Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Penyesalan vs lamaran


__ADS_3

Pondasi pernikahan itu bukan hanya cinta tapi lebih kepada kejujuran kepercayaan dan keterbukaan pasangan itu sendiri terlebih jika semuanya hanya di awali nafsu maka pondasi nya pun akan lemah.


Kini pondasi yang mulai di bangun regi untuk Rara malah terkikis sebelum pondasi itu kokoh, ucapan Wili tadi pagi masih membebani pikiran regi.. bagaimana iya mencari tau semua kebenarannya, dalam hati regi menyadari lima belas tahun bisa saja merubah seseorang dan bodohnya iya malah termakan bujukan ibunya Rara yang akhirnya menghancurkan pernikahan nya dengan Kiran.


degg ... regi ingat ibunya sempat mengucapkan jika Bu Desi meragukan nak yang di kandung Rara adalah anaknya tapi terhenti saat ibu menatap ayu. ya mungkin ayu bisa membantunya pikir regi.


Regi baru saja sampai di rumah nya dimana ayu dan Bu Desi sedang duduk di teras rumah sedangkan Rara entah ada di mana..


" assalamualaikum Bu.. " regi mencium tangan Bu Desi.


" Bu.. Rara dimana??? " regi heran kenapa Rara tidak menyambutnya pulang.


" ngga tau... tadi pergi setelah menelpon seseorang.. "


" Bu ... masuk yu ... ada yang mau regi bicarakan.." ucap regi sembari menuntun ibunya masuk ke rumah di ikuti ayu dari belakang.


Bu Desi sangat hapal jika anaknya sedang tidak baik baik saja, terlihat jelas dari wajahnya regi.


" ada apa ... apa yang kamu pikirkan... cerita sama ibu..."


" Bu tadi regi ketemu mantan suami Rara dan penjelasan mantan suami Rara membuat hati regi ngga tenang Bu .." Bu Desi hanya mendengarkan sembari menatap anaknya satu satunya.


" dia bilang Rara pernah ketahuan selingkuh sama mantan temen kantor nya dan yang Wili dengar jika Rara hamil.. regi bingung Bu...regi pusing mana yang harus regi percaya.." Bu Desi hanya melihat ke arah ayu dan regi pun melihat arah pandangan Bu Desi.


" yu apa kamu tau sesuatu..??? kamu masih menganggap aku teman kan ... kalo kamu tau sesuatu kasih tau aku yu... jangan biarkan aku dalam kebohongan..." ayu menatap ke arah Bu Desi seolah meminta ijin dan Bu Desi langsung mengangguk seolah membolehkan.

__ADS_1


" sebenarnya mba Rara itu selingkuhan suami temen ayu a.. namanya pa Dwi tapi pak Dwi ngga mau menikahi Rara... tunggu... apa aa pernah mengantar mba Rara cek kandungan ???. " ucap ayu, iya tidak mau di tuduh memfitnah Rara.


" pernah sekali waktu itu Rara pingsan saat mau ngasih tau bahwa iya lagi hamil.. Rara di bawa ke rumah sakit bareng Sam Raka yang keserempet motor waktu itu. tunggu ... kata dokter usia kandungan Rara sudah tiga bulan tapi waktu kejadian itu aa nikah sama dia baru dua bulan satu Minggu.." tiba tiba saja emosi regi memuncak bagaimana dia bisa sebodoh ini percaya dengan akal bulus dua wanita yang jelas jelas sudah menjebaknya..


" apa jangan jangan waktu mas ketemu dia di parkiran kantor di kota B itu juga udah di rencanakan sama dia...???" gigi regi gemerutuk menahan amarahnya. tapi ayu menggenggam tangan regi berusaha meredam emosi regi.


" A dengerin ayu sebaiknya aa ketemuan dulu sama pak Dwi nanti ayu bantu buat janji lewat temen ayu.. biar semuanya jelas..." regi hanya mengangguk lalu bangkit dari duduknya menuju kamar nya yang dulu iya tempat dengan Kiran, regi membanting pintu kamar yang tidak mempunyai salah apapun padanya tapi malah dihempaskan.


' Ki... maaf kan aku... apa ini balasan dari pengkhianatan ku sama kamu... sungguh Ki aku menyesal... kamu memang yang terbaik.. aku sudah menyia nyiakan berlian seperti mu dan memilih Sampah seperti Rara... ya Allah ampuni hamba yang telah menyakiti hati istri hamba dulu...'


jika di rumah regi, regi sedang dalam Pase penyesalan lain lagi di rumah Kiran dimana Kiran seperti ibu lima anak karena di tambah anak hakiki tentunya .. ya Raka Randi dan Ara sangat akrab dengan Aya dan Caca meski mereka baru bertemu dan berkenalan pagi tadi mereka seperti saudara yang sudah lama tidak bertemu.


" assalamualaikum... " Aya dan Caca langsung berlari menuju ayah mereka yang baru saja sampai di rumah Kiran dengan tangan yang penuh dengan plastik berlogo indoApril. Aya yang melihat ayahnya membawa banyak cemilan langsung mengambil dari tangan ayahnya dan membukanya bersama sama dengan Raka Randi dan Ara. sedang Kiran masih di dapur membuat makan malam untuk kelima anaknya..( πŸ€­πŸ˜… ayahnya Aya sama Caca ngga di bikinin Bu masa hakiki liatin aja.. )


" Raka .. tolong di bereskan ruang tengah nya kita makan di situ aja ya.. " teriak Bu Kiran dari dapur..


" kapan Dateng... kok aku ngga denger...." sungguh Kiran malu apa mungkin hakiki juga mendengar dirinya berteriak di dapur pada Raka..


" tadi sebelum kamu teriak minta beresin tempat ini.." hakiki sengaja ingin melihat bagaimana tanggapan Kiran..


" maaf aku Kira kamu belum pulang.. mau jemput Aya sama Caca?? tapi biarkan mereka makan dulu ya..biar smpe rumah bisa langsung istirahat..."


" Aya sama Caca aja yang boleh makan..?!? ayahnya boleh ga?? Raka yang berada di belakang Kiran mengacungkan jempol nya untuk om hakiki atas inisiatif nya untuk mendekati ibunya.


" emang kamu lapar juga.. " Kiran mengatakan itu sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil lauk Pauk yang iya masak tadi tapi siapa sangka hakiki malah mengikuti Kiran berniat membantu membawakan masakan Kiran.

__ADS_1


" iya .. terlebih aku kan udah lama ngga makan masakan kamu.. pertama dan terakhir aku makan masakan kamu waktu kamu nginep di rumah sebelum tinggal disini.... tapi setelah itu kamu minta aku untuk jaga jarak.. agar kita terhindar dari fitnah..."


" kalo sekarang aku mau dekat sama kamu sudah boleh kan..??" hakiki berusaha memberanikan diri meminta izin Kiran untuk bisa dekat dengan nya.


kiran hanya menatap sebentar ke arah hakiki dan kembali menunduk lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang tengah dimana anak anaknya sedang menunggu lauk pauk yang tadi di masak Kiran.


Hakiki yang melihat kiran yang hanya menatapnya tanpa memberikan kejelasan hanya bisa menghela nafas..


' seperti nya aku harus lebih bekerja keras untuk bisa meyakinkan mu Kiran.. kamu tau Ki restu anak anakmu sudah aku dapat hanya tinggal menunggu lampu hijau darimu maka akan ku pastikan kamu hanya akan mengenal kebahagiaan..'


Hakiki melanjutkan langkahnya menuju ruang tengah dimana Kiran dan kelima anaknya sudah berkumpul dan hakiki duduk di dekat Kiran karena hanya itu ruang yang kosong.


" ayo yah pimpin doa.. Caca udah laper mau makan masakan Bu Kiran " ucap Caca pada ayahnya. hakiki pun memimpin doa makan setelah selesai semuanya makan dengan tenang dan tak ada drama kali ini antara Randi dan Ara yang biasanya selalu saja ada yang di perebutkan.


kini mereka sedang menikmati tontonan kartun di televisi sedang Raka memilih memasuki kamarnya untuk belajar sedang Kiran menuju dapur membereskan makanan dan piring bekas makan. hakiki yang dari tadi membantu Kiran merapihkan bekas makanan anak anaknya mulai bertanya lagi.


" Ki...sudah boleh kan aku dekat dengan kamu.. status mu kini sudah jelas .. status ku apa lagi... mau kan.. apa kamu maunya kita langsung nikah aja selesai masa Iddah nanti....????


✍️✍️✍️✍️hadehhh🀦🀦🀦 hakiki hakiki mana ada orang ngelamar di dapur... coba klo di tempat yang t


romantis.. tapi kita Kiran kiran mau ngga ya nikah lagi...


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2