Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
AKU MUNDUR....


__ADS_3

" Ibu..." kaget itu yang Kiran rasakan bagaimana bisa di saat dirinya tidak sadarkan diri ibu ya datang bukan karena pa Kiran seperti itu, iya hanya tidak ingin wanita yang sudah iya Anggap ibunya sendiri merasa sedih dengan keadaan nya.


" iya ibu mertua mu.. dia nemenin anak anak di rumah... jadi kmu tenang aja di sini ok..." ucap hakiki masih berusaha membujuk Kiran karena iya mulai curiga dengan kondisi kesehatan Kiran ditambah Kiran uang seolah enggan untuk medical check up.


" ngga mu pokok nya aku mau pulang... klo emang kamu ngg mau bantu ya udah aku panggil sendiri dokternya karena Kiran memang masih berada di ruang tindakan gawat darurat sesuai saran dari dokter Amir.


hakiki yang sebenarnya mengkhawatirkan Kiran pun akhirnya mengalah iya mencoba berkonsultasi pada dokter dan dengan berbagai pertimbangan dokter pun menyetujui permintaan pulang Kiran.


" udah ... kamu udah boleh pulang... ayo aku bantu siap siap... " Kiran yang sumringah pun mengiyakan tawaran hakiki untuk membantunya pulang.


" Ki ini udah jam sebelas malam ... apa anak anak belum tidur..." Kiran hanya memutar matanya dia mendadak kesal dengan alasan hakiki yang seolah enggan mengantarkan nya pulang...


" ya udah kalo kamu ngga mau nganterin aku pulang,aku pulang sendiri aja... banyak taksi kok di luar sana.. " jawaban telak dari Kiran membuat hakiki tertegun dan iya pun memilih untuk diam.


Akhirnya Kiran di perbolehkan pulang dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Kiran. mobil hakiki melaju kencang membelah jalanan yang mulai sepi karena waktu yang sudah hampir tengah malam.tak berapa lama mobil hakiki pun sampai di depan rumah Kiran tapi yang membuat bingung di halaman rumah kiran sudah terparkir mobil milik regi yang entah sejak kapan sampai di sana.


" Ki kamu yakin baik baik aja... " hakiki yang sebenarnya masih khawatir pun bertanya untuk yang kesekian kalinya, dan Kiran bisa melihat tatapan tulus dari hakiki untuk Kiran.


" insyaallah aku baik baik saja... doakan saja aku... makasih untuk semuanya, dan mulai sekarang kamu harus fokus sama keluarga mu. anak istrimu pasti kangen sama kamu... jangan terlalu peduli sama aku karena aku yang paling tau bagaimana rasanya tidak di perhatikan lagi... itu tuh sakit..." sambil meremas dada atasnya seolah menyalurkan rasa sakit yang selama ini iya simpan rapat-rapat.


Hakiki yang melihat mata Kiran yang memang memancarkan kesedihan dan kekecewaan pun ingin sekali memberitahukan status yang dia sandang saat ini. tapi setelah menimbang semuanya hakiki hanya bisa menganggukkan wajah ya seolah akan menuruti semua keinginan Kiran...

__ADS_1


" aku turun ... makasih untuk semuanya... assalamualaikum..." setelah mengungkapkan semuanya Kiran pun turun dari mobil hakiki menuju ke halaman rumah nya melewati mobil regi yang terparkir di samping pintu rumahnya.


" assalamualaikum .... " Kiran memasuki rumahnya yang padahal sudah malam tapi masih belum di kunci dan sayup sayup terdengar suar ibu yang sedang membentak regi..


Flashback on


regi dan Rara yang baru saja sampai di depan rumah Kiran di sambut tatapan mematikan dari ibu di depan teras. ya Bu Desi sangat hapal suara mobil anaknya jadi saat regi baru saja memarkiran mobilnya di halaman rumah Bu Desi pun beranjak ke luar untuk menyambut anaknya tapi jangan salah bukan tatapan hangat yang selama ini iya berikan tetapi tatapan maut seolah Seolah ingin memakan regi dan Rara hidup hidup.


Ya..... Bu Desi mulai dari rumah sakit begitu penasaran dengan sikap Raka pada regi pun mulai mengorek informasi dari Raka mulai dari pernikahan sembunyi-sembunyi sampai di wanita itu hamil saj Raka sampai kan pada neneknya, dan apa yang di sampaikan raka membuatnya kecewa terhadap regi... bagaimana bisa dia dengan mudahnya mengkhianati Kiran yang begitu baik dan sabar pada regi selama ini.


Rara yang mendapat tatapan seperti itu dari ibu mertua nya pun menggenggam erat tangan regi dan regi hanya mengelus lembut tangan Rara seolah memberi ketenangan pada Rara. semua yang rara dan regi lakukan tidak luput dari pandangan Bu Desi.


" masuk...!!!" Bu Desi yang masih marah dan kecewa pada regi pun membiarkan regi masuk bersama Rara karena bagaimana pun Rara yang sedang mengandung tak baik berdiri di luar malam malam.


" Bu bagaimana keadaan Kiran...?? kalo ibu di sini Kiran di rumah sakit sama siapa Bu...???" ( dasar si regi ketemu orang tua bukannya nanyain kabar dulu malah langsung nanyain istri yang udah di kecewakan selama tiga bulan terakhir ini..


" kmu masih inget punya istri yang bernama Kiran...???"


" ibu heran sama kamu gi ... sebenarnya apa yang kamu lihat dari dia..??? apa.... bentakan ibu Sampai terdengar ke kamar Raka dan Randi , Raka yang kaget terlebih suara neneknya yang sedang membentak seseorang.sontak membuat Raka bangun tapi beruntung Randi masih tertidur seolah tidak terusik dengan suara neneknya, Raka berjalan menghampiri neneknya namun apa yang di lihatnya malah memancing emosi yang sempat tenang..


" nenek untuk apa wanita ini di sini ???" ucap Raka pada neneknya sambil berjalan tangan kanan. yang menunjuk wajah rara

__ADS_1


tanpa mereka sadari Kiran sudah berada di balik pintu.


" Raka... jangan kurang ajar kamu... " regi berdiri dan langsung menepis tangan Raka namun sayang belum juga tepisan tangan regi sampai di tangan Raka sudah ada tangan yang menahan tangan regi..


" yah... apa yang kamu lakukan sama Raka... memang apa yang salah dari pertanyaan Raka... untuk apa wanita ini disini... belum cukupkah dia mengambil kamu... belum cukup kah dia merebut perhatian kamu... belum cukup kah dia menyita waktu kamu.. sekarang di juga ingin menguasai rumah ini iya...??? jika kamu pikir aku diam saja selama ini, terus kamu bisa semakin ngga adil sama aku... kamu salah yah.... AKU AKAN DIAM SELAMA YANG KAMU SAKITI CUMA AKU... TAPI AKU NGGA AKAN TINGGAL DIAM KALO KAMU SUDAH MENYAKITI ANAK ANAKKU... " Kiran yang tidak terima saat regi mau menepis tangan Raka dengan kasar terlebih di depan wanita itu.


" ini sudah yang kedua kalinya kamu kasar sama Raka ... kalo kamu memang cinta sama dia ... sayang sama dia ... ok AKU MUNDUR... karena aku tau dari awal menikah pun kamu ngga cinta sama aku. jangan menyangkal karena aku sendiri yang mendengar itu semua dari mulut kmu sendiri..." Kiran yang lelah dengan keadaan rumah tangganya sempat berfikir iya bisa menerima kalo regi menduakannya tapi ternyata ini sangat menyakitkan.


" Kiran sayang .. jangan bicara seperti itu nak... buat ibu hanya kamu menantu ibu satu satunya... saat ini regi hanya sedang khilaf... "


regi yang baru melihat emosi Kiran selama lebih dari lima belas tahun menikah terperanjat kaget terlebih Kiran mengetahui kalo dia tidak mencintainya.


" Bu ... " Raka hanya menggeleng dengan keputusan ibunya. sedangkan Rara seolah mendapat Jak Pot saat mendengar Kiran yang bersedia mundur karena bagaimanapun Rara ngga mau selamanya jadi istri kedua terlebih istri yang di sembunyikan tapi Rara tidak menyadari bahwa Bu Desi melihat perubahan senyum rara.


" ngga Bu ayah ngga mau pisah... "


✍️✍️✍️ nah kan sekalinya Kiran minta pisah regi ngga mau... tapi kelakuannya kayak gitu, Rara udah terbang tinggi malah terhempas jatuh🤭😅😅


bonus buat kalian yang begadang... jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya...


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


.


__ADS_2