Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Rindu ayah....


__ADS_3

Terkadang apa yang kita ingin belum tentu kita dapatkan tapi apa yang kita dapat sudah pasti itu yang terbaik karena kita hanya manusia yang sedang menjalankan takdir yang telah di gariskan tanpa tau garis takdir akan membawa kita kemana.


Kiran meyakinkan hatinya bahwa keputusan yang akan dia ambil memang yang terbaik untuk anak anaknya sampai saat datang sebuah pesan yang iya yakini dari Rara karena nomor itu adalah nomor yang sama yang sempat menghubungi nya tiga hari lalu.


📱" kenapa kamu masih saja membelenggu mas regi dengan penyakit mu... tidak cukupkah kamu membelenggu nya dengan pernikahan yang sebenarnya tidak dia inginkan ditambah kehadiran anak anak mu yang menambah bebannya untuk tidak lepas darimu.


📱" kamu egois kalo masih mempertahankan pernikahan ini... jika kamu hanya pergi tapi tidak melepaskan nya dia tidak akan melepaskan mu.


📱" dia tidak akan menceraikan mu terlebih kamu sedang sakit .. untuk apa kamu menceritakan sakit mu... apa agar dia iba dan tidak meninggalkanmu iya....


📱" tolong kasihanilah cinta kami yang sudah terpisah lama, untuk apa kamu mengemis cinta pada orang yang tidak mencintai kamu.


Kiran hanya membaca pesan yang dikirim padanya tanpa ada keinginan untuk membalas pesan itu, tapi Kiran jadi berpikir apa salah dia mengemis cinta pada suaminya sendiri.. apa iya salah mempertahankan ayah dari anak anaknya yang masih butuh kasih sayang ... apa iya salah mempertahankan pernikahan nya.


Perlahan namun pasti sakit kepalanya kini mulai terasa dan semakin menyiksa hakiki yang sesekali melihat Kiran berjalan menghampiri kala melihat Kiran yang mulai memegangi kepalanya yang semakin sakit, hakiki tau Kiran tidak baik baik saja.


" Ki kamu kenapa... apa kepalamu mulai sakit lagi..??? Kiran hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata.


" kamu masih kuat berjalan ... atau aku gendong ya...?? wajah Kiran semakin memucat, dan tanpa menunggu lama hakiki berjongkok di hadapan Kiran menyuruhnya agar menaiki punggungnya, Kiran hanya mengikuti perintah haki.


Setelah dirasa Kiran sudah dalam posisi yang pas di punggungnya hakiki berdiri dan mulai berjalan tapi sebelumnya hakiki berteriak pada Raka kalau dia dan ibunya akan pulang dulu. Raka yang melihat ibunya di gendong hakiki merasa ibunya sedang tidak baik baik saja memilih menghampiri, teh neng, Randi dan Ara mengikuti dari belakang.


Akhirnya mereka semua memilih pulang ke rumah wa mika, sampai di rumah wa mika kaget saat melihat Kiran yang digendong laki laki yang bukan muhrimnya ditambah wajah Kiran yang semakin memucat.


" haki ada apa dengan Kiran " terlihat jelas raut wajah kekhawatiran dari wa mika.


" Kiran sakit wa ... " ucap haki sambil mendudukkan Kiran di kursi ruang tamu.

__ADS_1


" Ki dimana kamu menyimpan obatnya .." jelas sekali terlihat raut khawatir haki pada Kiran dan semua yang ada di sana .


" ada di tas tangan aku Ki di kamar..." haki menatap Raka seolah menyuruh Raka mengambilkan tas yang dimaksud.


Dengan sigap Raka mengambil tas yang dimaksud ibunya dan mengambil obat yang ada di dalam menyerahkannya pada om haki berbarengan dengan wa mika yang membawa air untuk Kiran minum.


Kiran langsung meminum obat dan meminta wa mika membawanya ke kamar untuk beristirahat.setelahnya wa mika langsung menuju ruang tamu dimana ada suaminya dan haki, sedang anak anak Kiran menemani ibunya dikamar.


" haki sebenarnya Kiran kenapa... apa dia ada masalah .. semenjak dia datang kesini dia tidak menceritakan apapun terlebih tentang suaminya.


Hakiki sebenarnya ragu untuk menceritakan masalah Kiran tapi setelah dia pikirkan baik baik hakiki akhirnya menceritakan semua yang iya tau sampai penyakit yang sedang di rasakan Kiran.


wa mika berlinang air mata bagaimana Kiran berjuang selama ini setelah kepergian orang tua nya sekarang saat berumah tangga pun Kiran masih saja harus berjuang untuk kebahagiannya.


" oleh karena itu saya minta bantuan wa mika dan wa Wili untuk mau membujuk Kiran agar kembali ke kota, jika memang dia tidak mau kembali pada suaminya saya masih punya rumah untuk Kiran tinggal dan saya sendiri bisa mencari apartemen untuk saya tinggali.."


" sebenarnya kamu ada hubungan apa sama Kiran... apa kiran juga selingkuh sama kamu karena merasa di khianati suaminya..??? " wa Wili bisa melihat jika hakiki mencintai Kiran dan itu terlihat jelas...


" saya hanya temannya wa.. demi Allah saya dan Kiran hanya berteman, memang benar saya mencintai Kiran tapi jika saya ingin bersama Kiran sekali pun saya ingin melalui jalan yang baik dan tetap tidak mencoreng nama baik Kiran..." ucap hakiki penuh keyakinan.


Tanpa mereka sadari Raka mendengarkan semua yang di ucapkan hakiki baik tentang kesehatan ibunya dan tentang rasa cinta hakiki ada ibunya.


" terus sekarang gimana dengan Kiran... jika memang Kiran mau kembali ke kota saya akan mencari dokter terbaik agar Kiran bisa sembuh maka dari itu tolong yakinkan Kiran wa..." wa Wili dan wa mika hanya menganggukkan wajahnya karena apa yang di ucapkan haki memang benar.


Raka berjalan keluar rumah lewat pintu samping dan duduk di bale bale.


' kenapa ibu menyembunyikan sakitnya ' tanpa terasa air mata tak mengalir di pipi nya

__ADS_1


' kalo memang ibu ngga bahagia sama ayah kenapa ibu bertahan..' Raka menghapus air mata di pipi dengan kasar dikala merasa ada yang berjalan ke arahnya.


" ibu mu hanya tidak ingin membuat anak anaknya bersedih... " hakiki langsung mendudukkan dirinya di samping raka.


" ibu mu hanya ingin kalian seperti anak anak yang lain yang masih memiliki keluarga utuh terlebih Ara yang masih sangat kecil untuk mengerti urusan orang dewasa..."


" Raka masih ingat ucapan om tempo hari... Raka harus bisa menjaga ibu dan adik adik... Raka harus bisa di andalkan andai nanti ibu dan ayah regi berpisah... tapi biarkan ibumu mengambil keputusan yang menurutnya paling baik dan paling benar "


" Raka hanya perlu mendukung ibu mu saja ... karena seorang ibu hanya memikirkan kebaikan dan kebahagiaan anak anaknya.." ucap haki sambil menepuk-nepuk pundak Raka.


" meskipun itu menyakiti hati ibu???" Raka menatap om hakiki


" ya .. karena ibumu cuma ingin kalian bahagia tanpa memikirkan kebahagiaan nya sendiri.. yang meski Raka ingat terus semangati ibu untuk sembuh... "


Raka hanya mengangguk mengerti dengan apa yang di jelaskan hakiki.


" Raka rindu ayah regi yang dulu...":linangan air mata kembali mengalir di wajah Raka, anak tiga belas tahun yang harus menyaksikan rumah tangga ibunya yang di ujung tanduk dan kesehatan ibunya yang sedang tidak baik baik saja.


" Raka rindu ayah regi yang begitu hangat pada ibu dan kami.... Raka rindu bercerita pada ayah tentang semua yang kami lalui seharian... Raka rindu bercanda dan bermain dengan ayah...ayah sekarang terlalu sibuk dengan urusannya... Raka rindu ayah.... " air mata semakin deras mengalir dan hakiki hanya bisa mengusap usap punggung Raka.


✍️✍️✍️😭😭😭😭jadi kangen bapak....


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2