
Saat kebohongan itu terbongkar kita akan mengatakan berbagai alasan sebagai membenarkan diri agar kebohongan itu bisa berubah jadi kebenaran.maka tenangkan hati saat kita sedang mendengarkan penjelasan dari kebohongan itu agar keputusan yang diambil tidak menggunakan emosi tapi dengan pemikiran yang tenang.
Regi yang dari tadi hanya diam mendengarkan alasan yang di berikan Rara, kini menatap tajam Rara bahkan Rara merinding di tatap seperti itu oleh regi.
" Ra .. bismillahirrahmanirrahim.. aku talak engkau saat ini juga ... saat ini dan seterusnya kamu kini bukan istriku lagi... bahkan meski anak itu belum lahir aku rasa talak ku sah karena aku juga menikahi mu dalam keadaan hamil di luar nikah." luruh sudah tubuh Rara ke lantai rumah regi.
" maaf tapi aku tidak bisa... kamu tau Ra rasanya jadi aku..." regi diam sejenak mengatur emosinya dan deru napas yang memburu.
" aku menikahi mu dan menghancurkan keluarga kecilku Ra..." ucap regi berteriak.. amarahnya benar benar memuncak bahkan Bu Desi dan ayu baru melihat regi yang seperti itu.
" aku buta saat menikah dengan mu, bahkan aku mengistimewakan mu dibanding Kiran yang selama lima belas tahun ini selalu bersama dan mendukung ku. tapi apa kamu tau bahkan saat aku memberitahu padanya bahwa aku menikah lagi dengan mu apa yang dia ucapkan.. Kiran hanya berkata " APA AYAH BAHAGIA " dia tidak seperti istri-istri di luaran sana yang akan marah saat mengetahui suaminya menikah lagi bahkan setelah mengatakan itu dia hanya diam bahkan tidak menolah saat aku memeluknya..."
" kamu tau Ra... selama aku bersama dengan mu dia tidak pernah mengeluh Bahkan saat aku tak adil pada nya pun di hanya diam karena apa... apa kamu tau karena apa kiran melakukan semua itu???" regi menghentikan ucapannya dan menatap Rara yang masih terduduk di lantai..
" karena yang dia pikirkan hanya KEBAHAGIAN KU RA... KEBAHAGIAN KU.." dia bahkan rela hatinya tersakiti demi kebahagiaan ku... " regi terus saja menarik napas berusaha menetralisir emosi yang sangat besar kala mengingat apa yang sudah dia lakukan pada Kiran
" dan kamu apa yang kamu lakukan.... kamu menggunakan kehamilan mu untuk terus membuat aku datang kepadamu, sungguh Ra aku sangat menyesali hari itu... hari dimana aku kembali bertemu dengan mu karena di hari itu juga aku menghancurkan kebahagian dan ketenangan dalam hidupku.." regi meneteskan air matanya sungguh iya sangat menyesali semua yang telah iya lakukan pada Kiran dan anak anaknya..
" aku sampai tidak memiliki waktu dengan anak anak ku.. " regi menutupi wajahnya kala mengingat bagaimana marahnya Raka saat mengetahui bahwa ayahnya menikah lagi dan mengkhianati ibunya.
" mungkin sesaat aku merasa bahagia saat aku menikahi mu terlebih dulu ibumu menolak ku tapi saat ibumu memohon pada ku untuk menikahi mu, membuat egoku dan harga diri ku menang atas penolakan ibu mu dulu, tapi setelah itu hilang sudah kebahagian dan ketenangan ku karena kebahagiaan yang kamu berikan hanya fatamorgana yang semu..."
__ADS_1
" dirumah ini aku selalu merasakan ketenangan terlebih ada senyum Kiran saat aku menatap wajahnya dan ada canda tawa Raka Randi dan Ara di sini .. tapi semua itu hilang saat kamu hadir dan merusak semuanya... ya INI SEMUA SALAH KAMU RA... SALAH KAMU... AKU SANGAT MEMBENCIMU..." setelah puas mengatakan semua isi hatinya regi melangkah menuju kamar yang biasa iya tempati dengan Kiran dan membanting pintu kamar dengan kencang..
Rara hanya melihat kepergian dan kemarahan regi, kemudian dia berusaha bangkit dari duduknya tapi tiba tiba Rara merasakan sakit di perutnya yang menjalar ke pinggang bagian belakang hingga membuat Rara tidak kuasa untuk bangkit dari duduknya.
Bu Desi dan ayu yang hanya melihat drama suami istri itu pun melangkah mendekat pada Rara dan melihat apa yang terjadi pada Rara..
" Ra... kamu kenapa nak..." begitulah kodrat seorang wanita yang berhati lembut, sebenci dan semarah apapun Bu Desi pada Rara tetapi iya hanya seorang wanita dan seorang ibu yang pernah merasakan bagaimana rasanya sakit akan melahirkan dan Bu Desi yakin mungkin Rara sedang tidak baik baik saja.
" perut ku sakit Bu... rasanya menjalar sampai ke punggung dan pinggang bagian bawah..auhhh...!!" wajah Rara semakin pucat dengan keringat yang mulai mengucur deras.
" Bu ... tolong... selamat.... kan ....anak ....ini... Bu.... " suara Rara yang mulai tersendat dengan deru nafas yang mulai memburu membuat Bu Desi panik..
Regi yang mendengar teriakan ibunya bergegas keluar menuju ke arah ibunya dan Rara berada..
" ada apa Bu .. Rara kenapa..??" entah kenapa melihat wajah pucat Rara di tambah rintihan suara Rara seperti orang yang menahan sakit membuat regi tidak tega.. regi langsung menggendong Rara menuju ke mobilnya di ikuti Bu Desi dan ayu.
" yu kamu telepon siapa itu namanya akhhh aa lupa .. " regi benar benar kalut terlebih ada dua nyawa yang harus di selamatkan.
" akh iya si Dewi..." Rara yang sedang menahan sakit malah tersenyum karena regi yang salah menyebut nama Dwi jadi Dewi .. Bu Desi dan ayu hanya bisa geleng-geleng melihat kepanikan regi..
mobil regi melaju membelah jalanan menuju rumah sakit dimana tadi siang mereka melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
Akh... kita tinggalkan regi yang mendadak kehilangan kebenciannya pas Rara karena panik melihat Rara yang akan melahirkan.
Hakiki Kiran dan anak anaknya baru saja sampai rumah kontrakan Kiran saat malam, semua anak perempuan haki dan Kiran sudah terlelap tidur. Haki menggendong Ara terlebih dahulu agar Raka dan Randi bisa keluar dari kursi belakang mobil .
hakiki menggendong Ara menuju kamar Kiran diikuti Kiran dan membukakan pintu kamar agar haki bisa meletakan Ara di tempat tidur.
hakiki mendekati Kiran yang hanya berdiri di depan pintu tanpa ada niatan masuk karena dikamar ada dirinya.
" Ki... aku langsung pulang ya.. Aya dan Caca aku ajak pulang agar kmu bisa istirahat... ingat jangan capek capek ya sayang.." namun sebelum pergi hakiki mencuri kecupan lembut di bi bir Kiran...kuran hanya bisa melebarkan matanya kala haki melakukan itu semua padanya. Tapi hakiki balik lagi ke arah Kiran dan berbisik.
" kalau mau lebih tunggu nanti ya... aku pasti akan memberikan semuanya... kamu siapkan saja dirimu... dua bulan itu bukan waktu yang lama.." hakiki baru benar benar meninggalkan Kiran setelah berhasil meracuni otak Kiran dengan pikiran me$umnya .
kiran hanya bisa melihat haki sampai mobil yang membawa haki dan anak anaknya tak terlihat lagi ...
✍️✍️✍️ sabar haki... dua bulan mah sebentar... ngomong ngomong bagaimana keadaan Rara ya apa dia benar benar melahirkan atau hanya kontraksi palsu...????
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍 😍🌹
__ADS_1