
Andai kita bisa melihat masa depan hidup kita akan lurus terkendali, tidak akan ada kesalahan yang membuat kita menyesal. tidak ada kata mantan karena pasti kita mengambil yang paling baik..jika di masa depan ada hal buruk kita akan membuat agar itu tidak terjadi. dan kita akan lupa pada DOA dan USAHA. Namun kita hanya manusia biasa yang bisa melakukan SALAH dan KHILAF tapi kita bisa belajar dari kesalahan dan kekhilafan agar bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Seperti halnya yang regi alami... karena kesalahan dan kekhilafan nya kini iya kehilangan keluarga kecilnya yang selalu memberikan rasa tenang dan damai.
Regi yang baru saja sampai di rumah Kiran di sana hanya ada Bu Desi awalnya regi mengira Kiran hanya pergi untuk menjemput Ara dari sekolah nya tapi jantungnya mendadak berdegup kencang saat ibu memberikan amplop putih yang masih tertutup rapat dan di paling depan amplop terdapat tulisan
" Untuk Suamiku dan Ayah dari Anak Anakku"
tubuh tinggi tegap itu luruh di depan kaki ibunya seolah tidak ada kekuatan salah dirinya. Tidak ada yang menyambutnya dan tidak ada canda tawa anak anaknya, rumahnya terasa sepi sunyi.
Bu Desi yang melihat sang anak sedang terpuruk pun meraih pundak regi berusaha menuntun tubuh regi agar bangun dan duduk di kursi sofa. regi hanya bisa mengikuti apa yang ibunya lakukan.
" kamu tau nak... setiap tindakan ada konsekuensi nya... dan akibat keputusan yang kamu ambil untuk menikahi Rara tanpa berfikir dan tanpa berunding dengan Kiran sekarang ini lah yang kamu dapat. "
" mungkin akan lain ceritanya jika kemu meminta izin dan mendiskusikan nya dulu.... atau kamu bisa bersikap adil untuk keduanya tapi NASI SUDAH MENJADI BUBUR. sekarang kamu tenangkan diri kamu... sholat dan berdoa... jika kamu sudah merasa tenang baru baca surat yang Kiran tulis buat kamu " setelah menasehati anaknya Bu Desi beranjak dari duduknya memasuki kamar Ara, iya akan pulang ke rumah nya sendiri. Sungguh dia sangat sedih rumah tangga anaknya sedang di ujung tanduk tapi Bu Desi yakin jika Kiran masih ditakdirkan jadi jodoh anaknya sejauh apapun Kiran melangkah pasti akan ada jalan untuk mereka bertemu.
Regi mengikuti apa yang ibunya perintahkan dari mulai sholat Dhuha ngaji dan berdoa iya lakukan dengan sangat khusyuk. regi yang baru saja mengerjakan semua itu mengambil surat Yang tadi iya simpan di atas meja nakas samping tempat tidur.
Regi duduk bersila di atas sajadah yang meraih terbentang belas sholat nya tadi.seolah meminta kekuatan pada sang maha pencipta saat iya membaca isi surat yang secara garis besar iya bisa menebaknya tapi regi berharap semua tebakannya salah ..
Dengan sangat hati hati regi mulai merobek amplop suratnya dan membuka lipatan kertas yang ada di dalamnya.
Teruntuk suamiku regi
Assalamualaikum
yah...
Mungkin saat ayah baca surat ini ibu sudah pergi dari rumah, maaf karena tanpa ijin ayah ibu melangkah keluar dari rumah,
maaf karena tanpa ijin ayah ibu juga membawa anak anak.
__ADS_1
yah....
Maaf jika selama menjadi istri ayah.. ibu belum bisa membahagiakan atau menyenangkan ayah.
ibu tau dari awal kita menikah, ayah tidak mencintai ibu namun ibu selalu yakin suatu saat bisa membuat ayah cinta sama ibu... tapi ibu salah karena sampai saat ini ibu tidak bisa membuat ayah mencintai ibu...
Tapi ibu ikhlas mencintai ayah selama ini mungkin memang cinta ayah bukan untuk ibu.
untuk anak anak, ayah tenang saja ibu akan menjaga, mendidik dan menyayangi mereka.
yah...
ibu pamit bukan tapi bukan meninggalkan ayah, ibu akan ada disaat ayah membutuhkan ibu... tapi ijinkan ibu menenangkan diri, memulihkan kondisi kesehatan ibu dan menjaga mental anak anak karena kejadian semalam sangat membekas khususnya untuk raka.
yah...
maaf jika selama ini ibu menyembunyikan kondisi kesehatan ibu... ibu hanya tidak mau ayah mengkhawatirkan kondisi ibu.. karena ibu selalu berpikir ibu sehat dan kan selalu sehat. ibu yakin tidak ada suatu penyakit yang tidak ada obatnya... dan ibu pasrahkan hidup dan mati ibu hanya pada Allah karena hanya dengan ijin Allah ibu pasti bisa sembuh.
Ibu doakan ayah bahagia selalu meski mungkin bukan bersama ibu... jaga kesehatan jangan telat makan, jangan lupa sholat dan jaga ibu jangan biarkan ibu kesepian.
ibu pamit...
Kiran istri dari regi...
air mata regi tak berhenti mengalir saat mulai membaca surat itu.
' kamu salah Ki... kamu punya tempat khusus di hati ini... ' ujar regi sambil meremas sebelah dadanya yang mendadak sakit karena Kiran yang meninggalkannya tanpa pamit. jika regi boleh memilih iya akan lebih senang Kiran meluapkan amarah dan kecewanya secara langsung iya kan terima jika Kiran memukulinya tapi apa yang Kiran lakukan jauh lebih sakit dari sebuah pukulan karena pukulan yang di berikan Kiran bukan di tubuh tapi langsung di hatinya.
tok tok tok...
" gi... ibu masuk ya..." karena dirasa regi yang berada di kamar terlalu lama membuat pikiran Bu Desi mendadak takut.
__ADS_1
Bu Desi langsung masuk saat pintu kamar regi yang tidak terkunci dan Bu Desi melihat regi yang masih menggenggam surat dari Kiran dengan tangan kiri karena tangan kanan yang meremas dada kirinya.
" gi... ya Allah ... kamu kenapa... !!! " ibu yang melihat itu semua langsung menghampiri regi dan mengambil gelas yang masih terisi air putih yang memang biasa ada di atas meja nakas memberikannya langsung pada regi untuk diminum agar regi bisa lebih tenang.
" kenapa nak..." regi hanya memberikan surat yang Kiran tulis tanpa menunggu lama Bu Desi langsung membaca surat tersebut tapi yang membuat iya bingung adalah kondisi kesehatan Kiran.
" gi memang Kiran sakit apa ??? apa ini ada hubungannya saat di tidak sadarkan diri semalam..." regi hanya menunduk sambil mengangguk air mata nya masih saja mengalir.
" Kiran tumor otak Bu... regi gagal Bu jadi suami untuk Kiran... regi juga gagal jadi ayah untuk anak anak regi terlebih untuk Raka.
" bagaimana bisa...?? kapan kamu tau Kiran sakit...??? "
" regi baru tau pagi ini dan itu pun dari atasan regi.itu sebabnya regi gagal menjaga Kiran Bu, di saat iya berjuang untuk sembuh regi malah menikah lagi dan mulai tidak memperhatikan Kiran...
tanpa sadar Bu Desi menampar wajah anaknya dia sungguh kecewa pada kelakuan regi bagaimana anaknya tidak peka dengan kondisi istrinya sendiri.
Regi tidak marah saat Bu Desi menampar nya tapi regi langsung bersujud memohon ampun pada Bu Desi..
" maafkan regi Bu... regi ngga tau Kiran sakit karena selama ini Kiran tidak pernah mengeluh sakit apapun Bu... bahkan Kiran tidak pernah meminta uang lebih untuk berobat dia menerima berapapun yang regi kasih bahkan tiga bulan terakhir ini regi malah mengurangi uang untuk jatah Kiran.
deg....
regi baru menyadari jika selama tiga bulan ini iya bahkan mengurangi uang yang biasa iya transfer untuk Kiran.
" terus dari mana Kiran mendapatkan uang untuk berobat..." ujar ibu sambil memukul pundak regi...
✍️✍️✍️ hai hai hai... maaf ya kerjaan dunia nyata sedang menumpuk di tambah malam Jum'at pengajian dulu.. hadehhh alasan kamu Thor....
Apakah regi bisa bertemu lagi dengan kiran.. dan apa yang akan terjadi pada mereka...
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘 😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya tambahkan juga ke favorit ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat..
love you moreeeee 😍😍🌹