nya jika ada seorangpun wanita yang ingin bicara dengan regi tanpa bisa menunggu walau sebentar.
Tok tok tok
" masuk... " tak lama muncul Orang yang sudah di duga oleh hakiki siapa lagi kalo bukan Rara.
" Ra kamu ngapain ke sini..??" regi yang kaget dengan kehadiran Rara di kantornya langsung menanyakan pada Rara..
" aku nyari kamu mas... " ujar Rara tanpa rasa sungkan di hadapan hakiki atasan regi di kantor ini.
" maaf pak... saya keluar dulu..." ucap regi pada hakiki Karena merasa malu dengan sikap rara dan langsung menarik tangan Rara dari ruangan atasan nya.
Regi masih menarik tangan Rara keluar kantor menuju tanama yang terletak di depan kantor mereka.
" Ra kamu tuh kenapa nyusulin aku sampe ke sini..? regi sangat marah pada Rara yang tidak Bisa mengontrol emosinya bagaimana pun teman sekantornya tidak tau status Rara bersama regi, yang mereka tau Kiran lah istri regi.
" kamu yang kenapa mas...??? dari semenjak pergi kemarin pagi kamu ngga ngasih kabar sama aku, jangan kan telepon aku ... aku telepon kamu aja kamu ngga mau angkat...!!! Rara juga menjawab penuh emosi, Rara merasa regi mulai menghindarinya semenjak kejadian kemarin malam di rumah Kiran.
" aku hanya butuh waktu untuk menyelesaikan semuanya ... aku perlu menenangkan diri agar bisa mengambil keputusan yang baik untuk semua...!!! "
Rara menatap nanar wajah regi.. dari wajah regi menyiratkan penyesalan entah untuk apa karena Rara tidak ingin menebak nebak yang mungkin akan menyakiti hatinya.
__ADS_1
" maksud kamu apa mas... kita saling mencintai tidak ada yang salah untuk itu... dan soal Kiran bukankah dia sudah mundur... pasti dia sudah pergi kan??? Rara menjawab penuh keyakinan terlebih soal Kiran yang pergi dari rumah.
Regi yang mendengar ucapan Rara soal Kiran pun menebak jika yang menghubungi kiran adalah Rara tapi darimana dia tau nomor Kiran ..
" jadi kamu yang sudah nelpon Kiran??? apa yang kamu ucapkan sampai sampai Kiran pergi bersama anak anaknya.. " regi semakin emosi bagaimana bisa Rara bisa melakukan hal itu.
" ya aku yang nelpon dia setelah kamu pergi dari rumah dan aku berhasil, dia tidak akan jadi penghalang lagi untuk hubungan kita, kita saling mencintai dan sekarang aku juga sedang mengandung buah cinta kita " Rara mencoba menggapai tangan regi namun regi segera menarik tangannya agar Rara tidak bisa menggapai tangan nya.
" aku kecewa sama kamu Ra .... apa salah Kiran... kamu tau dia sedang sakit ... ditambah perbuatan kita yang menambah beban luka di hatinya.. " regi mulai frustasi mengahadapi keegoisan Rara.
" Kiran ngga punya salah apa apa tapi aku ngga mau membagi kamu sama siapa pun terlebih dia... kamu hanya milikku ... kalau pun dia mati itu jauh lebih baik jadi dia ngga akan sakit hati saat melihat kita bersama.." saat Rara selesai dengan ucapannya saat itu juga tangan regi reflek menampar Rara yang menurutnya sudah sangat keterlaluan..
" kamu sakit Ra...." regi berbalik dan mulai melangkah menjauhi Rara tapi belum juga tiga langkah regi melangkah, regi mendengar Rara yang menjerit kesakitan.
" mas.... auwhhhh...
" kamu kenapa Ra... tunggu di sini mas ambil mobil dulu ok..." Rara hanya menganggukkan wajahnya sembari menhan sakit yang mulai menjalar di perut nya, Rara berusaha menenangkan hati dan pikiran nya berharap janin yang ada dalam kandungannya sehat karena hanya ini yang bisa mengikat regi agar tetap bersama nya..
Tak lam mobil regi sudah berada di dekat Rara, regi turun dari mobil menghampiri Rara menggendong dan meletakan Rara di kursi penumpang agar Rara bisa meluruskan badannya terutama bagian perut nya. regi langsung berlari mengitari mobil mendudukkan diri di belakang kemudi mobil dan melaju membelah jalanan.
regi mencoba bersikap tenang dalam mengendarai mobilnya meski rasa khawatir akan kondisi Rara dan janin nya Karen bagaimana pun janin itu tidak bersalah. hanya butuh tiga puluh menit mobil regi sudah sampai di rumah sakit sari asih. regi menghentikan mobil tepat di depan pintu unit gawat darurat, regi turun mengitari mobilnya dan menghampiri security rumah sakit meminta bantuan membawakan brangkar untuk membawa Rara.
Akhirnya Rara sudah berada di ruang tindakan namun yang membuat regi sangat takut saat dia mengangkat Rara terdapat noda darah di jok mobilnya meskipun tidak banyak tapi tetap saja regi tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada anaknya.
__ADS_1
Regi yang sedang mengkhawatirkan Rara dan anaknya pun ingat akan pekerjaan nya, regi langsung menelpon teman sekantornya agar memintakan izin pada atasannya bahwa saudara nya masuk rumah sakit.
Tiga puluh menit sudah berlalu tapi dokter belum juga keluar dari ruang tindakan. namun setelah menunggu lagi selama lima belas menit akhirnya dokter pun keluar dengan raut wajah lega.
" keluarga nyonya Rara... " regi langsung menghampiri dokter yang tadi memeriksa Rara...
" bagaimana keadaan anak istri saya dok..." sungguh regi sangat cemas pada keduanya meski hatinya masih marah dengan keegoisan Rara tapi tetap saja sebagai seorang ayh regi sangat mengkhawatirkan anaknya.
" Alhamdulillah Bu Rara sudah melewati masa kritisnya.. dan untuk kandungannya Alhamdulillah... kandungannya sangat sehat meski sempat terjadi pendarahan tapi keinginan si janin sangat kuat, mungkin dia ingin bertemu ayahnya dan tak ingin mengecewakan ayahnya yang begitu mengkhawatirkan nya." ucap an dokter membuat hati regi menjadi lebih tenang.
" oh iya pak karena kondisi kehamilan yang masih dalam trimester pertama sebaiknya nyonya Rara di rawat untuk sementara waktu sampai kondisi janinnya benar benar kuat dan tolong jangan membuat ibunya terlalu stress karena mungkin jika ini terjadi untuk kedua kalinya kami tidak menjamin janin nya bisa sekuat saat ini..." regi hanya menganggukkan wajahnya.
Setelah Menjelaskan semuanya dokter pun berlalu meninggalkan regi yang juga bersiap masuk ke ruangan Rara untuk melihat kondisi Rara.
" Ra... aku semakin tidak mengenali kamu... kamu berubah... kemana Rara yang aku kenal dulu yang begitu lembut dan tak pernah menginginkan keburukan untuk orang lain... ku rasa lima belas tahun kita terpisah tidak hanya membuat fisik kita berubah tapi hati kita juga berubah...."
" aku baru menyadari sesuatu... yang aku rasakan sama kamu mungkin hanya obsesi yang pernah ingin aku gapai tapi Kiran... dia dan anak ananya adalah cintaku yang sesungguhnya. maaf kan aku... " Tanpa regi tau Rara menetes kan air matanya meski matanya terpejam....
✍️✍️✍️ maaf ya baru sempat up....
kira kira setelah kejadian ini bagaimana hubungan Rara dan regi selanjutnya... dan bagaimana keadaan Kiran...
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya masukin favorit juga boleh ... seneng malah...🤭🤭
love you moreeeee 😍😍🌹