Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Regi mengetahui semuanya...


__ADS_3

Suami yang baik itu bukan hanya bisa mencukupi harta dunia saja tapi juga dia harus tau apa yang sebenarnya di rasa dan di mau oleh istrinya. meski suami itu bukan dukun yang bisa tau sebelum di kasih tau tapi setidaknya lebih peka terlebih dengan perubahan baik sikap dan tubuh istrinya.


Namun sayang kepekaan regi terhadap Kiran sangat minim... jauh sebelum dia bertemu Rara dan akhirnya menikahinya sebenarnya Kiran sudah sering mengalami sakit kepala yang hebat namun Kiran yang merupakan wanita mandiri berusaha terlihat sehat dan baik baik saja. Untung Kiran memiliki penghasilan yang regi tidak tau dari hasil penjualan online nya jadi disaat iya akan memeriksakan kondisinya iya tidak pernah menggunakan uang yang regi berikan.


Jika saja regi jeli dengan perubahan Kiran mungkin iya tidak akan melakukan kesalahan yang dapat memperburuk kondisi kiran.


kembali ke kantor hakiki dan regi


" bagaimana kondisi kiran saat ini..?? kamu tau kalo Kiran sakit... ???" regi yang bingung dengan pertanyaan atasannya pun akhirnya bersuara.


" maaf pak sayak kira bapak akan membahas masalah kantor.. kalo soal Kiran saya belum bertemunya lagi karena tak lama setelah Kiran datang saya pamit pulang lagi ke kota B." sontak saja jawaban dari regi seperti seseorang yang tidak peduli pada Kiran


" maaf regi... bukan saya ingin ikut campur tapi harus ya anda lebih peka terhadap kondisi kiran, anda tau terkadang Kiran bisa tidak sadarkan diri jika perasaanya sangat tertekan karena rasa tertekannya membuat kepalanya berdenyut nyeri... "


" maksud bapa apa ya... saya ngga ngerti..." regi semakin terkejut dengan pertanyaan atasannya.


" sebaiknya kamu bicara baik baik dengan Kiran, cari solusi terbaik untuk kalian bertiga. dan jika memang kamu masih saja menyia nyiakan dia aku tak akan segan segan mengambilnya darimu karena Kiran berhak bahagia." regi yang syok saat mendengar pernyataan atasannya..


" maksudnya apa ya... bapa suka sama istri saya..??" tiba tiba saja regi marah pada atasannya karena iya menaruh hati terhadap Kiran.


" jauh sebelum kamu kenal sama Kiran saya sudah kenal dan sayang sama dia.saya membiarkan dia bersama kamu karena dia meyakinkan saya bahwa kamu bisa membahagiakan dia namun apa yang terjadi sama Kiran membuat saya menyesali keputusan saya membiarkan Kiran bersamamu..." karena tak tahan hakiki mengutarakan perasaan nya yang menyesali keputusan nya dulu .

__ADS_1


Karena suasana ruangan yang tiba-tiba saja memanas membuat regi memilih keluar dari ruangan atasannya.


" baik pa, kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi saya pamit.." regi pun beranjak dari duduknya melangkah menuju pintu ruangan tapi baru saja tangan regi hendak meraih gagang pintu atasannya mengucapkan sesuatu yang membuatnya syok.


" Kiran mengidap tumor otak..." seolah tersambar petir di siang hari, tubuh regi mematung setelah mendengar ucapan terakhir atasannya, regi memutar tubuhnya menghadap ke atasan nya lagi seolah meminta atasannya mengucapkannya lagi untuk memastikan pendengarannya.


" ya Kiran mengidap tumor otak stadium awal dan peluang untuk sembuh masih sangatlah besar yang penting kondisi hati dan pikiran nya bisa di kendalikan karena stress bisa mempercepat pertumbuhan tumor itu sendiri..." tubuh regi terhuyung mundur hingga bersandar pada daun pintu.


" bagiamana bisa bapak tau sedangkan saya saja suaminya saja baru tau dan itu pun dari bapak..." sungguh regi bingung dengan semuanya, iya telah benar benar gagal jadi seorang suami.


" mungkin kamu tidak tau kalo Kiran sudah dua kali tidak sadarkan diri dan waktu tak sadarkan dirinya bisa lebih dari tiga jam. pertama tiga bulan yang lalu, beberapa hari setelah Ara malam malam di larikan ke rumah sakit, Kiran di temukan tidak sadarkan diri oleh Raka dan dia menghubungi saya karena ayahnya tidak bisa di hubungi. mungkin sedang berduaan dengan istri barunya. " setengah meledek regi.."


" dan yang kedua dan semoga itu yang terakhir, saat itu Randi yang melihat sendiri bagaimana tubuh Kiran yang ambruk di depan matanya. saya menyuruh dokter kenalan saya untuk memeriksa kondisi kiran, kamu tau apa yang dokter itu temukan.. obat obatan untuk menghambat pertumbuhan tumor otak..." tubuh regi luruh bagaimana bisa dia bersenang senang di saat Kiran sedang berjuang untuk sembuh...


Regi ingat betul tiga bulan lalu saat Raka menghubungi nya malam malam saat itu handphone nya tertinggal di mobil dan dia asyik bermesraan mengejar surga dunia sedang Kiran sedang berjuang sendiri tanpa ada yang tau...


Melihat regi yang begitu terpukul dengan kondisi kiran saat ini membuat hakiki memberikan izin cuti pada regi agar bisa menenangkan hatinya.


" sebaiknya hari ini kamu pulang ... saya izinkan kamu. pesan saya cuma satu bahagiakan Kiran..." regi yang mendengar perintah atasannya pun langsung beranjak dari duduknya bersiap untuk pulang dan menemui Kiran...


Regi melajukan mobilnya menuju ke rumah Kiran. meski tangan dan matanya fokus menjalankan mobilnya tapi tidak dengan pikiran regi, iya berusaha merangkai kata yang pas untuk meminta maaf pada Kiran..

__ADS_1


Tak terasa mobil yang membawa regi telah sampai di halaman depan rumah Kiran. Regi bergegas mengetuk pintu karena rumah yang terlihat sepi dengan pintu yang tertutup.


tok tok tok...


tak lama terdengar orang yang sedang berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.dan yang membuka pintu ternyata Bu Desi.


" Bu... assalamualaikum... " regi mencium tangan ibunya tapi langsung di tepis Bu Desi.


" Bu Kiran dimana... ada yang harus regi bicarakan serius..


" Kiran pergi ... "


✍️✍️✍️ kira kira Kiran pergi kemana... kabur kah... atau ada hal lain yang membuat Kiran pergi...!!!.


maaf ya baru bisa up tugas dunia nyata sedang menumpuk...


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi...


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2