
Kiran yang biasanya tidak terlalu aktif untuk hal seperti itu pun mengambil alih seolah iya juga ingin membuktikan bahwa iya pun bisa menyenangkan regi meski rasa malu dan tidak percaya diri sempat menghampiri dirinya
flashback on
๐๐๐kringggg
๐๐๐kringggg
" halo assalamualaikum.." ucap regi saat mengangkat telepon di tempat yang menurut nya jauh dari Kiran.
" halo mas ... kamu dah makan... gimana keadaan Ara..??" Rara langsung memberondong pertanyaan saat regi mengangkat telepon nya.
" mas udah makan tadi bareng Ara sama Kiran di kantin rumah sakit sebelum pulang.. sayang juga sudah makan?? kamu baik baik di rumah ya nanti mas pulang mungkin hari Sabtu dari sini ga papa kan?? sembari menghisap sebatang rokok yang dari tadi terselip di antara jari jari tangannya.
" Ra udah makan tadi bareng temen kantor, iya gapapa Ra ngerti kok.. masss kangen tapi ..." suara Rara berubah manja dan **** saat terdengar oleh regi
" iya mas juga kangen apa lagi kangen sama goyangan kamu... hahaha.." ucapan regi di akhir kalimat yang di setiap tawa di sambut tawa juga oleh Rara tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang telah luruh air matanya mendengar percakapan regi yang terlewat fulgar.
flashback off
Kiran yang mengingat saat siang tanpa sengaja di mendengar percakapan regi dengan orang lain pun bertekad untuk bisa memuaskan regi. seolah terpacu iya mulai mengambil alih permainan nya seperti yang iya pelajari dari situs yang memuat tentang hal yang bisa memuaskan suami sebelum regi memasuki kamarnya.
__ADS_1
" ayah suka..." saat Kiran terus berpacu di atas tubuh regi sambil terus melaju seperti sedang menunggangi kuda.
" Hemmm.... ya ini sangat nikmat ..." ucap regi sambil meremas pepaya Bangkok yang bergerak bebas meski regi jadi penasaran kenapa Kiran jadi berubah begitu aktif.
" ahhhhh yahhhhh" pelepasan kedua yang Kiran dapat terlihat jelas oleh regi yang masih berada di bawah Kiran.
Regi pun tak tinggal diam dia langsung mengambil Alih dan menguasai keadaan sampai surga dunia pun dapat iya raih...Sesaat deru nafas keduanya pun masih saling beradu dengan Kiran yang menyembunyikan wajahnya di dada regi malu itu lah yang Kiran rasakan.
Setelah terdengar deru napas yang mulai teratur dari Kiran regi beranjak pelan menuruni tempat tidur menutupi tubuh polos Kiran dan iya pun memakai kembali pakaiannya mengambil handphone dan menuju keluar kamar menuju ke dapur.
Regi menghubungi nomor Rara berharap istri keduanya masih terjaga karena jam masih menunjukan pukul setengah sebelas.
tutttt...
" ya ... halooo... siapa ini...? Rara yang setengah sadar pun mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelpon nya.
" halooo... assalamualaikum... sayang ...." sontak Rara langsung duduk di atas tempat tidur karena yang menelfon nya orang yang tadi dia tunggu tunggu.
" masss... Ra kangen.... " suara sendu Rara membuat regi semakin merindukannya
" iya mas juga kangen kamu sayang.... sabar ya.... empat hari lagi mas ke sana, ya sudah kamu istirahat ini sudah malam... good night sayang mimpiin mas ya.. muachhhh"
__ADS_1
" iya mas... mas juga istirahat ya.. assalamualaikum...."
Tanpa regi sadari sedari iya mulai menelpon Rara ada seseorang yang mendengar obrolan nya dari balik pintu kamar mandi yang ada di dapur tak jauh dari tempat regi berdiri.
Regi berjalan menuju meja makan untuk mengambil minum. karena tenggorokan nya yang terasa kering setelah mengarungi Surga dunia dengan Kiran dan menelpon Rara. meski iya telah di manjakan oleh Kiran tapi seolah ada yang belum tuntas yang iya rasakan di hatinya seolah membandingkan kebahagiaan dan kepuasan nya saat bersama Kiran maupun bersama Rara.
Regi pun melanjutkan langkahnya menuju kamar nya dengan Kiran dan merebahkan tubuhnya di samping Kiran yang langsung mendekat dan mendekap regi seolah memberi kehangatan pada tubuhnya yang hanya terbalut selimut tebal.
Suara adzan subuh pun mengusik Kiran seolah alarm alam yang Allah berikan untuk semua umatnya, Kiran pun bangun dan turun dari tempat tidur dan membelit tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi. membersihkan diri dan bersiap menghadap sang pencipta melalui sholatnya.. setelah selesai Kiran membangunkan regi agar tidak tertinggal waktu shalatnya.
Seperti biasa Kiran mulai melakukan aktivitas nya di dapur menyiapkan sarapan untuk semua.
" pagi Bu... " kiran menengok siapa yang memanggilnya karena ini masih pagi.
" Raka udah siap ke sekolah..!!" kiran heran karena Raka yang telah berpakaian lengkap padahal waktu masih sangat pagi untuk berangkat sekolah.
" iya Bu Raka berangkat jam enam nanti ... Raka berangkat sendiri aja ngga usah di anter ayah...!!"
Kiran heran ada apa dengan Raka seperti nya ada sesuatu yang di sembunyikan Raka..
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ nak kan siapa yang menguping pembicaraan mesum regi sama Rara ya...
__ADS_1