
Terkadang kita membutuhkan banyak alasan untuk membenarkan apa yang kita lakukan sekalipun itu menyakiti orang lain, dan itu pula yang di lakukan oleh regi. Iya terus mencari pembenaran untuk dirinya sendiri padahal jika memang iya tidak menginginkan pernikahan tersebut banyak sekali alasan yang dapat iya berikan dulu pada ibunya Rara,
seperti yang di lakukan regi saat ini.
" begini... ayah mengenal Tante Rara jauh sebelum ayah mengenal dan menikah dengan ibu mu, Tante Rara dan ayah kami pernah berpacaran dan berniat menikah namun ibunya Tante Rara tidak merestui kami... jadi Tante Rara menikah dengan pilihan ibunya dan ayah menikah dengan ibumu atas permintaan nenek mu..."
Raka dan hakiki berusaha mencerna apa yang di jelaskan regi. sedangkan Rara hanya diam...
" tapi tunggu dulu... kenapa Raka bisa ada di sini... apa Raka mengikuti ayah..??? apa ibumu tau kamu pergi keluar kota..?" regi yang baru sadar kenapa anaknya bisa sampai di sini pun memberi pertanyaan yang bertubi-tubi pada Raka.
" ngga usah mengalihkan pembicaraan yah.. soal Raka yang keluar kota ibu tau dan ya Raka mengikuti ayah mulai dari kantor, tapi ibu ngga tau Raka ngikutin ayah... Raka mulai curiga saat Raka tak sengaja mendengar obrolan mesum ayah tak lama setelah ayah baru pulang dari luar kota tiga bulan lalu.." wajah Rara dan regi menunduk malu bagaimana bisa Raka bisa mendengarkan hal seperti itu terlebih dari mulut ayahnya sendiri.
__ADS_1
" tapi semua yang tadi ayah jelaskan itu bukanlah sebuah alasan yah....!!! suara Raka yang tadinya melemah kembali meninggi, bagaimana bisa itu semua di jadikan alasan ayah nya untuk menikahi wanita itu
" ayah belum selesai nak... " ayah regi semakin mengencangkan genggaman tangannya pada Rara, seolah iya meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
" tiga bulan yang lalu saat ayah keluar kota, ayah bertemu Tante Rara di parkiran kantor cabang tempat ayah kerja. Saat itu Tante Rara bercerita ayah ibunya sedang sakit keras dan ingi sekali bertemu ayah, dan ayah pun berkunjung kerumah Tante Rara dan bertemu dengan ibunya, tapi saat ayah datang dan berbicara dengan ibunya Tante Rara kondisinya memburuk dan iya hanya ingin sebelum iya pergi iya ingin melihat anak semata wayangnya menikah dengan orang yang dicintainya.." Raka dan hakiki hanya diam seolah membiarkan ayah regi menyelesaikan ucapannya.
" ibunya Tante Rara hanya ingin tenang saat iya meninggal Tante Rara tidak sendiri, karena Tante Rara tidak punya keluarga selain ibunya.."
" ayah lupa... ibu ku juga sebatang kara dia hanya punya kita.." dengan emosi Raka menjawab ayahnya.
" dia sudah besar yah... apanya yang harus di jaga..? seolah telah lelah dengan penjelasan ayahnya yang tidak masuk akal Raka beranjak dari duduknya melangkah keluar tanpa menoleh pada hakiki apalagi ayahnya.
__ADS_1
Raka berjalan setengah berlari keluar dari halaman rumah menuju jalan raya namun naas saat Raka berlari ada sebuah motor yang sedang melaju kencang tepat ke arahnya sehingga Raka tidak sempat menghindarinya.
Brukkk .... arhhhh... tubuh Raka ambruk seketika tepat setelah hakiki sampai dan menyaksikan kejadian yang begitu cepat.
" Rakaaaaa... " hakiki berlari menghampiri tubuh lemah Raka yang masih tersadar dengan darah segar yang mengalir dari kepala dan kakinya.
" om... bawa Raka pergi dari sini om.... Raka mau ketemu ibu... " meski keadaan yang mulai melemah dan suara yang mulai tersendat Raka terus berbicara seolah tidak Sudi berada di sini.
Regi dan Rara berdiri mematung memandang Raka yang seolah enggan berada di sini.
" arhhh..... mas... perut ku...!!!"
__ADS_1
✍️✍️✍️ aihhh tu perempuan ikut ikutan aja kenapa coba???🤔🤔🤔 siapa yang di dahulukan regi... anaknya atau isteri keduanya... pantengin terus ya ceritanya... jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya...
love you moreeeee 😍😍