
Seperti janjinya dini hari tadi pada Raka kini hakiki sudah berada di depan pintu rumah Kiran membawa sarapan untuk semuanya dan mengantar kan Raka Randi sekolah.
Tok tok tok...
" assalamualaikum..." tak lama terdengar kunci pintu yang terbuka dan munculah Kiran dengan senyum manisnya seolah semuanya baik baik saja.
" waalaikum sallam Haqi kok kamu pagi pagi dah kesini.." Kiran heran kenapa Haqi datang ke rumah nya pagi pagi sekali.
" aku semalam bilang sama Raka mau kesini pagi pagi, aku bawakan sarapan kamu belum sarapan kan?? sambil menunjukan sekantong nasi uduk dan gorengan sebagai pelengkap.
" dan sekalian aku antar Raka dan Randi ke sekolah dan untuk Ara sebaiknya izin sekolah biar Ara nemenin kamu di rumah.. kamu masih harus banyak istirahat Ki..." Kiran hanya bisa diam sembari mempersilahkan Haqi masuk karena tidak mungkin baginya membiarkan Haqi di luar rumah.
Sedangkan di kota B di rumah Rara, kicauan burung yang biasanya menyambut pagi seolah menambah hangatnya pagi ini.
" ya Allah mas...kita kesiangan.. ini udah jam enam... kamu ngantor kan??" rara hanya bisa tersenyum karena regi iya sampai kesiangan bangun pagi, semalam regi tak melepaskan nya untuk bisa beristirahat dengan tenang. seolah tidak ada kata puas sampai pukul tiga dini hari baru regi mau melepas nya dan mereka tidur saling memeluk.
__ADS_1
Regi pun langsung bangun dari tidurnya karena hari ini dia bekerja dan sekarang dia ada di kota B yang akan membutuhkan waktu hampir dua jam agar sampai di tempat kerja.
" ya sudah ayo kita mandi biar efisien Waktu kita mandi bersama ..." usul regi pada Rara
" ngga ah nanti bukannya cepet malah lama..." Rara yang tau bagaimana regi pun tak mau mobil resiko.
" ngga mas janji ini hanya mandi.. ayo... " regi menarik paksa tangan Rara dan memang benar regi hanya mandi tanpa berniat menjahili Rara. setelah selesai Rara langsung membuatkan kopi dan roti selai setidaknya ini bisa mengganjal perut regi sebelum sarapan yang sebenarnya.
Regi langsung duduk di meja makan setelah mencium aroma kopi menyeruput nya pelan dan mulai memakan Roti yang telah di siapkan Rara.
" ngga aku ngga liat.. terakhir mas pake handphone kapan ..??" regi mulai mengingat kapan terakhir iya menggunakan handphone
" mungkin masih di mobil.. di dalam tas kerja.. terakhir mas pake buat telpon Kiran bilang mau meeting di luar kota.."
" loh kok mas bohong sih... ngga baik Lo mas bohongin istri..." Rara mengingatkan regi
__ADS_1
" mas Belum bilang sama Kiran kalo mas udah nikahin kamu... nanti mas cari waktu yang tepat ok... kamu sabar ya... yang penting sekarang mas sayang dan cinta sama kamu ok..." regi mengucapkan itu sembari memeluk Rara dan di akhiri dengan mencium kening Rara.
" Mas berangkat kerja dulu ya..." Rara mencium tangan suaminya dengan takzim.
Regi pun memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya membelah jalanan yang sudah mulai ramai, Rara hanya bisa memandangi mobil regi dalam diam. entah sampai kapan iya akan menjadi istri yang tersembunyi seperti ini...
Sedangkan di kota A tepatnya di rumah Kiran keriuhan terjadi di meja makan, anak anak kita sarapan dengan saling melempar candaan dan itu sedikit membuat hati Kiran terhibur dan Hakiki dapat melihat senyum itu.
' Alhamdulillah Ki setidaknya kamu hari ini bisa tersenyum.. semoga senyum itu selalu menghiasi wajah mu '
" Raka Randi Yo sarapannya nanti om hakiki kesiangan ke kantor nya kalo kalian santai begini...!! " Kiran pun mengingatkan anak anaknya agar segera menyelesaikan sarapan mereka.
Setelah semuanya selesai sarapan, Raka Randi dan hakiki bersiap berangkat menuju tujuannya masing masing.
" haki makasih ya.. kamu selalu ada di saat harusnya suami ku yang melakukan ini semua, maaf sudah banyak merepotkan mu.." ucap Kiran sambil menunduk dengan mata yang mulai berkaca kaca...
__ADS_1
" kamu tenang aja Ki selagi aku bisa bantu anak ngga keberatan Sama sekali.. ayo anak anak naik ke mobil.. assalamualaikum.." hakiki pun melajukan mobilnya menuju ke sekolah Raka lalu Randi baru setelah ya ke kantornya.