Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
keterpurukan kiran


__ADS_3

Terkadang sakit yang bersarang di hati lebih ganas dari sakit di badan, iya mengikis pertahanan tubuh dari dalam dan melemahkan semangat jika bisa di kendalikan.seperti itu juga yang tengah di rasakan Kiran seolah semua pengorbanan dan perasaan yang iya berikan untuk regi tidak ada artinya.


Sudah lebih dari dua jam Kiran masih belum sadarkan diri, hakiki begitu frustasi dengan keadaan Kiran. Kiran masih berada di ruang gawat darurat, kiran sama seperti dirinya yatim piatu sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas mungkin karena itu tidak ada tempat berbagi bagi Kiran di tambah Kiran yang tertutup iya cenderung memendam segala yang dirasanya.


" euhhhh.... ah.. kepalaku berat..." hakiki merasa lega akhirnya Kiran membuka matanya.


" Alhamdulillah ya Allah... Ki kamu udah sadar..."


" aku dimana??? Raka Randi arasya dimana???"


" kamu tenang dulu Ki.. sebentar aku panggil dokter dulu..." hakiki langsung menuju meja dokter jaga agar Kiran segera di cek kondisinya.

__ADS_1


Dokter pun mengecek keadaan Kiran


" Alhamdulillah kondisi Bu Kiran sudah lebih baik... hindari stres ya Bu jangan terlalu banyak berpikir... jika ibu mau pulang boleh..."setelah memastikan kondisi pasien nya yang telah membaik dokter pun meninggalkan mereka hanya tinggal susternya masih disana.


" haki aku mau pulang kasihan anak anakku di rumah..." kini Kiran tau bahwa dia ada di rumah sakit dan tentunya anak anaknya pasti di rumah tidak ada yang menemani, hati Kiran bertambah perih di saat seperti ini bukan regi yang ada di sisinya tapi hakiki orang yang bukan siapa-siapa baginya tapi dia yang selalu ada saat iya dalam keterpurukan.


" baik lah aku urus dulu administrasi nya ya.. kamu tunggu di sini ok..." hakiki tau Kiran masih belum baik benar kondisinya tapi iya tidak bisa menahan Kiran agar tetap di rawat di rumah sakit karena pasti Kiran memikirkan anaknya terlebih arasya.


tok tok tok...


Tak berapa lama pintu terbuka dan Raka yang membuka pintu meraih tubuh ibunya yang masih lemah membawanya ke kamar Kiran. Raka langsung kembali ke depan teras rumahnya dimana om hakiki masih ada di sana.

__ADS_1


" Raka ... om pulang dulu jaga ibu mu dengan baik... nanti pagi om datang buat antar kalian sekolah dan sekalian bawa sarapan untuk kalian semua ok.. ingat kamu anak laki laki paling besar jadi kamu harus bisa jagain ibu dan adik adikmu selama ayah mu sedang tidak ada di rumah..." meski berat hakiki pun melangkah menuju mobilnya untuk kembali kerumahnya sendiri.


Hakiki yang baru saja tiba dirumahnya tidak bisa memejamkan matanya pikirannya masih tertuju pada Kiran... apa yang sedang terjadi pada Kiran, tanpa sadar pikiran nya terbawa pada saat dulu Kiran memutuskan menerima pinangan ibunya regi.


flashback on


" Ki kamu yakin Nerima pinangan dari ibunya regi untuk anaknya yang baru beberapa bulan kamu kenal " ya hakiki dan Kiran telah berteman lama mereka saling mengenal dari semenjak sekolah menengah pertama.


" insyaallah... kamu doain aja ya... aku tau pernikahan itu menyatukan dua orang yang mungkin banyak perbedaan yang kami miliki tapi aku yakin regi sayang sama aku karena dari sikapnya aku melihat kebahagiaan ku ada padanya.." hakiki yang melihat keyakinan dari Kiran untuk calon pasangan merasakan sakit di dadanya ... andai iya berani mengungkapkan perasaan yang selalu iya pendam tapi ya sudah lah mungkin ini memang takdir yang allah berikan untuk dirinya dan Kiran...


flashback off

__ADS_1


__ADS_2