Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Merasa terpilih....


__ADS_3

Mengucapkan bahwa saya bisa adil pada kedua istri terkadang hanya pemanis karena pada kenyataanya tubuh kita hanya satu dan jika harus dibagi menjadi dua, pasti saat kita berdiri tidak akan seimbang karena hanya satu kaki yang berpijak sedangkan kaki lainnya berada di tempat yang berbeda.


Seperti itu juga yang sedang regi alami, iya tidak bisa menyeimbangkan posisinya dimana dia harus mengambil keputusan menemani Rara yang di haruskan bad rest atau menemani Raka dan Kiran yang sakit di waktu yang bersamaan ditambah sikap Rara yang mulai berubah posesif terhadapnya.


Setelah menyelesaikan administrasi Raka dan Rara, bos hakiki langsung membawa pulang Raka karena Raka menolah di antar pulang oleh ayahnya. sedangkan regi setelah mendapatkan penolakan dari Raka langsung melajukan mobilnya ke rumah Rara, regi akan mengantarkan Rara pulang kerumahnya setelah itu iya akan pulang ke kota A untuk menemui Raka dan istrinya Kiran.


regi dan Rara yang telah sampai di rumah Rara langsung menuju ke kamarnya karena Rara yang tidak boleh banyak beraktifitas demi janin yang ada di kandungannya.


" sayang mas pulang dulu ya Kiran dan anak anak mas sedang membutuhkan aku..."


" tapi mas aku juga membutuhkan kamu.. anak kita juga butuh kamu.. kamu disini aja ya.. besok baru balik kesana ya..." dengan wajah penuh permohonan Rara mencoba menahan regi, sebenarnya regi ingin kembali ke kota A dimana Kiran dan Raka yang sedang tidak sehat tapi saat melihat Rara iya pun ingat kalo Raka hanya punya dirinya pun akhirnya mengalah.


" ya sudah mas di sini malam ini tapi nanti abis subuh mas pulang ke rumah Kiran ok.." Rara langsung sumringah karena merasa regi lebih memilihnya dari pada Kiran dan anak anaknya.


Sedangkan di mobil hakiki Raka yang di perintahkan hakiki untuk duduk di kursi penumpang bagian belakang agar Raka bisa meluruskan kakinya yang masih cedera hanya bisa menuruti perintahnya. Dalam perjalanan hanya ada keheningan sampai Raka ingat dengan wanita yang ayahnya sebut sebagai istri kedua nya itu.


" om sebenarnya apa yang terjadi pada wanita itu kenapa dia juga masuk rumah sakit..?"


ya saat Rara mengeluh sakit di perutnya Raka sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" dia hamil kata dokter mau masuk tiga bulan..." Raka yang sudah kecewa pada ayahnya bertambah kecewa setelah kenyataan bahwa istri muda ayhnya yang telah mengandung yang otomatis akan tambah menyita waktu ayahnya.


" om tadi om telpon siapa..?? " Raka yang tidak ingin memikirkan ayahnya lebih memilih membicarakan yang lain.


" dokter kenalan om.. agar ibumu bisa segera di periksa dan di obati " Raka yang mendengarkan penjelasan om hakiki hanya manggut manggut .


" om... ibu dah sadar belum ya..." kini wajah Raka berubah sendu kala mengingat untuk kedua kalinya ibunya tidak sadarkan diri.


lain lagi dengan Randi setelah tadi dia menelpon om hakiki dan mengerjakan apa yang di sarankan agar ibunya cepat sadar tak lama ada yang mengetuk pintu.

__ADS_1


tok tok tok...


" assalamualaikum...... Kiran ini ibu..." Randi yang mendengar suara yang dia kenali langsung berlari ke arah pintu depan untuk membukakan pintu, seolah yang ada di hadapannya adalah malaikat tidak bersayap Randi langsung memeluk sang nenek dari ayahnya karena ibunya yatim piatu.


" nenek..." Randi yang tidak sabar setelah mencium tangan neneknya dan memeluk nya langsung menarik neneknya masuk tak lupa iya pun menutup pintu. Randi menuntun nenek ya menuju kamar nya, nenek yang bingung dengan kelakuan cucunya pun hanya bisa mengikuti ketika melihat wajah panik Randi.


Sang nenek yang sudah sampai di kamar Randi pun kaget saat melihat keadaan Kiran..


" Randi ibumu kenapa nak..." nenek langsung mendudukkan diri di samping Kiran dan melanjutkan apa yang lakukan Ara. ya Ara tadi terbangun saat Randi berteriak karena ibunya yang tiba tiba saja tidak sadarkan diri. setelah sadar sepenuhnya Ara menuju arah kamar Randi dan air mata Ara pun meneteskan deras melihat ibunya tidak sadar di tambah kakaknya Randi Jang juga sedang menangis.


" Randi ngga tau nek, Randi lagi belajar saat ibu datang ke kamar Randi ibu udah lemes terus ambruk ngga sadarkan diri."


" trus Raka sama ayah mu kemana..?? "


" mas Raka di rumah sakit sedangkan ayah sudah tiga bulan belakangan ini setiap malam Sabtu sampai Minggu sore ke luar kota.." Randi menjelaskan apa yang iya tau pada neneknya.


Tok tok tok


Randi yang mendengar ada yang mengetuk pintu segera berjalan menuju ke ruang tamu untuk membuka pintunya tapi Randi bingung karena iya tidak mengenali orang yang ada di depannya.


" bapak siapa??? cari siapa ya?"


" kenalkan saya dokter Amir temannya hakiki.. kamu kenal dia..?? tadi dia menelpon saya kalo ibu kamu ngga sadarkan diri..??" Randi yang sudah mengetahui tujuan orang tersebut Langsung mempersilahkan dokter Amir untuk masuk menuju kamar nya.


" nek ada dokter yang mau periksa ibu... dia temennya om hakiki..". ucap regi menjelaskan pada neneknya.


Nenek pun bangun dari duduknya agar dokter bisa segera mengobati menantu kesayangan ya.


" nama kamu siapa.. ??" tanya dokter pada Randi..

__ADS_1


" saya Randi dok.."


" oh ya Randi tadinya ibu kamu kenapa??"


" sayang ga tau dok tadi ibu datang ke kamarku udah lemes terus ngga sadar dan kalo ngga salah ini udah yang ke dua kalinya dok..." pernyataan Randi sontak membuat sang nenek kaget bagaimana iya bisa tidak tau kalo Kiran sakit dan kenapa regi tidak memberitahu kan padanya.


" kita bawa ibumu kerumah sakit aja ya... sebentar dokter telepon hakiki dulu.." dokter Amir langsung menelpon hakiki karena kondisi kiran yang memang harus mendapat penanganan serius.


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


cukup dua kali panggilan masuk hakiki sudah mengangkat sambungan teleponnya.


📞" halo mir assalamualaikum... ada apa aku lagi nyetir.. satu jam lagi baru nyampe.." ucap hakiki panjang lebar tanpa memberikan kesempatan pada dokter Amir untuk menjelaskan tujuan nya menelpon..


📞" waalaikum sallam.. aku cuma mau ngasih tau temen mu mau aku bawa ke rumah sakit aku bawa mobil kok jadi ngga usah nunggu ambulan kondisinya harus segera mendapatkan penanganan..." tanpa pikir panjang hakiki langsung menyetujui nya.


📞" ok lakukan yang terbaik nanti aku langsung ke rumah sakit tempat mu praktek..." hakiki semakin panik setelah menerima telepon dari Amir yang menjelaskan kondisi kiran yang tidak baik baik saja.


" dok... menantu saya kenapa.. kenapa ngga bangun bangun dia dok ..??" nenek akhirnya hanya bisa menangis melihat Kiran yang kesakitan tapi anaknya entah ada dimana...


✍️✍️✍️ kira kira Kiran kenapa ya ... semoga ngga ada yang serius sama Kiran...


pantengin terus ya ceritanya biar tau kelanjutannya.


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya..


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2