
Ada yang pernah dengar ucapan seperti ini... " jodoh pati bagja cilaka ( jodoh kematian bahagia kemalangan/ kecelakaan ) itu tidak ada yang tau.. kita hanya menjalankan apa yang telah tuhan gariskan.
Di saat Raka sedang mendengarkan penjelasan Regi di waktu yang sama pula Kiran sedang menahan sakit yang tiba tiba menyerang kepalanya... Randi yang saat itu sedang belajar dan Ara yang tertidur karena tidak tidur siang jadi selepas magrib Ara sudah tertidur.kiran hanya berusaha menahan sakit yang iya rasakan dengan meminum obat yang iya beli di warung dekat rumah.. namun bukannya membaik rasa sakit yang iya rasakan semakin menjadi, Kiran yang sedang berada di kamarnya pun beranjak keluar menuju kamar Randi untuk meminta bantuan Randi.
" Ran.... Randiiii... " suara ibu melemah tepat setelah sampai di depan randi dengan tubuh yang ambruk di hadapannya.
" Bu... ibu.... bangun Bu.... tolongggg...." saking paniknya Randi malah berteriak di dalam kamarnya, sambil berusaha menyadarkan ibunya dengan menepuk nepuk pipi ibunya.
" Bu..." air mata Randi jatuh tak tertahan iya juga bingung apa yang harus di lakukan.
tak lama Randi bangun sambil menghapus air mata nya dengan kasar dan berjalan ke arah kamar ibunya mencari handphone ibunya untuk menghubungi kakaknya.
πππ kringggg
πππ kringggg
πππ kringggg
tak lama panggilan Randi pada kakaknya pun tersambung dan di angkat.
π" halo Assalamualaikum kak... Kaka dimana..?
π" halo waalaikum sallam... ini om hakiki... kakak lagi di rumah sakit kenapa???" ya hakiki membawa Raka ke rumah sakit setelah Raka yang mengungkapkan ingin bertemu ibunya tapi malah tidak sadarkan diri akibat tabrakan dengan motor.
π" om... ibu om... ibu ngga sadarkan diri... ayah ngga ada di rumah ... Randi harus gimana om.... ? sambil menangis Randi menjelaskan apa yang terjadi pada ibunya, sedang hakiki yang mendengar Kiran pingsan untuk kedua kalinya pun mendadak emosi kala ekor matanya yang melihat regi yang sedang menemani Rara yang juga di larikan ke rumah sakit karena kram di perutnya.
Sedangkan regi yang berada di ruangan yang sama yaitu unit gawat darurat sebuah rumah sakit tanpa sengaja mendengar hakiki menyebut nama Randi anak keduanya... regi penasaran kenapa Randi menelpon bos nya di kantor.
__ADS_1
π" Randi tenang ok... sekarang kondisi ibu Randi gimana?? "
π" ibu masih ngga sadar om... "
π" ok sekarang Randi cari kayu puti atau balsam di kotak obat... lalu oleskan itu ke hidung ibu agar ibu bisa menghirup nya dan segera sadar.. nanti om panggilkan dokter kenalan om buat ke rumah periksa keadaan ibu ya . nanti kalo Raka sudah sadar dan bisa pulang om langsung pulang ok..."
π" iya om Randi ngerti makasih om.. assalamualaikum.." Randi langsung menutup sambung telepon dan segera menjalankan apa yang di perintahkan om hakiki.
Regi yang mendengar hakiki berbicara di telepon dengan Randi jadi penasaran dengan apa yang terjadi, Regi bangun dari duduknya dan melepaskan genggaman tangannya dari Rara, iya berjalan ke arah bos nya, dengan jarak yang lumayan dekat regi bertanya langsung pada bos nya.
" maaf pak hakiki apa yang terjadi pada Randi.." hakiki yang sadar iya hanya orang luar mau tidak mau harus memberitahu regi apa yang Kiran alami sekarang.
" Kiran tidak sadarkan diri dan Randi bingung harus bagaimana karena ayahnya tidak ada di sana..!!" ucapan hakiki sukses membuat regi menunduk tak berani menatap bosnya.
" apa om... ibu ngga sadarkan diri..." hakiki dan regi langsung menoleh ke arah suara dimana Raka baru saja membuka matanya tapi Raka malah mendengar ibunya tidak sadarkan diri lagi.
" ok kita pulang tapi apa Raka kuat...? sebentar om panggil dokter dulu apa Raka sudah bisa pulang atau tidak.." Raka yang hanya menatap hakiki seolah tidak melihat ayahnya yang berada tepat di hadapannya dan hakiki yang berlalu menuju ruang dokter seperti memberi ruang agar regi bisa berbicara dengan Raka.
" Raka..." ayah regi yang berusaha menggapai tangan anaknya pun langsung di tepis oleh Raka dengan kasar tanpa berniat menjawab.
Rara yang melihat regi seolah diacuhkan oleh Raka pun marah, mungkin karena efek kehamilannya. ya Rara yang saat Raka kecelakaan merasakan kram di perutnya harus bad rest di sebabkan karena Rara yang sedang hamil dan usia kandungannya kini memasuki dua bulan.
" Raka ... jaga sikap kamu... bagaimana pun dia tetap ayah kamu..." ucap Rara dari atas brangkar rumah sakit. sedangkan Raka hanya diam seolah enggan menjawab pertanyaan dua orang manusia di depannya.
tak lama hakiki kembali ke brangkar Raka bersama dokter jaga setelah hakiki memberitahu keinginan Raka.
" hai Raka... udah sadar...dimana keadaanya... udan enakan... pak dokter periksa dulu ya..." dokter pun melakukan tugasnya memeriksa keadaan Raka dan Alhamdulillah Raka tidak mengalami cedera yang serius hanya luka luar akibat benturan kepala dan kaki dengan jalanan sedangkan tidak sadarkan diri ya Raka karena syok saja..
__ADS_1
" ok ... semuanya bagus tinggal luka jahitannya jangan kena air dulu ya... kalo emang mau pulang boleh... mau nginep nemenin pa dokter juga boleh..." setelah melemparkan candaan pada Raka dokter pun beralih pada hakiki yang dokter pikir adalah ayahnya.
" begini ayahnya Raka .."
degg... regi yang mendengar dokter itu memanggil hakiki ayahnya Raka pun marah karena hanya dia ayahnya raka.
" maaf pa dokter saya ayah nya Raka.." regi yang berdiri di samping hakiki seolah memberitahu kalo dokter salah.
" oh maaf saya kira bapak ini ayahnya dan anda suami ibu ini... " tunjuk pa dokter pada Rara.
Raka yang malas mendengar suara ayahnya pun berusaha menghentikan perdebatan ayahnya deng dokter.
" dok... saya boleh pulang kan... ibu saya di rumah sakit..." sambil berbicara Raka mengatupkan tangannya agar dokter memberikan ijinnya.
" baik lah... tolong di jaga anaknya ya pak, untung Raka hanya mengalami luka luar jangan sampai karena keteledoran, berakibat buruk pada anak. .. ok Raka cepet sembuh ya. Dan untuk administrasi bisa langsung di urus agar cepat bisa pulang dan jagain ibunya ya Raka ... semangat.." pa dokter mengacungkan tangannya memberi semangat pada Raka.
" Raka tunggu sini ya om urus administrasi nya dulu .."
" tidak perlu pa biar saya yang urus Karena saya ayahnya ... " setelah berbicara seperti itu regi menghampiri Rara yang sempat dia tinggal.
" sayang... mas ngurus administrasi kamu sama Raka dulu ya... biar kita bisa langsung pulang juga, Kiran sakit, saat ini Kiran ngga sadarkan diri... kamu ngga papa kan mas tinggal nanti mas anterin kamu ke rumah dulu ok.." Rara hanya diam tak berniat menjawab regi.
Sedangkan hakiki setelah mendengar bahwa regi yang akan mengurus administrasi Raka pun mengeluarkan handphone nya menghubungi seseorang...
βοΈβοΈβοΈβοΈkira kira siapa yang di hubungi hakiki ya... bagaimana keadaan kiran... dan apakah Rara akan membiarkan regi meninggalkan dirinya yang di haruskan bad rest oleh dokter... pantengin terus Ya ceritanya.. jangan lupa like dan tinggalkan jejak ok biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya...
love you moreeeee πππΉ
__ADS_1