
π±" Raka dengarkan ibu... Ara harus di observasi di sini sampai besok pagi kalo sampai besok masih panas harus di rawat... Raka berani tidur berdua sama Randi ... ibu ngga bisa pulang... tadi ibu coba telepon ayah tapi mungkin ayang sedang sibuk jadi tidak mendengar telepon dari ibu..." ucap Kiran menjelaskan agar Raka mengerti.
Setelah dari tadi hanya menjadi pendengar setia antara ibu dan anak, hakiki memberanikan diri memberi solusi yang menurutnya terbaik untuk saat ini.
" Ki..." hakiki mencoba menyadarkan Kiran bahwa iya masih ada di sampingnya karena seperti nya Kiran tidak menyadari keberadaan nya sedari tadi.
" Ki... anak mu masih ada yang di rumah... ada berapa yang di rumah..." meskipun sebenarnya dia mendengar dengan jelas tapi iya hanya ingin mendengarkan langsung dari kiran.
" anakku di rumah ada dua lagi dan mereka sekarang hanya berdua ayahnya sedang di luar kota.." penjelasan Kiran sudah cukup meyakinkan hakiki tentang apa yang harus dia putuskan.
" Ki ... maaf bukannya aku lancang tapi lebih baik anak anak mu ikut aku dulu biar malam ini mereka tidur di rumah ku saja. dari pada mereka hanya berdua takut terjadi hal yang tidak kita inginkan.." mencoba mencari solusi untuk Kiran karena iya tau Kiran yang dia kenal dulu adalah sosok wanita yang lembut dan mudah iba tentang apapun terlebih tentang anak anaknya.
__ADS_1
Setelah memikirkan baik buruknya Kiran pun menyetujui usulan hakiki karena akan sanga tidak baik jika hakiki yang menemani anak anaknya di rumahnya.
" baik lah .. sebentar aku telepon Raka dulu.. agar dia bersiap. tapi boleh aku minta tolong.." meski ragu dan malu Kiran tak punya pilihan lain selain meminta bantuan hakiki.
" Bisa ngga besok sekalian antar Raka dan Randi ke sekolah mereka kasihan mereka kalo sampai bolos sekolah.."
" baik lah... cepat kamu hubungi Raka dulu suruh dia bersiap dan sekalian menyiapkan perlengkapan sekolah nya.." lega rasanya Kiran menyetujui usulan yang iya berikan.
πππkriingggg
π±" assalamualaikum Raka.. nanti ada teman ibu yang akan menjemput kamu dan Randi jadi kalian bersiaplah dan juga sekaligus bawa juga perlengkapan sekolah kamu dan Randi .. kalian menginap di rumah om hakiki ya malam ini... ibu tidak tenang meninggalkan kalian berdua tanpa ada yang menemani..."
__ADS_1
π±" kenapa harus nginap di rumah om hakiki.. kenapa ngga om hakiki nya aja yang nginap di rumah kita.. tunggu... tunggu... om hakiki siapa Bu perasaan aku ngga punya om .??" pikiran kritis Raka selalu bekerja jika ada orang baru di sekitar keluarga kecil kami.
π±" om hakiki itu teman ibu dulu kebetulan taksi online yang ibu pesan adalah mobilnya jadi dia sekarang menemani ibu di rumah... lagian ngga baik memasukan lelaki lain k rumah kita terlebih ayah ngga ada di rumah... kamu ngerti sekarang..!!!" penjelasan panjang lebar Kiran sampaikan agar Raka tidak berfikiran buruk tentang aku dan hakiki.
π±" baik Bu kalau begitu Raka bangunkan Randi dulu.. assalamualaikum Bu... ibu Jangan lupa istirahat..."
π±" waalaikum sallam..." sambungan terputus Kiran mengarahkan mata nya pada hakiki. jujur iya mengagumi sosok yang ada di sampingnya kini..
Hakiki adalah seorang pria bertubuh atletis pokoknya pelukeble banget ( maksudnya nyaman buat di peluk ... heheheπ€π€) kulit yang hitam manis jangan lupakan kumis tipis yang menambah kesan macho ( uhhhh pokok nya meleleh R-kha ππ ngebayangin sosok hakiki... ohhh kan jadi pengen meluk )
βοΈβοΈβοΈ Semangat.... terima kasih buat yang masih setia baca cerita receh R-kha πππ ini jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... sun jauh selaluuuuu
__ADS_1