
Kalian pernah mendengar sebuah ungkapan seperti ini " laki laki itu tidak di tuntut untuk setia tapi dia di tuntut untuk bertanggung jawab " tapi itu semua tidak ada pada diri regi karena baik kesetiaan dan tanggung jawab iya gagal menjalankan nya. maka dari itu selagi tidak bisa berlaku adil maka belajarlah untuk setia.
Setelah menelpon hakiki dokter amir pun langsung membawa Kiran ke rumah sakit tempatnya praktek menggunakan mobilnya karena jika menunggu ambulans maka membutuhkan waktu yang lebih lama.
Dokter Amir mengangkat tubuh Kiran di ikuti oleh ibunya regi Randi dan Ara mereka seolah tak ingin terpisah dengan ibunya. Randi berlari mendahului dokter Amir untuk membantu membukakan pintu rumah dan pintu mobil. nenek Randi atau Bu Desi ibunya regi mendudukkan diri di kursi penumpang untuk menjadikan pahanya untuk alas Kepara Kiran sedangkan Randi dan Ara memilih duduk di depan.
Dokter Amir pun melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit karena jalanan yang mulai lenggang. dokter Amir bergegas turun dan memutari mobilnya membuka pintu bagian penumpang untuk mengeluarkan Kiran di bantu sekuriti rumah sakit. Bu Desi , Randi dan Ara hanya bisa mengikuti kemana dokter Amir membawa menantu dan ibu mereka.
Kiran langsung mendapatkan penanganan oleh dokter jaga di bantu dokter Amir karena dokter Amir menebak ada yang tidak baik yang sedang di rasakan Kiran. sedangkan Bu Desi Randi dan Ara hanya bisa menatap nanar pintu ruang penanganan berharap semuanya baik baik saja.
" nek... ibu ngga papa kan ??? " Ara yang baru pertama melihat ibunya sakit hingga tak sadarkan diri pun takut akan terjadi sesuatu yang buruk pada ibunya
Bu Desi dan Randi hanya bisa menganggukkan kepalanya karena sejujurnya mereka pun memikirkan apa yang Ara pikirkan. Tak lama dokter Amir dan dokter jaga pun keluar dari ruang tindakan karena mereka telah selesai memeriksa kondisi kiran
" bagaimana keadaan menantu saya dok.." Bu Desi dengan tidak sabarnya langsung menanyakan keadaan Kiran.
" tunggu dok " Raka yang duduk di kursi roda yang di dorong oleh hakiki saat melihat Randi berdiri di hadapan dokter di depan ruang tindakan pun sontak berteriak karen iya yakin dokter akan penjelasan hasil pemeriksaan nya.
" kita observasi dulu Bu malam ini jika Bu Kiran tidak jug sadar sampai besok pagi kita akan melakukan pemeriksaan menyeluruh..." ucap dokter Amir sambil melirik hakiki dan dokter pun sempat bingung kenapa hakiki terlibat dengan keluarga ini sehingga memaksanya untuk langsung datang ke rumah Kiran.
Hakiki yang melihat temannya yang kebingungan pun seolah enggan menjelaskan. Dan setelah dokter memberikan penjelasan dokter jaga pun berlalu menuju pos jaga sedangkan dokter Amir berjalan menghampiri Raka yang terduduk di kursi roda rumah sakitnya.
" hai nak kamu kenapa.." bulan Raka yang menjawab malah hakiki yang menjelaskan pada temannya itu.
" dia kesenggol motor di kota B tapi udah di obatin kok di rumah sakit sana.."
" ya Allah Raka kamu kenapa nak..." Bu Desi yang baru sadar cucunya tidak baik baik saja tapi yang membuatnya bertambah bingung kemana anaknya... mengapa malah orang lain yang ada untuk cucu cucunya.
" ngga papa nek hanya kesenggol aja ... Raka yang ngga hati hati..."
" tunggu.... tadi bapak ini bilang kamu kecelakaan di kota B emang kamu abis ngapain di sana... dan sebenarnya kemana ayah mu..."
__ADS_1
Raka yang mendapatkan pertanyaan yang bertubi tubi dari sang nenek reflek menoleh pada om hakiki Seolah menanyakan pendapat nya namun hakiki hanya menggeleng kan kepalanya seolah melarang karena ini bukan waktu dan tempat yang pas, dan Semua itu tak luput dari sorot mata Bu Desi dan dokter Amir.
" sebenarnya ada apa Raka cerita sama nenek..."
" kalo nenek penasaran sama ayah, nenek coba aja telpon ayah dan tanyakan Dia ada dimana dan kasih tau juga kalo ibu masih belum sadarkan diri " tiba tiba saja emosi Raka kembali memuncak jika mengingat ayahnya yang lebih mementingkan wanita itu dari pada anak istrinya yang sedang sakit.
Bu Desi yang melihat Raka emosi saat membicarakan ayahnya pun tak menunggu lama langsung menelpon anaknya dan akan meminta penjelasan nya.
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
namun sampai panggilan itu berhenti tidak ada respon dari anaknya regi, tak patah semangat Bu Desi mencoba menelpon anaknya kembali.
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
📞" halo assalamualaikum... " hening Karen Bu Desi seolah mengenal suara itu.
📞"masss... ada telpon dari ibumu tapi ngga ada suaranya..." setelah dua kali mendengarkan suara itu Bu Desi langsung ingat seorang wanita yang dulu telah membuat hati anaknya terluka tapi kenapa handphone regi ada pada wanita itu.
Belum sempat Bu Desi menjawab sambungan itu malah terputus, karena masih penasaran akhirnya Bu Desi mencoba menelpon lagi nomor regi
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
__ADS_1
📞" halo Assalamualaikum Bu... maaf tadi regi sedang di kamar mandi... ada apa Bu...
📞" kamu yang ada apa ??? kamu dimana regi ???
📞" regi di luar kota Bu ada apa..." regi yang tidak tau bahwa ibunya sedang berada di rumah sakit menemani Kiran, Karena regi menyangka bahwa ibunya berada di rumah dan sambungan telepon pun masih ibu pakai pengeras suara sehingga semuanya bisa mendengar.
📞" ibu ada di kota A.. dan apa kamu tau kalo Kiran sakit... !!!"
📞" apa ... kapan ibu Dateng ... kenapa ngg bilang mau kesana.."
📞" sejak kapan ibu harus bilang dulu sama kamu kalo mau ketemu anak anak ibu.."
📞" bukan gitu Bu... " jawaban regi malah membuat Bu Desi menjadi kesal tapi iya baru ingat jika telepon pertama nya itu yang mengangkat adalah seorang wanita.
📞" regi sebenarnya kamu ada dimana ? regi ... ibu kenal suara itu.. apa dia wanita itu !!! apa kamu tau Kiran sampai saat ini masih tidak sadarkan diri. popoknya ibu ngga mau tau kamu harus kerumah sakit malam ini juga "
Rara yang sedari tadi berada di dekat regi pun menggeleng kan kepalanya seolah tak ingin terpisah.
Tanpa menunggu jawaban regi, ibu Desi langsung menutup sambungan telepon nya.
" Raka bisa jelaskan sama nenek apa yang terjadi.." Raka yang di tanya langsung menoleh pada hakiki dan hakiki pun mengerti tatapannya itu..
" maaf Bu perkenalkan saya hakiki teman Kiran waktu Kiran masih bekerja. dan untuk penjelasan nya nunggu Kiran siuman saja Bu.. "
" Bu maaf sebaiknya ibu istirahat di rumah bersama Raka Randi dan Ara soal Kiran nanti saya yang menjaganya " Bu Desi sesaat melihat cucu cucu nya pun menyetujui usulan hakiki karena bagaimana pun rumah sakit bukan tempat yang baik bagi anak terlebih Raka yang baru saja kecelakaan
✍️✍️✍️ ayo Bu Desi korek semua yang membuat penasaran dari Raka dan apakah regi bisa menuruti permintaan ibunya untuk pulang malam ini atau menunggu pagi sesuai janjinya pada Rara.
makasih buat yang masih setia sama cerita Kiran regi hakiki dan Rara. pantengin terus ya ceritanya agar tau kelanjutannya nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya..
__ADS_1
love you moreeeee 😍🌹🌹