Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Disini atau kembali....


__ADS_3

Jangan pernah membuat orang yang kita sayang nyaman dengan orang lain karena dari rasa nyaman tersebut perlahan kita akan kehilangan orang yang kita sayang terlebih jika kita terus saja membuat kesalahan.


Kiran terus saja membatasi diri saat berada di dekat hakiki karena bagaimana pun Kiran masih sadar akan statusnya yang masih istri sah dari regi yang mungkin saja akan menjadi mantan istri. Kiran hanya tak ingin melukai banyak orang karena iya sangat tau rasanya di khianati orang yang kita sayang.


Mobil yang di kendarai hakiki sudah sampai di depan rumah wa mika, Ara langsung turun dan berlalu masuk ke rumah uwa mika, tak lama Kiran dan hakiki pun turun menyusul masuk ke rumah uwa.


" assalamualaikum wa .. " Kiran memanggil wa Wili yang sedang serius menonton berita di televisi.


" waalaikum sallam.. Ki dia siapa... ??? apa dia suami kamu...? " wa Wili dan wa mika memang belum tau wajah suami Kiran dan permasalahan yang terjadi pada rumah tangga nya. Kiran hanya bercerita bahwa iya hanya ingin hijrah dan wa mika dan wa Wili menghormati keputusan Kiran jika memang dia belum mau membagi masalahnya.


" dia teman Kiran wa.. kebetulan tadi ketemu di jalan katanya mau numpang sarapan...!!"


wa Wili yang tau Kiran hanya bercanda. hakiki pun Mili memperkenalkan diri pada tuan rumah sebagai sopan santunnya.


" kenalkan saya hakiki teman Kiran yang dari kota... tadi ketemu di jalan.. tapi memang saya kesini sengaja nyusul Kiran dan anak anaknya " ucap hakiki panjang lebar dan Kiran yang mendengar tampak melebarkan matanya bagaiman bisa hakiki bisa sejujur itu.


" saya Wili sepupu jauh Kiran ya sudah ayo Kiran ajak hakiki sarapan uwa tadi udah sarapan duluan.." wa Wili melanjutkan nonton nya setelah berkenalan dan menyuruh Kiran mengajak hakiki sarapan.


Hakiki hanya mengikuti keman Kiran mengajaknya, setelah sampai di ruang makan dimana di meja makan ada Ara Randi dan Raka di temani teh neng yang sedang sarapan.


" om..." Raka dan Randi dan teh neng meraih tangan hakiki mencium tangan dengan takzim tapi Raka memeluk hakiki setelah selesai Salim nya.


" ayo mi ... om sarapan dulu teteh sudah buatkan nasi kasreng khas Kuningan Mimi pasti suka..." Kiran dan hakiki mendudukkan diri di kursi dan mulai memakan sarapan merek yang telah di racik teh neng.


Kalian tau nasi kasreng itu makanan khas Kuningan selain nasi lengko. nasi kasreng terdiri dari nasi di beri lalap daun singkong diberi sambal goreng dan rebon yang di goreng bersama cabe bawang untuk pelengkap nya biasanya ada tahu tempe ayam goreng dan pepes pepesan lainnya di tambah teh pahit anget. ih kan jadi mau nasi kasreng 🀀🀀.


Mereka sangat menikmati sarapannya meskipun mereka baru saja mencoba tapi rasanya sangat cocok di lidah mereka semua terlebih hakiki yang sampai nambah tiga kali.


" kamu beneran lapar haki.. apa kau suka sama makanan ini " Kiran yang melihat hakiki lahap sekali sarapan tak kuasa ingin menanyakannya.

__ADS_1


" iya selain aku lapar banget makanan ini sangat enak.." hakiki menjawab setelah menelan suapan terakhir di mulutnya.


" Bu kami mau main ke Curug boleh.. sama teteh dan teman temannya juga... " Raka dan Randi meminta ijin pada ibunya berharap Kiran mengijinkannya.


Kiran melihat anaknya sejenak sebelum mengangguk tanda mengijinkan.


" gimana kalo om ikut... boleh..??"


" Kalo om ikut Ara juga mau boleh kan Bu..." Kiran hanya mengiyakan mungkin anak anaknya butuh jalan jalan


" kamu ngga ikut Ki..??"


" ngga aku mau liat rumah yang bakal aku tempati sama anak anak nanti.."


hakiki langsung menatap tajam Kiran seolah tidak setuju dengan keputusan Kiran yang ingin tinggal di sini.


" Ki maksud kamu apa.. !!" hakiki yang tau masih banyak Anak anak di sekeliling mereka pun memilih berlalu iya akan membicarakan ini berdua dengan Kiran.


" iya.. tapi jika ibumu juga ikut..." Kiran yang mendengar itu menatap tajam ke arah hakiki. seolah bertanya kenapa jadi dia juga harus ikut..??


karena tidak tega dengan anak anaknya Kiran akhirnya menyetujui permintaan Kiran, kiran juga ingin memberitahu hakiki bahwa. mungkin Kiran akan tinggal di sini.


mereka semua bersiap menuju Curug dimana mereka tidak harus menaiki mobil hanya cukup berjalan kali.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit mereka berjalan ditemani indahnya pemandangan di sekeliling yang memanjakan mata.kini mereka telah sampai di Curug


ciputri Kuningan


__ADS_1


lelahnya perjalanan mereka terbayar sudah saat melihat indahnya pemandangan yang tersaji Dimata mereka.


Raka Randi Ara teh neng dan teman temannya yang lain langsung bermain Air sedang Kiran dan hakiki mendudukkan dir di sebuah batu besar sambil mengawasi si kecil Ara.


" Ki sebenarnya kamu kenapa ada di sini... aku kan pernah bilang jangan pendam semua masalah mu sendiri... kamu punya aku untuk berbagi.."


Kiran hanya diam sambil terus mengawasi Ara dan Randi.


" Ki... aku tau kamu sedang sakit... kalo kamu di sini bagaimana kamu bisa berobat secara maksimal... atau memang kamu yang tidak ingin sembuh dan menemani anak anak mu dewasa nanti.." Kiran sontak menatap hakiki, dari mana hakiki tau penyakitnya.


" aku tau kamu sakit tumor otak stadium awal... kalo kamu memang ngga mau sembuh dan ingin meninggalkan anak anak mu ya sudah terserah kamu..." hakiki berbicara tanpa melihat ke arah Kiran.


" aku ingin sembuh, aku ingin sehat dan aku ingin menemani anak anakku tumbuh besar... makanya aku memilih mundur dari pernikahan ku dengan mas regi agar aku tenang mengobati penyakitku tanpa harus merasakan sakit hati karena kekecewaan.


" Aku tidak akan berkomentar tentang pernikahan mu karena itu hak mu akan seperti apa kedepannya aku tidak akan ikut campur, tapi kalo soal kesehatan mu aku akan ikut campur aku akan berusaha membantu kamu agar sembuh.."


" Jika kamu di sini bagaimana kamu berobat... di sini jauh dari rumah sakit bagaimana jika penyakit kamu tiba tiba kambuh sedangkan wa mika tidak memiliki kendaraan yang memadai hanya punya motor..."


" kalo kamu di kota jika kamu mendadak tidak sadarkan diri kan bisa langsung di larikan ke rumah sakit.. tapi kalo di sini...?? " hakiki mendengus membayangkan nya saja sudah membuat iya takut.


" kalo kamu cuma ingin liburan disini aku izinkan tapi kalo kamu mau pindah kesini aku akan kasih tau Raka dan Randi kalo ibunya sedang sakit keras..." hakiki yang dirasa telah selesai berbicara dengan Kiran melangkah menuju Ara dan yang lain nya, mereka bermain air dengan penuh kegembiraan meskipun airnya sangat dingin tapi kejernihannya tidak bisa di ragukan lagi.


Sepeninggal hakiki, Kiran memikirkan langkah yang akan dia ambil, apa iya harus kembali ke sana, ke tempat yang telah ninggalin luka di hatinya. tapi jika iya tetap disini maka pengobatannya tidak akan maksimal...


" Bismillah... semoga ini yang terbaik..."


✍️✍️✍️kira kira keputusan apa yang akan di ambil Kiran, tetap disana atau kembali ke tempat dimana dia mendapatkan luka hatinya.


pantengin terus ceritanya ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2