
🎬🎬🎬
kiran yang sedikit heran dengan kedatangan regi dan ayu ke rumahnya pun langsung menanyakan tujuan datang nya ke rumah ini.
" tenang Ki... aku kesini hanya mau minta maaf.."
" maaf...??? "
" untuk apa .??"
" untuk ucapan ku semalam tentang anak anak, mungkin aku hanya iri dengan kebahagiaan kalian.. sungguh aku menyesal. aku mohon kamu jangan berubah... jangan jauhkan aku dari anak anak setelah ini.." ucap regi penuh penyesalan
jika kalian bilang regi labil mungkin benar.. sebentar move on tapi saat melihat kebahagiaan Kiran move on nya gagal ambyar. tapi itulah manusia jika tekadnya untuk move on masih tipis maka akan mudah goyah.
kiran hanya mendengarkan tanpa ingin menjawab regi.
" mba ... kami sudah menikah.. doakan kami agar kami juga bisa hidup bahagia seperti mba dan mas haki.. doakan mas regi juga agar dia bisa membuka hatinya untuk saya..." kiran menautkan kedua alisnya sambil menatap ayu karena tidak paham dengan maksudnya.
" mas regi menyesal telah menduakan mba dan menyakiti anak anak.. dia juga sempat meminta rujuk kan sama mba..?? " kiran hanya mengangguk.
" dan puncaknya semalam saat tau mba hamil mas regi sempat berniat merebut mba dengan merebut anak anak mba agar mba
mau kembali.." Kiran melebarkan matanya saat mendengar apa yang di sampaikan ayu.
" mas .... " kiran menatap tidak percaya dengan apa yang ada dalam pikiran regi.
" apa yang kamu pikirkan mas... apa dengan kamu merebut anak anak akan membuat aku kembali sama kamu mas..??? " kiran sampai geleng geleng kepala dengan pemikiran regi.
" kalo memang aku ingin kembali sama kamu.. dari masa Iddah itu sedang berjalan aku sudah kembali sama kamu mas... tapi aku belajar dari pengalaman.." regi menatap Kiran yang berurai air mata.
" aku sudah memberikan kesempatan sama kamu untuk berubah tapi kamu menyia-nyiakan kesempatan yang aku kasih... bahkan saat aku juga mengikhlaskan kamu untuk kita sama sama mendidik dan menjaga anak anak meski kita ngga bersama kamu malah kembali menyakiti hatiku mas.. dengan dalih kehamilan ku kamu ingin merebut anak anak ku dari sisiku.." Kiran menghapus air matanya dengan kasar.
__ADS_1
" aku tidak pernah menuntut apapun darimu mas karena aku ingin hidup damai tanpa kita saling menyakiti, mungkin yang kamu sakiti bukan fisik tapi kamu menyakiti perasaanku.. bahkan saat aku sudah bukan siapa-siapa kamu lagi..." kiran meluapkan semua yang masih mengganjal di hatinya.
" mba... aku jamin tadi malam terakhir mas regi mengusik keluarga mba.." ayu berusaha membela suaminya
" tapi aku minta mba bisa ngizinin anak anak untuk bisa menginap sesekali bersama kami.." Kiran mengangguk
" ya sudah kalo begitu kami pamit mba.. maaf atas ketidak nyamanan yang mba rasakan.." ayu dan regi pun pamit setelah yakin Kiran mau memaafkan regi.
' aku harap mas benar benar berubah ' gumam Kiran setelah regi dan ayu meninggalkan rumahnya
tak lama setelah regi dan ayu pergi. Raka pun pulang bersama Randi dan Aya. ya Raka bertemu Randi dan Aya di halaman rumah.
" assalamualaikum.. " ucap mereka semua sat memasuki rumah..
" waalaikum salam.. loh Kaka kok udah pulang... ?? kiran yang heran karena sekarang belum jamnya Raka pulang sekolah.
" iya Bu, hari ini pulang cepet, gurunya ada rapat.." jawab Raka
" Randi jangan bicara seperti itu.. baik buruk nya ayah regi tetap ayah kamu nak.. dan ibu ngga suka kamu bersikap kayak gitu.." Kiran memang tidak ingin anak anaknya membenci regi.
Randi dan Raka hanya diam tak ingin membantah ibunya yang benar. sedangkan aya memilih mendekati ibunya.
" ibu udah makan belum ..hari ini Dede kembar nakal ngga Bu.." Aya berusaha mengalihkan pembicaraan tentang ayah regi.
" udah tadi bareng sama Ara sama Caca.. kalian makan dulu sana .. " Kiran mengajak semua anak-anak nya ke ruang makan agar mereka langsung makan siang
pengalihan pikiran saat menghadapi masalah itu memang perlu bukan untuk menghindari tapi agar kita bisa lebih tenang karena jika kita hanya berfokus pada masalah bukan jalan keluar yang kita dapat tapi pikiran buntu yang kita peroleh.
mungkin Aya mewarisi itu semua dari ayah haki dimana dia mulai bisa membaca situasi dan menganalisa. dan Kiran tau jika Aya memang sengaja mengalihkan pembicaraan tentang regi dengan menanyakan keadaan adik kembarnya.
haki melangkah masuk ke dalam rumah kala mendengar suara riuh anak anaknya yang tertawa bahagia, bagaimana tidak.. Ara dan Caca sedang menirukan gaya yang baru saja mereka lihat di tok tok dan itu cukup menghibur Kiran yang masih saja terpikirkan ucapan ayu tentang regi.
__ADS_1
" assalamualaikum... " semua yang ada di ruang keluarga menjawab salam haki bahkan Ara dan Caca berebut untuk lebih dulu menghampiri haki..
" yeee... Ara dulu yang sampe... " ya meski terkadang Ara dan Caca berebut atau berlomba tentang sesuatu tapi tidak membuat mereka saling marah dan membenci jika salah satu dari mereka kalah.
" Ara sama Caca semuanya hebat... bisa buat ibu Kiran bahagia jadi gimana kalo malam ini kita makan malam di luar .. sudah lama kan kita ngga makan di luar... " kiran tau haki hanya ingin membuatnya tidak terus memikirkan ucapan regi.
" mas... kita makan di rumah aja... tapi setelah makan kita bikin kayak barbeque party di halaman depan.. di kulkas ada banyak yang bisa kita olah untuk barbeque.." Raka langsung mengiyakan ide ibunya
" boleh Bu jadi kita ngga perlu capek-capek keluar. terus kalo udah ngantuk tinggal ke kamar tidur deh.."
" kak Raka mah emang jagonya kalo soal tidur... " ucap Aya..
" enak aja.. yang jago tidur itu Randi... tau ngga apa julukan buat Randi..??" tanya Raka pada semuanya, semuanya tampak berpikir tentang julukan Randi
" Caca tau.." ucap Caca sambil mengacungkan tangan nya..
" pelorrrr ... nempel molor..." semua yang ada di sana pun tertawa bahkan Randi pun tertawa karena dia tau itu bukan sebuah ejekan tapi itu bentuk perhatian mereka terhadap dirinya..
kiran melangkah menuju dapur melihat bi Jum yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka semua.
" bi malam ini kita mau adakan barbeque party.. nanti tolong siapkan semua nya..dan bibi juga harus ikut... karena bibi juga bagian dari keluarga kami..
ok bi.." Kiran memang tidak memandang bi Jum sebagai asisten rumah tangga tapi iya menganggap nya seperti keluarga.
✍️✍️✍️ maaf ya lagi kurang pokus...
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1