Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Emosi ayah Regi


__ADS_3

" Raka.." bentak regi...


Seketika Raka terdiam tidak melanjutkan langkahnya tapi tidak berbalik masih membelakangi ayah regi.


" sebenernya kamu kenapa.. ??? kenapa ngga sopan gitu sama ayah...??" regi semakin bingung dengan tingkah Raka.


Tapi bukannya menjawab Raka malah melanjutkan langkahnya menuju kamar nya tanpa menjawab pertanyaan ayah regi.


Regi yang marah karena Raka bersikap semakin kurang ajar padanya pun melangkah mendekati Raka dengan tangan yang siap menampar Raka namun belum sempat tangan regi menyentuh pipi Raka Kiran udah terlebih dahulu menarik Raka ke belakang tubuhnya dan tanpa sengaja tangan regi malah menyentuh pipi mulus Kiran.


Kiran yang mendapat tamparan dari regi karena berusaha melindungi anaknya pun hanya bisa menitikkan air matanya merasakan hawa panas di pipinya.


Regi syok karena emosi yang tidak bisa iya kendalikan mengakibatkan iya menampar kiran meski bukan niatnya menampar kiran tapi karena Kiran yang melindungi Raka.

__ADS_1


" Bu maaf ... ayah ngga sengaja... lagian kenapa ibu berdiri di depan Raka..." sembari mengulurkan tangannya mengusap pipi Kiran yang memerah bekas tangannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Kiran.


" ayah yang kenapa??? kenapa mau nampar anak ayah sendiri... " kiran kehabisan kata kata dan berlalu dari hadapan regi sembari menggenggam tangan Raka memasuki kamar Raka.


" mas udah solat isya belum..? meski pipinya masih menyisakan panas tapi Kiran berusaha menahan agar Raka tidak merasa bersalah.


" belum Bu tadi Raka keluar mau ambil wudhu sebelum Raka memanggil ibu tadi..."


" ibu kenapa nangis... tadi Raka liat ibu nangis.. " Raka begitu penasaran kenapa ibunya sampai menangis apa ibunya juga mendengar seperti yang pernah iya dengar dulu bahwa ayahnya sedang menelpon wanita lain.


Raka hanya diam beberapa saat setelahnya Raka menatap ibu yang begitu iya sayang, yang telah melahirkan nya ke dunia ini. Saat ini sedang di khianati oleh ayhnya sendiri. meski Raka baru berumur 13 tahun tapi iya tau bahwa ayahnya kini mengkhianati ibunya. setelah memikirkan dengan baik akhirnya Raka membuka suaranya.


" Bu... sebenarnya raka lagi kesel sama ayah.. ayah ngga ada saat Ara sakit trus ayak juga ngga ada saat ibu sakit .. apa begitu penting pekerjaan ayah sampai sampai handphone nya ngga bisa di hubungi saat kita butuh dia. Apa ayah tau saat harus nya ayah yang ada di samping kita tapi malah om hakiki yang selalu ada saat kita kesulitan. jadi wajar kan kalo Raka marah sama ayah..." Raka mengutarakan apa yang iya rasakan walau masih ada kebenaran yang iya sembunyikan dari ibunya.

__ADS_1


" kamu harus tenang Raka... tidak baik kita terlalu mengikuti emosi kita karena saat emosi menguasai pada akhirnya yang kita peroleh hanya penyesalan.." seolah nasihat itu Kiran tujukan juga untuk dirinya sendiri.."


Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka terdengar oleh regi yang berada di belakang pintu raka yang tidak tertutup sempurna.


' jadi karena ini kamu marah dan bersikap tidak sopan sama ayah mu sendiri bagaimana kalo kamu tau ayah sudah mengkhianati ibu mu' gumam regi dalam hati sambil berlalu menuju kamar nya dengan Kiran untuk mengistirahatkan tubuh dan emosi nya karena Raka.


Regi langsung mendudukkan dirinya di atas tempat tidur sembari mengambil handphone yang sedari tadi terus bergetar di saku celananya nya.


📞" halo Assalamualaikum sayang..." suara lemas Regi membuatnya khawatir mungkin kah ada masalah yang sedang di hadapi sahabatnya.


📞" halo waalaikum sallam sayang..


kamu kenapa...?Rara berusaha mengorek apa yang sedang di alami regi.

__ADS_1


📞" aku ngga papa kamu tenang saja..." ucapan regi membuat Rara sedikit lebih tenang sekarang.


__ADS_2