
" Ki soal kamu dan regi...??? hakiki sebenarnya penasaran apa yang terjadi kemarin di rumah Kiran.
" maaf aku ngga bisa ngasih tau... biar aku selesai sendiri masalah ku " hakiki tidak lagi bertanya iya melanjutkan langkahnya menuju mobil dan mulai melajukan mobilnya membelah jalanan.
' maaf aku hanya ngga mau kita mendapatkan fitnah atas kedekatan kita yang memang tidak pantas... bagaimana pun aku masih istri orang dan kamu seorang duda..'
Kiran melangkah masuk ke rumah hakiki dan memberitahu anak anaknya agar bersiap karena mereka akan mencari rumah untuk mereka tempati.
" Bu kenapa kita ngga tinggal di rumah ayah aja..." Raka dan Randi yang mulai mengerti tidak banyak bertanya pada Kiran tapi kalimat itu malah terlontar dari mulut kecil Ara.
" kita ngga bisa tinggal di sana lagi... tapi kalo Ara mau ketemu ayah nanti ibu bilang sama ayah... kita bisa ketemu di taman Deket kantor ayah .. Ara mau ..?? " Ara mengangguk penuh antusias karena sudah beberapa hari Ara tidak bertemu ayahnya.
" ya sudah ayo kita bersiap biar ngga keburu siang nanti keburu panas..." Raka Randi yang memang sudah selesai sarapan langsung bersiap. mereka menggunakan motor milik hakiki yang tersimpan di garasi rumahnya.
kiran melajukan motornya menyusuri jalan menuju sekolah Raka dan Randi berharap ada rumah yang sedang di kontrakan. setelah muter muter mencari yang cocok akhirnya mereka pun mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginan mereka di tambah harga yang sesuai dengan kantong Kiran.
Kiran langsung memberikan tanda jadi pada pemilik kontrakan setelahnya Kiran dan anak anaknya menuju rumah makan karena waktu yang memang sudah jamnya makan siang...
Kiran dan anak anaknya memasuki rumah makan dan mencari tempat duduk untuk anak anaknya. mereka mulai memesan makanan nya dan memakan makan mereka dengan tenang.
" Bu... Ara..." ya suara itu adalah suara regi orang yang sangat di rindukan Ara dan kedua kakaknya.
" ayah..." Ara langsung berlari menuju arah regi dan regi menyambut Ara dengan berjongkok dan merentangkan tangannya sehingga Ara bisa memeluknya erat.
" ayah Ara kangen... ayah kemana aja... kenapa ayah ngga nyusul kita waktu liburan..."
yang Ara tau Kiran mengajak mereka berlibur ke rumah uwa mika.
Regi menatap Kiran sedangkan Kiran yang ditatap regi memalingkan wajahnya dan tak berniat menjelaskan pada regi. sejenak regi baru tersadar dengan perubahan penampilan kiran.regi begitu terpana melihat kecantikan Kiran yang sangat natural meski kini Kiran berbalut pakaian syar'i dengan warna abu yang mendominasi.
__ADS_1
regi lepaskan pelukan Ara dan berdiri kemudian menggandeng Ara menuju meja Kiran dan Raka..
" yah..." Raka dan Randi menghampiri ayah regi dan mencium tangan dengan takzim. regi sangat bersyukur anak anaknya tidak menjauhinya. atau mungkin memang anak anaknya tidak tau permasalahan dirinya dengan kiran.
Regi yang memang baru saja masuk ke rumah makan pun memesan makanan untuknya karena Kiran dan anak anaknya sudah hampir habis makanannya.
Mereka terlihat seperti keluarga normal pada umumnya terlihat bahagia meski mungkin hanya kamuflase yang di tampilkan Kiran dan regi di depan anak anaknya.
" Bu semalam kalian tidur di mana..? kenapa ngga kembali ke rumah, itu rumah kalian juga... " regi yang bingung mau berbicara apa pada Kiran akhirnya menanyakan tempat tinggal Kiran saat ini..
" kita semua bobo di rumah om haki..." celetuk Ara menjawab pertanyaan ayahnya tapi jawaban itu membuat emosi regi tiba tiba terpancing.
" Bu..." nada suara regi sedikit meninggi mendengar mereka menginap di rumah laki laki lain.
" yah.. " Raka langsung berdiri mendengar ayahnya meninggikan suara nya pada sang ibu.
regi melihat Raka yang berdiri dengan sorot mata tajam menatapnya pun menenangkan dirinya.
" ayah mau tau dia siapa ..??? Raka menatap tajam ayahnya yang harusnya dia hormati tapi karena kekecewaan yang Raka rasakan pada ayah regi membuat iya berani membela ibunya dengan lantang tanpa keraguan.
" dia adalah orang yang selalu ada di saat kami membutuhkan sosok ayah akhir akhir ini.."
" dia adalah orang yang selalu peduli pada kami walaupun kami bukan siapa-siapa nya "
" dan satu lagi dia yang mengkhawatirkan kami terutama pada ibu yang sedang sakit di banding suaminya sendiri saat kami pergi tanpa kabar..."
" sedangkan ayah yang seharusnya mengambil tanggung jawab itu sedang asik bersama perempuan lain yang katanya wanita masa lalu ayah... "
" ayo Bu... Randi Ara kita pulang... " tanpa pamit Raka menarik ibunya dan Ara yang berada di pangkuan ayahnya sedang Randi hanya mengikuti.
__ADS_1
Regi hanya bisa menunduk... karena semua mata tertuju pada meja yang dia tempati bersama Kiran dan anak anaknya, tapi bukannya sadar akan kesalahan dan kelalaian yang dia lakukan pada Kiran dan anak anaknya iya malah menyalahkan Kiran yang membiarkan Raka melawan padanya, berani berbicara lancang padanya.
regi berjalan menyusul Raka yang masih menarik Kiran dan di ikuti adik adiknya.
" tunggu...!!!" suara ayah regi menghentikan Raka sehingga bu kiran dan adik adiknya pun berhenti.
" Raka kenapa kamu jadi ngga sopan begini sih.... saya ini ayah kamu sangat tidak pantas kamu berbicara seperti itu.. apa ibumu mengajarkan seperti itu..!!" Kiran hanya menatap sinis pada regi kenapa regi sampai berpikir seperti itu.
" ibu ngga pernah ngajarin Raka yang ngga baik tapi Raka belajar dari ayah.." baru saja regi mau membalas ucapan Raka namun segera di hentikan Kiran.
" sudah cukup .... Raka kamu minta maaf sama ayah... setelah itu ayo kita pergi... ibu lelah...!!" saat mendengar ibunya mengucapkan kata lelah membuat Raka mengakhiri perdebatannya dengan sang ayah.
kini Kiran yang berjalan lebih dulu menuju motor nya yang terparkir. regi hanya bisa menatap Kiran Tanpa mencegahnya. Regi yang sudah habis jam istirahat nya kembali menuju kantor saat sudah sampai di kantor regi berpapasan dengan hakiki yang juga baru pulang mkan siang di luar.
regi menghampiri hakiki dan meminta waktu untuk bisa membicarakan sesuatu,
" pa ... boleh minta waktunya...
" ada apa..? apa ini masalah kantor atau masalah lain..???" hakiki penasaran karena raut wajah regi yang masih terlihat kesal...
" ini masalah Kiran dan Raka pa... " ucap regi to the points karena memang jam istirahat tinggal beberapa menit lagi.
" ada apa dengan Kiran dan Raka....?? apa ada sesuatu yang terjadi pada mereka... ???
✍️✍️✍️hai om duda... kendalikan kekhawatiran mu pada istri orang ... tunggu kalo Kiran udah pisah baru bisa menunjukan rasa mu...
kira kira regi mau ngomongin apa ya..
kalo mau tau pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak tambah ke favorit juga ya biar R-kha lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹