Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Menyesal !!!! sepertinya terlalu cepat...


__ADS_3

Saat menikahi seorang wanita seorang laki laki tidak membutuhkan wali hanya wanita yang membutuhkan wali tapi restu dari orang tua itu suatu keharusan karena dari restu itu kita akan mendapatkan berkah dari sebuah pernikahan.


Sesaat sebelum regi menerima telepon dari ibunya...


Setelah menyetujui permintaan Rara yang ingin di temani regi malam ini sesungguhnya hati regi tidak tenang memikirkan kondisi kiran ditambah Raka yang sudah mengetahui Semuanya dan sekarang Raka juga baru saja pulang dari rumah sakit karena tersenggol motor di depan rumahnya tapi Raka memilih pulang dengan pa hakiki.


Regi yang merasakan panggilan alam pun menuju kamar mandi yang berada d luar kamar Rara. sedangkan Rara semenjak datang sudah rebahan di tempat tidur.tak lama terdengar handphone regi yang berdering di atas meja nakas samping tempat tidur.


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


Rara yang mendengar suara handphone regi mencoba melihat siapa yang menelpon tanpa ragu Rara mengangkat sambungan telepon itu..


📞" halo assalamualaikum... "seolah Rara ingin memberitahu ibu regi kalau regi sedang bersamanya karena Rara pikir ibunya regi mengetahui pernikahan dengan regi.


📞"masss... ada telpon dari ibumu tapi ngga ada suaranya..." tapi setelah Rara memberitahukan pada regi, regi yang baru saja kembali ke kamar Rara mendadak merebut handphone yang masih di pegang oleh Rara.


" masss . ... kamu kenapa...!!!! nada suara Rara tanpa sadar meninggi saat regi merebut handphone nya dengan kasar.


" kenapa di angkat... kenapa ngga nunggu mas dulu.... apalagi ini telepon dri ibu..." suara regi yang sedikit membentak Rara ditambah ucapannya yang membuat Rara berpikir apa ibunya regi tidak mengetahui statusnya juga.


" mas... apa ibumu belum tau kalo kita sudah menikah??? " sambil menatap regi seolah menuntut jawaban lain dari yang dia pikirkan.


Regi hanya menggeleng karena berbarengan dengan handphone nya yang berdering dari ibunya lagi.📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


📞" halo Assalamualaikum Bu... maaf tadi regi sedang di kamar mandi... ada apa Bu...? "


📞" kamu yang ada apa ??? kamu dimana regi ??? "

__ADS_1


📞" regi di luar kota Bu ada apa..." regi yang tidak tau bahwa ibunya sedang berada di rumah sakit menemani Kiran, Karena regi menyangka bahwa ibunya berada di rumah.


📞" ibu ada di kota A.. dan apa kamu tau kalo Kiran sakit... !!!" deg ... regi kaget bagaimana bisa ibunya ada di sana,karena jika biasanya ibunya akan datang pasti memberi kabar.


📞" apa ... kapan ibu Dateng ???... kenapa ngga bilang mau kesana.."


📞" sejak kapan ibu harus bilang dulu sama kamu kalo mau ketemu anak anak ibu.."


📞" bukan gitu Bu... " regi yang masih kaget kehabisan kata kata terlebih ibunya terdengar marah.


📞" regi sebenarnya kamu ada dimana ? regi ... ibu kenal suara itu.. apa dia wanita itu !!! apa kamu tau Kiran sampai saat ini masih tidak sadarkan diri. popoknya ibu ngga mau tau kamu harus kerumah sakit malam ini juga " regi langsung melirik Rara tapi rara menggelengkan kepala nya seolah tidak mengijinkan regi pergi.


Belum sempat regi menjawab ibunya sudah memutuskan sambungan teleponnya. regi yang memang sedari tadi mengkhianati Kiran menjadi semakin khawatir karena Samapi saat ini Kiran Belum sadarkan diri dan ini sudah lebih dari dua setengah jam semenjak Raka pulang dri rumah sakit...


" Ra.... mas pulang dulu ya... kamu juga harus ngerti Kiran dan anak anak mas juga butuh mas... terlebih Kiran saat ini masih tidak sadarkan diri..."


" tapi mas aku sendiri di sini... aku juga butuh kamu... klo Kiran kan ada anaknya ada ibumu ada juga siapa itu tadi yang sama Raka itu... sedangkan aku hanya ada kamu mas..." ucap Rara dengan derai air mata berharap regi mengurungkan niatnya untuk yang ke dua kali.


" Ra ... kamu harus ngerti dong... jangan egois sendiri..." wajah regi berubah tidak senang dengan perubahan sikap Rara yang menurutnya sangat egois, akhirnya setelah perdebatan yang melelahkan regi pergi dari kamar Rara karena iya memutuskan untuk pulang menemui Kiran di rumah sakit, berharap saat iya datang Kiran sudah sadarkan diri.


" masss.... auwww.... mas.... perutku massss...." regi yang belum jauh dari kamar Rara pun berhenti dan berbalik bergegas masuk ke kamar Rara.


" Ra kamu kenapa sayang ....??" dengan panik regi mendekat dan duduk di samping Rara yang masih rebahan tapi tangannya yang sedang mencengkram perut nya. regi yang melihat tangan Rara sedikit mencengkram perutnya berusaha meraih tangan Rara agar melepaskan cengkraman karena itu akan membahayakan janin dalam kandungannya.


'sayang jangan nakal ya kasian bunda ... ok ayah ngga jadi pergi... ayah di sini ok...' ucap regi pada perut Rara sambil mengelus elus lembut perut Rara dan itu sangat mujarab seolah sang janin memang tak ingin ayahnya pergi meninggalkan ibunya. ( di masih dalem perut aja udah mulai mau menguasai ayah regi!!! gimana nanti kalo udah lahir..😡😡 )


Setelah di dirasa perut Rara membaik, regi beranjak dari duduknya namun saat iya hendak melangkah Rara meraih tangannya dan bertanya melalui isyarat matanya.


" mas cuma mau ke depan sebentar mau nelpon Raka sudah sampai rumah sakit belum.." seolah mengerti dengan arti tatapan Rara. setelah tau tujuan Regi Rara pun melepaskan genggaman tangannya dri regi.


Regi melangkah menuju ruang keluarga dimana untuk pertama kalinya setelah menikah dengan Rara di tempat itu juga regi mencumbu Rara untuk pertama kali.

__ADS_1


regi mendudukkan diri di kursi memikirkan keadaan Kiran karena meski bagaimana pun Kiran telah menemaninya dari saat terpuruk sampai sekarang dia yang telah memiliki segalanya meskipun bukan seperti orang kaya yang seperti di novel novel tapi setidaknya selama bersama Kiran hidupnya berkecukupan tenang dan damai. menyesal... mungkin terlalu dini jika regi merasakan itu sekarang karena mulai dari saat iya menikah dengan Rara hati dan pikiran nya tidak lah tenang seperti sebelum dia bertemu dan menikah dengan Rara.


Regi mengambil handphone yang sempat iya simpan di meja setelah mendudukkan diri di sofa ruang keluarga. dan regi mencoba menghubungi Raka berharap Raka mau menerima telepon darinya.


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


namun hingga panggilan berakhir Raka tidak juga mengangkat panggilan drinya, tak patah semangat regi mencoba menghubungi Raka lagi namun hingga tiga kali mencoba menghubungi Raka tidak mengangkat panggilan nya.


" arhhhh... " regi yang frustasi menarik rambut nya sembari menenangkan hatinya, tak lama regi ingat jika ibunya sedang ada di rumah sakit pun mencoba menghubungi ibunya.


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg


ternyata menghubungi ibunya lebih mudah dari pada menghubungi Raka mungkin karena Raka yang masih marah padanya.


📞" halo Bu... assalamualaikum "


📞" waalaikum sallam... regi kamu keterlaluan.. !!! " bukannya sambutan hangat yang ibu berikan tapi malah bentakan yang ibu berikan ditambah suara bentakannya terdengar seperti orang yang sedang marah besar ..


✍️✍️✍️ sukurin tuh regi... Bu Desi aja masih sebel sama Rara karena pernah membuat kamu terluka eh kamu malah dengan mudahnya memaafkan ibunya Rara dan menerima anaknya lagi... jadi ngga pernah ngerasa tenang dan damai lagi kan dalam hidup Lo...


Hay... Hay... maaf ya... hari ni telat up nya tugas dunia nyata masih menyita waktu😅😅 sambil nungguin up novel ini mampir juga ya ke cerita ku yang lain


Memendam rasa ( andai aku bisa memiliki mu )


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya...

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


"


__ADS_2