
Melihat Raka yang sedang meluapkan semua emosi dan perasaan nya saat sang ayah telah membagi waktu dan perhatian untuk orang lain membuat semua yang berada di sana diam seolah membiarkan Raka mengungkapkan apa yang iya rasa. hakiki yang berada persis di belakang Raka hanya memegangi pundak kiri Raka seolah memberi kekuatan. sedang regi dan Rara hanya bisa diam..
Regi pun melangkah mendekati Raka sekedar ingin memeluk anak pertama nya yang telah iya lukai lalu bagaimana dengan Kiran !!! iya yang terlalu bahagia bisa bersama dengan orang yang iya cintai setelah lima belas tahun terpisah seolah lupa dengan pengorbanan dan perjuangan Kiran yang selalu ada bersamanya yang tak pernah menuntut apapun darinya.
Regi tersadar dengan keegoisan nya yang hanya memikirkan perasaanya tanpa memikirkan perasaan Kiran dan anak anaknya.
Rara pun merasakan perasaan yang sama dengan yang regi rasakan, harusnya iya bersyukur Kiran yang dengan berbaik hati mau berbagi regi dengannya.
" Raka tenang dulu ok... biar ayah jelasin semuanya, kita bicarakan ini semua di dalam." rayu ayah regi pada Raka berharap mau mendengarkan penjelasnya.
Raka menoleh pada om hakiki yang sedari tadi masih setia berada di sampingnya, hakiki yang mengerti arti tatapan Raka hanya menganggukkan wajahnya seolah menyetujui usulan regi.
__ADS_1
" baik lah..." setelah mendengarkan jawaban Raka, regi menuntun Raka menuju arah rumah Rara di ikuti hakiki di belakangnya. Rara berjalan lebih dulu menuju rumah mempersilahkan yang lain untuk masuk dan Rara berlalu ke arah dapur untuk menghidangkan minuman sekedar nya.
Regi mendudukkan dirinya di sofa dua berharap Raka mau duduk berdekatan dengannya tapi semua itu hanya harapan regi. Raka memilih untuk duduk berdekatan dengan om hakiki, dan regi hanya bisa menghela napasnya melihat Raka yang memberi jarak padanya. Tak lama Rara kembali ke ruang tamu dengan membawa baki berisikan minuman dan camilan dan menyajikannya.
Setelah semua nya meminum minuman yang tersaji berharap bisa meredam sedikit emosi yang masih menggebu.
" Raka... ayah minta maaf kalo selama ini yah membuat Raka kecewa, sebelumnya perkenalkan dulu " sembari melirik dan menggenggam tangan Rara yang duduk di sampingnya dan itu sukses membuat Raka membuang muka ke arah samping dimana om hakiki berada, hakiki hanya memegang pundak dan menganggukkan kepalanya seolah menyuruh Raka untuk tenang.
Regi dan Rara yang melihat bagaimana anak yang baru berusia tiga belas tahun yang begitu terluka mendengar kenyataan yang iya tutupi selama tiga bulan belakangan ini.
" ayah punya alasan kenapa ayah menikahi Tante Rara dan ibumu tau kalo ayah udah nikah lagi.." Raka dan hakiki tercengang bagaiman bisa dengan tenangnya regi berbicara seperti itu.
__ADS_1
" kenapa yah tega sama ibu... " sambil menghapus kasar air mata yang mengalir deras di pipinya.
" jadi selama ini ayah selingkuh di belakang ibu sebelum menikahinya " suara Raka yang menggelegar membuat Rara semakin menunduk dan mengeratkan genggaman tangannya pada regi...
" ngga nak... bukan seperti itu... ayh kan sudah bilang ayah punya alasan... "
" ya apa alasannya jelaskan pada Raka yah... " suara lemah Raka seolah lelah karena ayah nya seperti enggan menjelaskan.
" begini... ayah mengenal Tante Rara jauh sebelum ayah mengenal dan menikah dengan ibu mu, Tante Rara dan ayah kami pernah berpacaran dan berniat menikah namun ibunya Tante Rara tidak merestui kami... jadi Tante Rara menikah dengan pilihan ibunya dan ayah menikah dengan ibumu atas permintaan nenek mu..."
Raka dan hakiki berusaha mencerna apa yang di jelaskan regi. sedangkan Rara hanya diam...
__ADS_1
✍️✍️✍️✍️apakah Raka bisa menerima penjelasan ayah regi??? pantengin terus ya... jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha tambah semangat lagi UP nya... love you moreeeee 😍😍🌹