
Apa Yang paling di tunggu pengantin baru??? apa lagi kalo bukan belah duren, meski itu bukan hal yang baru untuk mereka karena mereka pernah memiliki pasangan sebelum mereka bersama tapi tetap saja.. kini pasangan mereka baru dan cinta mereka pun baru.. jadi rasa yang akan di lalui pun otomatis baru bahkan lebih menggebu.
" sayang... Ki...
tok tok tok.. ayah ... ibu... Ara sama Caca lapar... makan yu..." belum selesai panggilan haki pada Kiran, anak anak mereka menyadarkan bahwa memang belum waktunya bermesraan.
kiran hanya tersenyum tapi tidak dengan haki, haki melangkah membuka pintu tapi sebelum benar benar membuka pintu haki menci um bahkan melu mat bibir merah Kiran yang memang terasa menggoda. tak lama haki melepaskan lumatannya dan mengusap bi bir Kiran dengan jari jempolnya sebari berucap
" manis... mas suka" Kiran hanya menggeleng melihat kelakuan haki yang baru iya tau.kiran mengikuti haki menuruni tangga menyusul anak anaknya yang sedang menunggu ayah ibunya di meja makan..
" ayah lupa... belum pesan makan untuk kita... kita pesan atau mau makan di luar biar ngga nunggu lama..??" haki menatap istri dan anaknya meminta pendapat.
" makan di rumah aja yah... kita beli pecel ayam yang di depan komplek aja biar cepet.." jawab Raka memberi solusi... iya tau ayah dan ibunya pasti capek dengan acara tadi..
" ok.. ayah pergi dulu ya..pake motor aja lah biar cepet..." haki keluar menuju garasi mengeluarkan motor dan mulai melaju menuju warung pecel ayam dan mulai memesan beberapa potong ayam dan lele serta pelengkap nya.. tak lama pesanan haki pun selesai, iya melajukan motornya menuju rumah karena Ara dan Caca pasti sudah sangat lapar.
" ayo makan..." ucap Kiran setelah menyiapkan makanan yang di belikan haki untuk mereka semua, mereka makan dengan tenang setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Raka Randi bagaiman kamar kalian... apa kalian suka.. ??? kalo di rasa ada yang kurang bilang sam ibu nanti ibu yang urus ok..." ucap haki memastikan kenyamanan tak dan Randi..
" suka yah... makasih ya yah... sudah mau membawa kami ke sini...!!" ucap Raka karena memang semenjak orang tua nya berpisah Raka menjadi pribadi yang lebih perasa.
__ADS_1
" heii kok ngomongnya gitu...Raka Randi dan Ara semuanya anak ayah juga ... insyaallah ayah ngga akan membedakan kalian semua." ucap haki meyakinkan anak sambungnya yang kini menjadi anak sulungnya.. ..
" Aya kan sudah berani sendiri.. jadi Ara sama Caca Masih satu kamar ya... nanti kalo umur kalian sudah lebih besar baru tidurnya terpisah seperti kak Raka sama kak Randi yang tidurnya terpisah ok.." mereka semua hanya mengangguk.. sedang Kiran hany diam.
" ok karena sudah jam sembilan malam, besok kalian semua sekolah.. jadi sekarang waktunya tidur ... ayah sama ibu juga sudah ngantuk... Ara sama Caca berani tidur berdua??? Ara dan Caca hanya mengangguk..
" ok selamat malam .. " semua anak anak haki dan Kiran memasuki kamarnya masing, ya haki sengaja membuat semua kamar anak anaknya di lantai satu jadi kamar di lantai dua hanya kamarnya saja bersama Kiran.. ( dihh modus... biar kalo lagi *** *** suara gaib Kiran ngga kedengaran anak anak kanπ€π π )
haki yang melihat anak anaknya sudah memasuki kamarnya masing masing, menuntun Kiran menuju kamar mereka di lantai dua.
" mas.. kok kamar kita di atas sih... ?? padahal semua anak-anak kamarnya di bawah.." ucap Kiran sembari menaiki anak tangga mengikuti haki yang berada di sampingnya.
" sengaja.. biar kita ngga ada yang gangguin kalo malem.."
" mas aku bersih bersih dulu ya.." ucap Kiran saat memasuki kamar mereka dan haki hanya mengangguk..
tak lama Kiran keluar dengan dres selutut dengan bahu yang terbuka karena hanya ada seutas tali sebagai penyangga dres nya bahkan rambut Kiran di biarkan tergerai indah..haki sampai tidak berkedip menatap Kiran yang malam ini terlihat sangat cantik. tak mau kalah haki pun membersihkan badannya terlebih dahulu tapi haki tidak menggunakan apapun hanya handuk putih yang menutupi ular sanca kebanggaannya yang sudah empat tahun tertidur.
kiran tampak malu melihat haki yang berpenampilan seperti itu jadi Kiran memilih menundukkan wajahnya. haki yang tau Kiran malu menatapnya pun melangkah mendekati Kiran.
" heiii apa lantai itu lebih keren di banding suami kamu..?? apa aku harus di bawah agar kamu liat mas.. hemmm?? ucap haki sembari mengangkat dagu Kiran agar menatapnya dan Kiran hanya menggeleng.
__ADS_1
" mas jauh lebih indah dari apapun malam ini.. " Kiran memberanikan diri menatap haki. haki mulai menuntun Kiran menuju tempat tidur yang mulai saat ini akan menjadi saksi hangat nya malam malam mereka.
haki mendudukkan Kiran di pinggir tempat tidur dan dirinya hanya berlutut seolah mensejajarkan posisi dirinya dengan Kiran.
" sayang mas udah ngga bisa nunggu lagi.. " setelah mengucapkan itu haki Langung memajukan wajahnya mengikis jarak dengan wajah Kiran mencium kening kiran cukup lama lalu turun ke hidung dan bermuara di bi bir merah muda milik Kiran, haki mela hap dan melu mat bi bir yang ada di hadapannya tanpa ampun menjelajah setiap rongga mul ut dengan Indra perasa nya.
Kiran yang belajar dari pengalaman pernikahan dengan regi yang tidak bisa me muaskan regi makanya regi mudah berpaling pun sekarang di pernikahan ke duanya Kiran berjanji akan semaksimal mungkin memuaskan suaminya.
kiran berusaha mengimbangi permainan bi bir haki membalas membelit dan melu mat seperti yang haki lakukan. keduanya baru melepaskan belitannya setelah dirasa kehabisan nafas. haki menatap Kiran yang seperti nya sudah mulai terbakar gairah.
haki melebarkan kedu pa ha Kiran dan melepaskan segitiga Bermuda yang menutupi sesuatu yang tersembunyi dan mulai menenggelamkan diri disana memberikan sensasi yang berbeda pada Kiran tapi tangannya bergerilya menaiki gunung indah di atas sana meski masih tertutup kaca mata hitam..
kiran hanya bisa mengeluarkan suara merdu yang menambah semangat haki untuk memberikan keindahan yang membakar jiwa. bahkan pelepasan pertama pun sudah Kiran dapatkan dari Indra perasa haki yang bermain di sana.
puas bermain di sana haki mulai menikmati keindahan dua gunung yang kini sudah terbuka berkat tangan terampil haki. kiran yang sudah mendapatkan pelepasan pertama pun mencoba mengambil alih dengan bermain bersama ular sanca yang kini sudah berdiri tegak bersiap menyembur kan laharnya Jika di belai..
kiran seperti sedang menikmati permen lollipop yang mungkin tidak akan habis hanya saja bisa melunak dan mengeras jika di sentuh... dan kalian bisa membayangkan sendiri apa yang selanjutnya akan terjadi pada pasangan pengantin baru itu...
βοΈβοΈβοΈkalian tau... saya nulis ini di temani hujan rintik rintik ditambah udara dingin yang membuat angan saya terbang entah kemana..π€π π π
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi
love you moreeeee πππΉ