
Kiran yang mulai mencurigai regi hanya bisa menutupinya dan meredam dengan selalu memperlakukan regi dengan sangat baik seolah semuanya baik baik saja, iya hanya menyimpan semuanya dalam hati dan berharap semua yang pernah iya lihat dan iya dengar hanya sebuah kekhilafan sesaat regi. Namun semua nya seolah menguras kesabarannya saat iya tanpa sengaja membuka chatting regi pagi tadi.
flashback on
Ting... Ting... handphone regi berdenting saat ada pesan masuk.
π±"pagi mas... udah bangun... jangan lupa sarapan... Ra kangen...ππ.."
π±" pagi sayang... mas baru bangun.. iya mas juga kangen ππ... sayang... mas mandi dulu ya..." regi yang tiba tiba merasakan panggilan alam pun lupa menutup obrolannya dengan Rara.
" yah..." kiran yang baru selesai membuat sarapan pun menyusul regi karena Kiran berfikir regi yang belum bangun. tapi tanpa sengaja dia melihat layar handphone yang hampir meredup menampilkan chatting yang membuat hati Kiran remuk redam.
flashback off
Setelah semuanya berangkat hanya tinggal Kiran yang berada di rumah, iya pun mengingat kembali chatting yang tanpa sengaja dia baca dan iya juga ingat Poto saat regi memeluk seorang wanita yang sampai saat ini Kiran ngga tau siapa dia.
Demi membuat rasa penasaran nya hilang kir menghubungi teman nya yang pernah mengirimkan Poto regi waktu itu berharap temannya bisa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi waktu itu.
πππ kringggg
πππ kringggg
__ADS_1
πππ kringggg
Begitu tidak sabarnya Kiran menunggu panggilan nya yang berharap segera di angkat oleh temannya namun di panggilan kelima baru ada jawaban dari panggilan telepon itu.
π" halo assalamualaikum Kiran..."
π" waalaikum sallam Winda.. apa kabar... lama ya kita ngga ketemu kangen..." kiran berusaha menutupi gundah di hatinya
π" kabar ku baik.. ada apa apa semuanya aman..??"
π" Wanda kamu inget Poto yang kamu kirim ke aku.. kamu tau siapa wanita itu..??"
π " nda... Wanda ... kamu masih dengerin aku kan..?? "
π" nda aku mohon kasih tau aku ngga usah ada yang di tutup tutupi.." Kiran semakin yakin karena Wanda masih saja diam dalam waktu yang lama
π" ya sudah kalo kamu ngga mau cerita ngga papa aku akan cari tau sendiri.. ya sudah ***.."
Belum tuntas Kiran mengucapkan salam langsung di potong oleh Wanda yang tidak tega mendengar sahabat yang sedang tidak baik baik saja.
π " aku ngg tau wanita itu siapa yang aku tau saat itu dia sedang terpuruk ibunya di lari ke rumah sakit. mungkin teman suami mu... " Wanda berhenti sejenak sebelum melanjutkan apa yang dia tau dan dia lihat saat itu.
__ADS_1
π" tapi setelah itu yang aku lihat ada seseorang yang sepertinya adalah seorang ustadz samar samar aku dengar suara yang sepertinya ijab Kabul pernikahan karena aku melihat suamimu yang menjabat tangan ustadz itu. Ki... kiran kamu masih dengar aku kan.."
Hening... Kiran yang merasakan sesak di dadanya saat mendengar penuturan Wanda tentang suaminya hanya derai air mata tanpa suara yang keluar.
π" Ki.... kiran... kamu denger aku... kamu baik baik aja kan....Ki... jawab dong jangan buat aku khawatir...Ki...."
tutttt....
tutttt....
tutttt....
Wanda begitu khawatir dengan keadaan Kiran karena Kiran sama sekali tidak menjawab panggilannya, yang ada doa malah menutup panggilan handphone nya.
π±"' Ki... aku harap kamu kuat .. tanyakan baik baik sama suami kamu mungkin ada penjelasan yang aku ngga tau karena aku pun tidak tau keadaan yang sebenarnya yang terjadi saat itu..."
π±" aku minta maaf kalo apa yang aku kasih tau ke kamu malah melukai mu... harusnya suami mu sendiri yang memberitahu langsung padamu agar jelas semuanya..."
π±" kamu harus semangat Ki... kasihan anak anak ... ingat kamu masih punya aku..."
Hanya ucapan semangat yang bisa Wanda berikan untuk Kiran dan harapan semoga semuanya baik baik saja.
__ADS_1
Sedang kan Kiran, setelah mendengarkan apa yang di sampaikan Wanda seolah terjawab sudah semua rasa penasaran akan perubahan regi belakangan ini.
βοΈβοΈβοΈNah kan akhirnya Kiran tau apa yang membuat regi mulai berubah... apa yang akan Kiran lakukan pantengin terus ya ceritanya... love you moreeeee πππΉ