Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Hijrah....


__ADS_3


Pagi yang cerah dan sejuk kini sedang di rasakan Kiran dan anak anaknya dimana mereka baru saja sampai di kaki gunung Ceremai kini Kiran Sedang berada di rumah saudara jauh dri sang ibu. ya sebelum Kiran keluar dari rumah regi, Kiran menghubungi saudara jauh ibunya yang memang hanya bertukar kabar lewat telepon, terakhir mereka ketemu tanpa di sengaja lima tahun lalu saat Kiran sedang belanja di pasar terbesar seAsia tenggara.


" Bu ... ini rumah siapa..." Raka memang tidak pernah mengenal orang yang baru saja bertemu dan menjemput mereka di terminal cirendang.


" ini wa mika ... saudara jauh ibu... itu Kaka kamu... panggil aja teh neng..."


" kenapa Raka... bingung ya kok mendadak punya sodara... ibu kamu sih ngga pernah ngajakin kamu main ke sini.." Kiran yang mendengar ledekan kakak sepupu jauhnya pun hanya bisa senyum Kiran tau teh mika tidak bisa marah padanya.


" ayo masuk kita sarapan dulu tuh teh neng dah bikinin kita nasi goreng spesial... ya kan teh..."


" iya Bu.. ayo mi sarapan dulu sekarang mah kira sarapan ini dulu besok teteh bikinin sarapan nya orang Kuningan nasi kasreng.. pasti Mimi suka ( panggilan teh neng kepada adik sepupu jauh ibunya.


Mereka semua menuju Meja makan dimana udah ada wa Wili yang sudah menunggu di meja makan, Raka dan adik adiknya menikmati sarapan mereka sembari bercerita sama teh neng pengalaman mereka menaiki mobil bus antarkota antarprovinsi.


" wa...tempat yang Kiran minta kemarin ada ngga ya .. ??" Kiran memang minta di Carikan rumah untuk mereka tinggal dia tidak ingin menjadi beban teh mika dan suaminya..


" kenapa ngga di sini aja mi... iya kan pa.." teh neng langsung melihat ke arah bapaknya duduk dan yang di lihat teh neng langsung mengangguk.


" iya Kiran kenapa ngga di sini aja masih banyak kamar di sini... " teh mika juga ikut menyuruh Kiran tinggal di rumahnya


" makasih aa teteh ...tapi lebih baik Kiran sama anak anak punya rumah sendiri.." teh mika sama a wili hanya menganggukkan tanda mengerti.


akhirnya sarapan pun selesai Kiran dan anak anaknya di persilahkan istirahat dulu sebelum di ajak melihat rumah yang kan di tempati oleh mereka nanti. Kiran dan anak anaknya yang memang sudah sangat lelah pun menuruti saran dari wa mika terlebih memang kondisi kiran yang sedang tidak sehat..


Kiran berharap hijrah nya mereka ke tempat yang indah dan sejuk dapat menjadi obat untuk hati mereka yang sedang terluka dengan apa yang regi lakukan.


D saat Kiran dan anak anaknya sedang beristirahat, di tempat yang lain jauh di ibu kota sana regi dengan wajah lesunya memasuki kantor dan memberitahu kan pada sekretaris atasannya agar bisa membuatkan janji temu Karena ada yang ingin di sampaikan regi pada atasannya.


Regi melanjutkan langkahnya menuju meja kerjanya tak berapa lama regi mendapat telepon bahwa dia bisa bertemu dengan atasannya siapa lagi kalo bukan hakiki..


tok tok tok... setelah mendapat jawaban regi baru membuka pintu dan memasuki ruangan atasan nya.


" pagi pa .. maaf mengganggu..." hakiki yang melihat wajah regi yang begitu kusut dapat menebak jika dia sedang tidak baik baik saja tapi pikirannya langsung tertuju pada Kiran jika regi saja seperti ini lalu Kiran bagaimana...

__ADS_1


" pagi ... silahkan duduk... "


" pa Kiran pergi dari rumah... apa bapak tau kira kira kemana Kiran pergi karena selama saya menikah dengannya saya tidak pernah melihat atau mendengar di punya saudara bahkan teman teman pun Kiran saya tidak tau.." sungguh regi sangat malu mengakui iya tak begitu mengenal Kiran bahkan setelah mereka bersama selama ini.


Hakiki yang mendengar semua ucapan regi tak habis pikir bagaimana bisa regi seacuh ini sama Kiran.


" saya tidak tau... tapi tunggu kenapa dengan Kiran...??? apa dia pergi dari rumah.." hakiki berusaha bersikap tenang meski sebenarnya ingin sekali hakiki memukul regi yang menurutnya sangat keterlaluan.


regi hanya menganggukkan wajahnya tanpa berani menatapnya.


" kata ibu Kiran seperti itu setelah mendapat telepon dari seseorang... apa itu bapak??? "


brakkkk


hakiki menggebrak meja saat mendengar tuduhan keji dari regi. iya tidak akan mungkin melakukan hal itu akal sehat hakiki masih iya gunakan.. se sayang dan se cintanya hakiki pada Kiran tapi iya tau Kiran masih hak milik suami nya.


" jadi kamu menuduh saya... kalo memang saya ingin merebut Kiran dari kamu saya pastikan saya akan langsung menghadapi kamu tidak main belakang seperti ini..." hakiki yang tidak terima pun langsung menjawab dengan lantang tuduhan regi.


" apa kamu sudah menghubungi kiran?? " regi mengangguk wajahnya.


" sudah pa tapi tidak tersambung..." wajah regi berubah sedih yang iya pikirkan kondisi kiran


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


Akhirnya panggilan pun tersambung dan di angkat oleh Kiran...


📞" halo Assalamualaikum..."


📞" waalaikum sallam... Kiran .. " lega sudah hati hakiki saat mendengar suara Kiran dan dapat hakiki simpulkan Kiran baik baik saja..


lain lagi dengan regi, iya sangat sedih saat dia berusaha menelpon Kiran jangankan jawaban tersambung pun tidak. tapi setidaknya iya bisa bernapas lega Kiran nya baik baik saja dan dapat anak anaknya pun akan baik baik saja.

__ADS_1


" Kiran kamu dimana.." sebenarnya hakiki bingung ingin berbicara seperti apa karena terakhir dia bertemu Kiran, Kiran menyuruhnya menjaga jarak agar iya fokus pada keluarga nya.


" aku ada di suatu tempat, disini sangat sejuk bahkan cenderung dingin... tapi disini sangat tenang...jauh dari hingar bingar kota..."


" kasih tau aku... kamu dimana atau aku akan melanggar janjiku untuk tidak lagi peduli padamu..." hakiki berusaha mengorek bukan untuk regi tapi untuk ketenangan hatinya.


" kamu tenang aja disini aku dan anak anak akan memulai hidup baru... "


" tapi Kiran anak anak kan harus sekolah dan kamu kan sedang sakit..."


" kamu tenang saja aku akan mengurus semuanya ... aku hanya mau kamu percaya sama aku kalo aku pasti bisa dan pasti sehat untuk ku dan untuk anak anakku...


udah ya.. assalamualaikum..."


hakiki hanya menatap nanar handphone nya yang sudah terputus sambungan telepon nya.


" sebenarnya apa yang terjadi.." hakiki yang msih tidak mengerti dengan semuanya pun langsung menanyakan pada regi.


" Kiran pergi dari rumah dia seolah menyerah dengan rumah tangga kami... di saat saya pulang Kiran sudah tidak ada dan dia hanya meninggalkan surat sebagai ucapan pamitnya.


Hakiki yang mendengar itu semua bisa menyimpulkan bahwa ada yang telah menekan Kiran terlebih tadi regi sempat memberi tahu kiran pergi setelah mendapat telepon.


" kamu tau Kiran orang yang sangat rasional dia tidak akan pergi meninggalkan kamu jika tidak ada yang menekannya atau membuat dia mengambil kesimpulan ini terlebih dia pergi jauh... apa kamu sudah cek di sekolah anak anak mu tentang status siswa anak anak mu..kamu tadi dengar sendiri kan dia bicara soal hijrah....!!!


saat keduanya sedang menebak siapa yang telah menghubungi kiran, telepon kantor yang berada di meja hakiki berdering langsung saja hakiki mengangkatnya.


📞" .......


📞" ya halo... biarkan dia masuk... pak regi masih di ruangan saya....


✍️✍️✍️✍️haiii maaf ya ... up nya kesiangan...


kira kira siapa ya yang datang mencari regi sampai sampai tidak sabar saat regi sedang di ruangan atasan nya pun orang tersebut ingin tetap bertemu...!!!!


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


jangan lupa like dan tinggalkan jejak masukan juga di favorit kalian ya biar ngga ketinggalan cerita Kiran regi hakiki dan Rara...


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2