
haiiiiii... terima kasih buat yang sudah meluangkan waktu buat baca cerita receh ku... semoga kesehatan keselamatan dan kebahagiaan selalu menyertai kalian semua... buat yang baru gabung salam kenal dari R-khaππ jangan lupa like dan komennya ya biar khaππ makin semangat berkarya βΊοΈβΊοΈ
happy reading βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
" Bismillah.... baik Bu regi bersedia menjadikan Rara istri regi.. berusaha menjaga dan membahagiakan nya ... ibu harus kuat ... ibu harus sehat agar bisa melihat Rara menikah dan bahagian
Tak terasa menetes sudah air mata Rara melihat keikhlasan regi menuruti keinginan ibunya.
" terima kasih nak regi.. arhhh... ya Allah... nah regi.." dengan suara yang putus utus karena nafas yang kian susah ia dapatkan ibu terus saja menyampaikan semua yang masih tertahan di hatinya
" nak... " sambil melambaikan tangan pada Rara agar mendekat dengan regi..
" bisakah kalian menikah sekarang.. ibu hanya ingin Rara bisa bahagia sebelum ibu tiada.. uhuukkkk... uhuukkkk.. huuuuhhhh.." sambil menyatukan tangan Rara dan regi dengan sorot mata penuh pengharapan pada keduanya.
__ADS_1
Tak ingin menyesal karena tidak bisa mengabulkan permintaan sang ibu akhir Rara setuju setelah menatap mata regi yang kebetulan sedang menatapnya seolah memerintahkan untuk menyetujui semua keinginan ibunya..
" baik Bu ... Rara dan regi akan menikah sekarang... tapi ... siapa yang akan menikahkan kami Bu..." kebingungan di rasakan Rara atas permintaan ibu yang mendadak dan dalam keadaaan seperti ini.
" Ra... kamu telepon saja ustadz Jefri imam mushola di tempat kita.. " ucap ibu dengan raut wajah yang kian memucat...
Tanpa menunggu lama Rara pun menelpon ustadz Jefri dan menceritakan apa yang ibunya inginkan, setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya ustadz Jefri pun setuju datang ke rumah sakit untuk menikahkan Rara dan regi.
Setelah menunggu sekitar 30 menit ustadz Jefri pun tiba yang langsung di sambut oleh regi sekalian memperkenalkan diri.
" waalaikum sallam saya Jefry Al Karim, baik apa semua persyaratan pernikahan sudah siap semua.." sambil memasuki ruang penanganan pasien mendekati Rara yang sedang menemani ibunya.
" insyaallah ustadz tapi mungkin Rara menggunakan wali hakim karena yang iya miliki hanya ibunya saja.."
__ADS_1
" assalamualaikum Bu Arin... bagaimana keadaan ibu saat ini ... " sapa ustadz Jefri ke ibunya Rara yang masih dengan nafas yang tersendat.
" Alhamdulillah seperti yang ustadz lihat, pa ustadz saya mohon anda bersedia menikahkan Rara dengan regi, saya ingin sebelum saya pergi meninggalkan Rara saya ingin melihat rara menikah... "
" baik Bu insya Allah saya akan membantu menikahkan nak Rara dengan nak regi.. tapi maaf sebelumnya apakah pernikahan ini tidak ada yang di beratkan.. "
" insyaallah pa saya dan Rara ikhlas menjalankan pernikahan ini... ." ucap regi mantap saat menata Rara
Akhirnya apa yang ibunya Rara inginkan selama ini terlaksana. bisa melihat anaknya bahagia dengan orang yang dia cintai. mungkin akan berat di awal karena regi yang sudah mempunyai anak dan istri, tapi ibunya Rara sangat yakin anaknya sudah bersama orang yang tepat..
Sesaat setelah ijab kabul selesai di ucapkan regi kepada Rara.. ibunya Rara menghembuskan nafas terakhir nya dengan tersenyum setelah di tuntun dua kalimat syahadat oleh pa ustadz Jefri..
" ibuuuuuuu..... " teriakan Rara menyayat hari regi karena di saat pernikahan nya disaat itu pula sang ibu mertua meninggal...
__ADS_1
" ya Allah apa kiran tau suaminya menikah lagi .." ucap seseorang yang melihat saat regi mengucapkan ijab Kabul tadi
βοΈβοΈβοΈβοΈ kira kira apa kiran tau ngga ya kalo suaminya suaminya sudah menikahi wanita lain...π€π€π€π€