
Sepintar apapun kita menyembunyikan sesuatu pasti kan ada celah bagi orang lain untuk mengetahui nya, karena ada istilah tidak ada kejahatan yang sempurna seperti itu juga yang kini sedang terjadi pada regi hanya saja regi tidak menyadari bahwa orang yang ada di sekeliling nya mulai menyadari apa yang di sembunyikan nya dan mungkin regi yang tidak pandai untuk menutupi nya.
' kenapa ayah tega sama ibu, Raka benci ayah... dulu regi bangga mempunyai ayah seperti nya tapi sekarang Raka kecewa ' ucap Raka sepanjang jalan saat keluar dari rumah menuju jalan raya.
tin... tin...
Raka yang sedang berjalan sambil melamun pun tersadar karena kaget iya yang berjalan terlalu ke tengah jalan.raka langsung berjalan ke pinggir dan menengok ke arah suara menundukkan badannya seolah mengatakan permintaan maafnya melalui bahas tubuhnya
Tanpa Raka tau orang yang berada di balik kemudi adalah orang yang Raka kenal ya dia adalah om hakiki dan hakiki pun menyadari ada sesuatu yang terjadi pada nya hakiki pun menepikan mobil nya tepat di depan Raka dan membuka pintu di sampingnya untuk menghampiri Raka.
" ka... Raka ..."
" om hakiki.." Raka menghampiri hakiki yang hanya berjarak beberapa langkah darinya, mencium tangan dengan takzim.
" kamu mau kemana pagi pagi dah dijalan... mau ke sekolah?? " hakiki heran karena bisanya Raka sekolah di antar oleh orang tuanya.
__ADS_1
" iya om, Raka mau ke sekolah om mau kemana?"
" om mau nyari sarapan kayaknya enak makan uduk pagi pagi... kamu udah sarapan?? temani om sarapan yu ini kan masih pagi kalo kamu berangkat sekarang.."
tawar hakiki karena iya yakin ada sesuatu yang di rasakan Raka.
Tanpa menunggu jawaban Raka hakiki menuju mobil dan duduk di bagian belakang kemudi tak lama Raka pun masuk dan duduk di samping hakiki. hakiki pun melajukan mobilnya menuju ke tempat yang memang iya tuju sebelum nya di tempat nasi uduk langganan nya..
" bu uduknya dua ya pake telor, Raka pake sambel g? " hakiki menoleh pada Raka yang ada di belakang nya.
" pake om.."
Tak lama nasi uduk pesanan hakiki dan raka pun sudah siap tinggal mereka mencari tempat untuk bisa memakan makanan mereka dengan nyaman.
" sebenarnya kamu kenapa...??? kamu bisa berbagi sama om kalo kamu punya masalah... om siap mendengarkan kalo om bisa om akan bantu cari solusi nya. tapi kalo kamu ngga mau cerita ngga papa om ngga akan maksa. tapi satu yang harus kamu ingat selesaikan semuanya dengan kepala dingin dan selidiki dulu semuanya jangan mudah mengambil kesimpulan." Raka hanya mendengar apa yang om hakiki sampaikan tanpa ingin berbagi dengan nya. hingga beberapa menit kemudian Raka pun menjawab.
__ADS_1
" iya om... om... Raka bisa minta nomor telepon om.." nanti kalo Raka sudah yakin dan ingin bercerita Raka hubungin om.."
" iya.... nanti om kasih..." mereka pun sarapan dengan tenang. setelah semua sarapan nya habis hakiki mengantarkan Raka ke sekolah nya tak lupa dia juga memberikan kartu nama jika nanti Raka ingin menghubungi nya.
" makasih om sarapan nya.. Raka sekolah dulu.. assalamualaikum.."
" iya sama sama om juga makasih udah d temenin sarapan.."
Raka pun pamit dan menuju ke sekolah nya karena sebentar lagi waktu masuk tiba. setelah Raka menjauh hakiki melajukan mobilnya menuju kantor tempat iya bekerja.
Sedangkan di rumah Kiran regi yang sedang sarapan dengan Randi dan arasya pun menanyakan Raka pada Kiran karena semenjak pagi dia tidak melihat Raka.
" Bu Raka mana?? apa belum bangun..?"
" ngga yah.. Raka udah berangkat sekolah tadi jam enam katanya mau berangkat sendiri. Randi hanya diam mendengarkan sembari menghabiskan sarapan nya.
__ADS_1
" Randi arasya ayo berangkat "
✍️✍️✍️ Semangat pagi... love you moreeeee terima kasih udah menyempatkan waktu untuk membaca karya receh ku....