Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Kecewa...


__ADS_3

Ada sebuah kalimat yang bisa di jadikan pedoman.. " Terkadang mendapatkan sesuatu itu sulit tapi mempertahankan jauh lebih sulit .. " saat kita melihat sesuatu yang bukan milik kita memang terasa indah tapi jangan salah orang lain juga melihat yang kita punya pun akan terlihat indah.. menikmati apa yang kita punya dan kita miliki akan lebih baik dan lebih nyata dari pada melihat keindahan fatamorgana.


Hakiki melajukan mobilnya membelah jalanan menuju rumah yang selama beberapa bulan iya tempati.


Ki... kenapa kamu ngg pernah lihat cinta aku... kalo memang kamu ngga bahagia lepaskan Ki... jangan terus bertahan tapi membuat hatimu terluka.. hakiki menggumam sambil melajukan mobilnya dan tanpa terasa iya telah sampai di depan rumahnya.


sedangkan di rumah Kiran.. setelah mengucapkan kesediannya untuk mundur Kiran baru tersadar dengan keadaan Raka..


" Raka kenapa ini...??" Kiran langsung memeriksa anak sulungnya dan Kiran langsung melihat ke arah ibu mertuanya seolah minta penjelasan tentang anaknya.


" Raka tertabrak motor saat di kota B" bukan bu desi yang menjawab tapi ayah regi.namun jawaban ayah regi malah membuat Kiran bingung bukan kah Raka pergi dengan hakiki tapi kenapa regi tau. Kiran sontak menatap regi yang masih berdiri di belakang Kiran, seolah paham dengan sorot mata Kiran regi pun menceritakan semua yang terjadi saat di kota B.


Kiran mundur dua langkah dari hadapan regi bagaimana bisa Raka tau dengan kelakuan ayahnya yang menurut Kiran harus nya di tutupi... karena yang Kiran pikirkan mental Raka bagaimana pun Raka masih di bawah umur tidak seharusnya dia tau masalah orang tuanya. Bu Desi yang berada tak jauh dari Kiran berjalan menghampiri Kiran karena Kiran yang baru saja tersadar tak ingin anaknya drop lagi...


Dengan yakin tanpa menengok lagi pada regi Kiran berjalan menuju kamarnya karena yang iya butuhkan hanya ketenangan dan sakit kepala yang sedari dia rasakan terasa semakin berat. Kiran tidak ingin semua orang mengetahui keadaanya.


Semua yang berada di ruang tamu hanya bisa menatap kepergian Kiran karena memang Kiran menghentikan orang yang berusaha mendekatinya dengan merentangkan tangannya.


Didalam kamar setelah Kiran masuk dia mengunci pintunya. mendudukkan diri di pinggir tempat tidur mencari obat yang iya sembunyikan di meja nakas bagian bawah agar tidak ada yang tau.


Ya Kiran didiagnosa mengidap tumor otak stadium awal sejak enam bulan yang lalu namun karena tiga bulan ini banyak masalah yang sedang di hadapi membuat tubuhnya semakin drop. tapi iya tetep berusaha untuk sembuh demi anak anaknya.


Raka yang melihat ibunya semakin terluka pun semakin marah pada ayahnya..

__ADS_1


" ayah sudah puas sekarang ???? sebenarnya tujuan ayah apa membawa dia kesini ??? ingin menunjukan pada semua kalo ayah sudah punya istri lagi...?? " setelah mengucapkan itu Raka pergi menuju kamarnya tanpa menunggu jawaban ayahnya.


" ibu kecewa sama kamu... kalo misalnya Kiran memilih pisah dari kamu, ibu akan mendukungnya dan ibu akan ikut kemana pun dia pergi...!!!" Bu Desi juga berlalu dari hadapan regi dan Rara menuju kamar Ara.


Regi menyesali kenapa dia tidak bisa tegas terhadap Rara, kenapa dia mau saja mengikuti keinginan Rara yang ingin ikut bersamanya ke rumah Kiran yang malah memperburuk keadaan.


Regi yang sedang marah karena bukannya membaik tapi malah memperburuk hubungannya pun menarik tangan Rara menyuruhnya untuk bangun dari duduknya dan melangkah ke luar rumah Kiran.


Setelah masuk ke mobil regi, regi melajukan mobilnya menuju ke kota B kembali ke rumah Rara. dalam hati regi sungguh marah pada dirinya sendiri iya yang telah gagal menjadi seorang suami dan ayah untuk anak anaknya. Rara yang melihat raut wajah regi yang terlihat berbeda hanya diam tak ingin memperkeruh keadaan.


Tanpa terasa mobil yang membawa regi dan Rara pun sudah sampai di depan rumah Rara


" Ra kamu pulang lah... aku butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikiran.."


" Ra aku mohon kamu ngerti... aku udah nurutin mau kamu yang mau ikut ke rumah Kiran dan kamu lihat hasilnya keadaannya malah semakin buruk... sebenarnya apa yang kamu mau Ra.."


" aku cuma mau di akui sebagai istri kamu.. aku ngga mau seolah aku istri yang sembunyikan statusnya, aku ingin seperti Kiran yang bisa dengan bangga menyebut kamu suami ku... apa aku salah..." regi tertegun dengan pemikiran Rara tapi jika iya menuruti keinginan Rara berarti iya melepaskan Kiran dan regi tidak ingin kehilangan Kiran yang otomatis ancaman ibu ya pun akan terjadi.


" aku baru sadar kalo kamu wanita egois yang hanya memikirkan perasaan mu saja .. sekarang turun... jika tidak...


" jika tidak apa????"


" aku akan ..... astaghfirullah... ya Allah ampuni hamba..." hampir saja regi mengucapkan kata talak pada Rara namun Allah mengingatkan nya sebelum itu terucap karena wanita yang sedang hamil haram di ceraikan.

__ADS_1


Regi memilih mengalah setelah dirasa tenang setelah mengucapkan istighfar sebanyak yang iya bisa. regi memasukan mobilnya ke halaman rumah Rara dan turun dari mobilnya diikuti Rara... Rara membuka pintu rumah lalu masuk menuju kamarnya karena badannya yang terasa lelah bolak baik dari kota B ke kota A dan balik lagi ke kota b. sedangkan regi memilih merebahkan tubuhnya di sofa panjang di ruang keluarga.dan tak lama karena tubuh dan hatinya yang lelah akhirnya mereka pun terlelap di tempat yang berbeda.


Pagi yang sangat cerah namun sayang tidak secerah wajah regi yang terlihat kusut. setelah bersiap berangkat kerja regi tanpa sarapan dan tanpa pamit bahkan cium kening yang biasa regi berikan pada Rara pun sudah tidak ada. Rara hanya bisa menatap regi dengan wajah sedihnya.. Rara kehilangan regi yang selalu hangat jika bersamanya.


' aku akan pastikan sikap kamu sama aku akan hangat seperti sebelumnya lagi... Karena kamu hanya milik ku... apapun akan aku lakukan agar kamu tetap bersamaku ' gumam Rara saat melihat punggung regi yang semakin menjauh dari hadapannya.


Regi melajukan mobilnya menuju kantor tempatnya bekerja, begitu sampai iya mendapat pemberitahuan dari sekretaris atasan nya jika iya di suruh menghadap ke ruangan atasan nya yang tak lain adalah hakiki.tanpa menunggu lama regi melangkah menuju Ruangan atasan nya karena tidak merasa melakukan kesalahan dalam bekerja, regi yang penasaran pun mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan atasan nya.


tok tok tok..


" masuk... " hakiki yang sudah di beritahu bahwa regi akan menghadapnya pun menyuruh regi masuk.


" pagi pa... apa benar bapak memanggil saya...???"


" hemmm duduk lah... " regi yang masih bingung pun langsung mendudukkan dirinya di hadapan atasannya yang hanya terhalang meja.


" bagaimana kondisi kiran saat ini..?? kamu tau kalo Kiran sakit... ???"


✍️✍️✍️kira kira hakiki tau ngga yah dengan kondisi kiran yang sebenarnya..


maaf ya up nya kesiangan.. pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya...


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2