Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Memaksa pulang....


__ADS_3

Seseorang pernah mengucapkan kalimat seperti ini..


" senang belum tentu tenang tapi kalo tenang sudah pasti senang " mungkin itu sangat pas untuk regi dimana kesenangannya tidak memberikan ketenangan. ketenangan hanya di didapat saat bersama Kiran dan anak anaknya.


Regi yang menghubungi ibunya pun langsung tersambung tidak seperti saat menghubungi raka.


📞" halo Bu... assalamualaikum "


📞" waalaikum sallam... regi kamu keterlaluan.. !!! " regi yang bingung dengan maksud ibunya sontak bertanya.


📞" memang regi kenapa Bu... kalo karena regi yang belum bisa pulang regi bisa jelaskan..!!"


📞" ibu ngga mau tau alasannya apa, ibu mau kamu datang ke rumah malam ini juga..!! " setelah mengucapkan itu bu Desi langsung menutup sambungan telepon nya.


Regi hanya bisa memejamkan matanya, mencoba jalan terbaik apa yang harus dia ambil. karena regi tau jika ibunya sudah marah maka akan sangat susah membujuknya. setelah dirasa yakin dengan keputusan yang akan dia ambil regi melangkah menuju kamar Rara, dimana terdengar deru napas yang teratur yang menandakan Rara yang tengah tertidur.


Regi mendudukkan dirinya tepat di samping Rara yang sedang tertidur, dengan lembut regi menepuk nepuk pipi Rara berharap rara segera bangun dan ternyata itu berhasil. Rara perlahan membuka matanya yang masih mengantuk menatap regi.


" kenapa mas..."


" maaf ... mas mau pulang dulu ya ke kota A... kamu harus ngertiin mas sekali aja ok..."


" ok..." dengan penuh kekagetan dan kebingungan regi menatap Rara kenapa begitu mudah Rara mengijinkannya sedangkan tadi banyak sekali drama.. belum selesai kebingungan regi, Rara sudah membuatnya syok dengan ucapannya


" ok mas boleh pulang ke kota A tapi aku ikut... kalo aku ngga boleh ikut mas juga ngga boleh pergi... "

__ADS_1


" tapi Ra.... kalo kamu ikut kamu nanti dimana..ngga mungkin aku bawa kamu ke rumah Kiran.."


" kenapa ngga mungkin mas... mau sampai kapan kamu ngumpetin aku mas... aku juga istri kamu... dan anak kamu juga anak anak aku...biar mereka tau kalo aku juga ibu mereka..."


" Ra... sebenarnya kamu kenapa sih... kenapa kamu jadi egois begini... kamu tidak seperti Rara yang aku kenal dulu... Rara ku dulu selalu memikirkan perasaan orang lain.. " regi pun langsung beranjak dari duduknya namun di tahan oleh Rara.


" mas.... aku cuma ngga mau kehilangan kamu lagi ... cukup sekali aku kehilangan kamu mas.... "


" ok kalo kamu masih juga mau pulang ke kota A, baik lah tapi aku tetap akan ikut... kamu bisa mengenalkan ku sebagai teman mu gimana..!!!" regi yang lelah berdebat dengan Rara yang cenderung egois pun akhirnya mengalah tapi dia juga mengajukan satu permintaan.


" ok kamu boleh ikut... tapi kamu ngga akan tidur di rumah Kiran kamu akan tidar di hotel..." setelah mengucapkan itu semua regi beranjak dari duduknya melangkah keluar namun sebelum itu iya pun membantu rara untuk bangun karena bagaimana pun kondisi memang sedang tidak baik baik saja.


Regi mendudukkan dirinya di kursi teras rumah sambil menunggu Rara yang sedang bersiap ikut pulang ke kota A. dan regi berharap semua nya bisa iya kendalikan. Tak lama Rara sudah siap dengan dengan membawa pakaian di tas jinjingnya, Regi yang melihat Rara membawa tas jinjing punyak banyak bertanya biarlah Rara dengan kemauan nya sendiri dari pada nanti terjadi perdebatan lagi.


Regi dan Rara memasuki mobil regi dan setelah dirasa Rara duduk dengan nyaman regi pun melajukan mobilnya menuju ke kota A dengan sangat hati-hati karena jalan yang lumayan padat.


" Ki bangun ... mau sampai kapan kamu tidur Ki... kasihan Raka Randi dan Ara.."


" kamu tahu Ki raka baru saja kecelakaan tapi kamu tenang saja Raka sudah aku bawa ke rumah sakit dia hanya mengalami luka di kaki dan kepalanya, jangan tanya kenapa dia bisa terluka ??? ... kalau memang kamu mau tahu.... kamu harus bangun dan tanyakan sendiri pada anakmu karena aku tidak mau memberitahu sebelum kamu bangun..." tanpa sadar butir bening menetes di pipinya melihat orang yang masih dia cintai san sayangi tidak sadarkan diri untuk kedua kalinya dan itu pun tanpa sebab yang jelas...


" bangun ki .... ini sudah empat jam, ini sudah terlalu lama kamu tertidur.... kalo kamu marah sama regi harusnya kamu keluarkan semua amarahmu Ki ... aku sedih lihat kamu kayak gini .... kamu yang tak pernah mau berbagi dengan semua yang kamu rasakan.... kamu memendam semuanya sendiri " hakiki berusaha menarik kesadaran Kiran berharap jik iya banyak bicara dapat merangsang saraf otak Kiran untuk kembali tersadar.


" kamu bisa cerita semuanya sama aku, aku akan simpan rapat-rapat semua rahasia mu... aku mau jadi tempatmu bercerita dan berkeluh kesah.... jangan kamu simpan sendiri Ki karena itu hanya akan menyakiti diri kamu sendiri..."


" Ki.... Kiran bangun....!!!" hakiki tampak sangat frustasi melihat Kiran yang tidak meresponnya

__ADS_1


" Ki.... bagaimana kamu bisa menyayangi anak-anak kamu sedangkan kamu sendiri tidak menyayangi dirimu sendiri ... aku hitung sampai tiga jika dalam hitungan ke tiga kamu belum bangun aku akan menghukum mu...." hakiki terus saja berusaha menyadarkan Kiran.


" haki... kamu berisik.... pulang sana kalo mau ganggu aku.. " sontak mata hakiki membulat tanpa sadar dia memeluk Kiran seolah ucapan Kiran adalah sesuatu yang indah..


" eh... maaf... aku terlalu senang kamu udah sadar... kamu tuh seneng banget nakutin aku..." hakiki yang tersadar telah memeluk Kiran pun meminta maaf.


" haki... sekarang jam berapa??? aku mau pulang... boleh ...!!!" Kiran yang baru tersadar hanya mengingat anaknya maka dari itu iya ingin sekali bisa pulang menemani anaknya.


" ngga... tadi dokter Amir bilang kamu harus medical check up... ini kedua kalinya kmu kayak gini Ki..." hakiki pun menjelaskan apa yang dokter Amir sampai kan padanya tadi sebelum Kiran sadar.


" ngga usah medical check up... aku udah tau kok aku kenapa.... kamu tenang aja ya... sekarang aku mau pulang.. aku mau sama anak anak ku ... hanya mereka yang aku punya... dan mereka pun hanya punya aku..." hakiki yang mendengar apa yang Kiran sampaikan menarik kesimpulan jika apa yang regi katakan di rumah Rara bahwa Kiran tau iya telah menikah lagi adalah benar.


" Ki ... maaf aku mau nanya... apa kamu tau regi sudah menikah lagi..." namun bukannya menjawab Kiran malah memalingkan wajahnya sebentar tapi sesaat kemudian Kiran menampilkan senyum manisnya yang sontak membuat hakiki terpana... senyum itu yang selalu dia rindukan selama ini...


" haki aku mau pulang... bisa kamu tanyakan sama dokter..!!? aku rindu Raka Randi dan Ara..." Kiran berusaha membujuk haki agar mau meminta ijin pada dokter mengijinkan nya pulang...


" kalo kamu mikirin anak anakmu kamu tenang saja karena mereka di rumah sama Bu Desi..."


" ibu..!!???


✍️✍️✍️hai hai hai... ketemu lagi sama Kiran regi Rara dan hakiki. Kira kira apa ya yang di sembunyikan kiran. dan apakah hakiki berhasil meminta izin pada dokter agar Kiran bis pulang malam itu juga???


sambil nungguin up Kaka Kaka juga bisa mampir di cerita ku yang lain.


Memendam rasa ( andai aku bisa memiliki mu)

__ADS_1


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya..


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2