Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Regi dan Rara


__ADS_3

Hargai apa yang kita miliki karena saat yang kita miliki hilang atau pergi maka hanya akan ada penyesalan. dan walau pun kembali rasa itu mungkin tidak akan sama lagi. belajarlah dari pengalaman jangan sampai terulang untuk yang kedua kalinya.


Itu juga yang di rasakan Kiran... jika dulu regi memujinya seperti ini wajah Kiran pasti akan merona merah karena malu... tapi kini rona itu hilang di ganti dengan palingan wajah Kiran yang menghindari tatapan regi. bukan karena takut luluh lagi tapi karena Kiran tidak ingin terluka untuk yang ke dua kalinya.


" halo mas... ada apa..?? kenapa ngga telepon dulu atau ketemu di luar seperti biasa..ngga enak sama tetangga terlebih ini udah mau malam..." regi tersenyum kirannya masih seperti dulu.


" mas mau nanya apa uang yang mas kasih ke kamu untuk anak anak masih kurang...?? sampai sampai kamu nyuruh Raka kerja..??"


" kerja..??" kerja apa mas...Raka hanya sekolah dan..... tunggu... apa maksud kamu video promosi Raka di media sosial??" kiran menatap regi tanpa senyum dan tanpa kehangatan dari tatapan itu.


" iya ... mau itu promosi media sosial atau apa itu... jika memang kamu ngga sanggup menghidupi anak anak lepaskan mereka biarkan mereka tinggal dengan ku, aku jamin mereka tidak akan kekurangan apapun apalagi sampai harus kerja segala...!!" regi berusaha menekan Kiran berharap Kiran mau kembali rujuk padanya.


kiran hanya tersenyum saat di remehkan oleh regi.. Sampai saat Raka datang dengan membawa minuman dan makanan ringan untuk ayahnya dan membalas ucapan regi dengan telak karena sedari tadi Raka mendengar semua yang ayahnya tanyakan pada ibunya.


" ibu tidak harus keluar rumah untuk menghasilkan uang, ibu ngga harus meninggalkan kami dan mengurangi perhatiannya hanya untuk menghasilkan uang... dan asal ayah tau bukan ibu yang menyuruh Raka menerima endorse tapi Raka yang mau dan uang yang Raka hasilkan tidak pernah ibu ambil walau sepeserpun..."


" jika ayah pikir ibu hanya ibu rumah tangga biasa ayah salah.. selain menjadi ibu rumah tangga ibu juga seorang reseller sukses dengan berbagai macam produk..." regi tercengang saat baru mengetahui fakta tentang mantan istri nya bisa menghasilkan uang.


Regi pikir dengan cara menekan Kiran soal keuangan bisa membuat Kiran kembali padanya tapi Apa yang dia ketahui barusan malah membuat iya semakin pesimis bisa kembali pada Kiran dan anak anaknya.


kiran yang melihat regi begitu kaget saat mendengar dirinya bisa menghasilkan uang hanya bisa tersenyum.


" kamu tenang aja mas..

__ADS_1


insyaallah Allah akan mencukupi kebutuhan kami... tanpa aku harus keluar rumah..dan kamu tau mas... penyakit tumor yang aku derita tidak berkembang lagi... jadi dokter bisa memastikan jika itu hanya tumor jinak yang tidak membahayakan... jadi kamu ngga usah mengkhawatirkan anak anak lagi..perhatikan saja anak istri mu yang lain.." Kiran berusaha berbicara setenang mungkin.


" belajarlah dari pengalaman mas... jangan sampai setelah Rara meninggalkan kamu, kamu baru menyadari arti dirinya di sisimu terlebih dia sedang hamil mas... ajak dia untuk tinggal bersama dengan mu nikahi dia secara Sah agar saat anaknya lahir iya lahir dengan status pernikahan ayah ibunya yang tercatat. cintai dia seperti dia yang sangat mencintai mu. dan biarkan aku dan anak anak ku hidup dengan tenang dan bahagia..."


" ingat kita tidak harus bersama untuk mendidik anak anak kita, aku selalu mendoakan agar mas bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi..." regi yang mendengar semua penuturan Kiran yang lebih seperti nasihat hanya bisa diam, dia mulai menyadari sikap nya pada Rara tiga bulan ini.


" terima kasih ki... andai kamu tidak mengingatkan ku tentang Rara dan anak yang ada dalam kandungannya mungkin aku akan melakukan kesalahan yang sama. aku akan memperbaiki hubungan ku dengan Rara... sekali lagi terimakasih..." setelah mengucapkan semuanya regi pun pamit pada anak anaknya dan pada Kiran. kini iya akan langsung menuju kota B dimana rumah Rara berada.


Perjalanan dari kota A ke kota B pun dirasa regi sangat lama seolah dia tidak sabar bertemu dengan Rara dan meminta maaf atas semua perlakuan nya belakangan ini. hingga akhir nya regi sampai di rumah Rara dimana waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam...


tok tok tok...


" Ra assalamualaikum..." regi berusaha untuk mengetuk pintu lagi namun belum juga tangannya sampai pada daun pintu, pintu pun di buka Rara yang baru saja terlelap dengan wajah bahagia melihat orang yang selalu dirindukan setiap malam kini hadir bahkan tanpa pemberitahuan.


" Ra maaf... maafkan aku... " regi begitu erat memeluk Rara dan mendorongnya agar masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan di dorong oleh kaki kiri.


" mas... kamu kenapa... kamu salah apa ... jangan buat aku takut...!!!" Rara sedikit mendorong regi yang masih memeluk nya agar Rara bisa melihat wajah regi mencari apa ada masalah dari sorot mata regi.


" maaf kan aku Ra... aku sudah berlaku tidak baik sama kamu.. aku tidak memperhatikan mu... aku juga sering meninggalkan kamu sendiri disini... aku mau... " Rara semakin tak tenang saat regi mengucapkan semua itu, iya takut regi akan meninggalkan nya dan bayi yang ada dalam kandungannya.


" mass... jangan buat aku takut ... apa kiran mau rujuk lagi sama kamu... iya...!!" entah kenapa pikiran Rara malah menjurus ke hal hal yang tidak baik...


regi bukannya menjawab agar Rara tenang, tapi regi memegangi pipi Rara dengan ke dua tangan dengan tatapan mata yang tak lepas menatap Rara yang membuat Rara jadi salah tingkah. sudah sangat lama Rara tidak melihat tatapan itu... tatapan yang membuat iya begitu mencintai regi..

__ADS_1


" Ra ... ayo kita menikah secara resmi.." Rara berkedip beberapa kali dan itu membuat regi semakin gemas, sontak regi malah menggigit pipi Rara..


" auhhh mass sakit..." ucap manja Rara karena sebenarnya gigitan regi tidak membuatnya kesakitan tapi Rara hanya ingin mengerjai regi dan itu berhasil, regi yang panik langsung mengusap pipi Rara di tambah dengan kecupan lembut yang tentu saja membuat pipi Rara merona.


" Gimana mau ngga nikah resmi... apa mau nikah siri aja..." regi menjauhkan tubuhnya yang tadi sempat di dorong Rara. Rara hanya mengangguk dan berhambur memeluk regi erat ya walaupun terhalang perut buncit Rara.


Regi menuntun Rara menuju sofa ruang tamu mereka duduk sangat berdekatan seolah tak ingin saling menjauh.


" Ra aku minta maaf... aku sadar aku udah memperlakukan mu buruk... tapi aku janji aku akan berubah, aku akan berusaha menjadi regi yang dulu, yang membuat Rara tidak bisa berpaling.. " Rara hanya mengangguk sambil memeluk regi.


" kamu tau Ra... siapa yang menyadarkan ku..."


" siapa mas....???" Rara begitu penasaran apa Bu Desi ibu mertua nya atau Kiran??


" kiran...."


✍️✍️✍️ikhlas kan Rara dan regi bahagia??? tapi Kiran sama hakiki gimana dong...???


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


sambil menunggu UP mampir juga ya ke cerita receh R-kha Memendam Rasa ( andai aku bisa memiliki mu)


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2