Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )

Setelah 15 Tahun Pernikahan ( Dia Yang Telah Kembali )
Membujuk Raka..


__ADS_3

Menjemput kebahagiaan tidak semudah menjemput pesanan kue ulang tahun yang pasti berjalan mulus kecuali kena macet, akan ada saja hambatan yang merintangi kebahagiaan itu.


saat Kiran sedang berusaha menenangkan Aya tentang ayahnya, ternyata orang yang sedang mereka bicarakan mendengar di saat yang tidak tepa atau tepatnya saat kita menyebut " ayah haki " bukan '" om haki " yang tentu saja membuat Kiran malu.


" ayah haki .!!!" haki mengulangi ucapannya lagi


" haki... sejak kapan kamu ada di situ..." kiran mengalihkan pembicaraan haki tentang panggilannya untuk anak anak ..


" sejak kamu manggil ayah... ayah haki... uhh aku ngga sabar nunggu hari Senin...!!?"


" hari Senin..???? memang nya ada apa hari Senin..??" kiran bingung meng Senin hari apa bukankah haki menunggu masa iddah nya tapi masa Iddah nya habis di hari Sabtu dua hari lagi.


" mau bawa kamu sama anak anak .."


" kemana .. jangan macam macam anak-anak sekolah hari Senin, aku ngga suka anak anak bolos sekolah..."


Raka dan Aya memilih masuk ke rumah untuk makan siang yang menjelang sore, meninggalkan ayah haki dan bu kiran memberikan kesempatan bagi keduanya agar lebih dekat lagi sebelum mengucap janji suci.


" ngga bolos sayang, hanya izin menghadiri pernikahan..." haki terus saja membuat Kiran berpikir


" pernikahan ??? siapa...??? ibunya Aya??? " karena yang Kiran tau ibu kandung Aya memang akan menikah lagi. tapi haki malah menatap Kiran dan menggenggam tangan kiran menuntutnya untuk duduk di atas karpet di ruang tamu Kiran.


" pernikahan kita saya sayang... aku ngga akan menunggu lebih lama lagi apa lagi.... !! " haki ragu untuk menceritakan pembicaraan nya dengan regi tadi pagi di kantor


flashback on saat di kantor tadi pagi


tok tok tok...


regi mengetuk pintu ruang atasannya siapa lagi kalau bukan hakiki,


" ya masuk..." haki memang sudah di beritahu sekretaris nya bahwa regi izin bertemu dengannya. regi pun memasuki ruang atasannya.


" assalamualaikum.. selamat pagi pak... maaf mengganggu waktu bapak pagi ini..." regi basa basi sebelum menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuatnya di pecat. regi pun duduk setelah di persilahkan duduk oleh haki.


" ada apa.. apa ada masalah dengan pekerjaan atau ini masalah pribadi .???" haki tau regi ingin menyampaikan sesuatu di luar pekerjaan.


" ini masalah Kiran dan anak anak.."

__ADS_1


" kiran dan anak anak..??? ada apa dengan mereka ... langsung saja ada intinya jangan berbelit Belit..." meski hakiki mencurigai tujuan Regi bertemu dengan nya tapi hakiki berusaha untuk tidak berburuk sangka terlebih dahulu.


" saya ingin kembali pada Kiran dan anak anak.." haki hanya tersenyum mendengar penuturan regi.


" saya yakin Kiran dan Anak anak akan mau kembali pada saya jika anda mundur dan anda menyuruh Kiran kembali pada saya..." tawa hakiki pecah setelah mendengar penuturan regi yang menurutnya sangat lucu.. sedang regi yang melihat atasannya tertawa menjadi bingung apa ada yang salah dengan ucapannya.


" kenapa kamu tidak bicara langsung ada Kiran jika ingin kembali adanya...!!"


" saya sudah berbicara pada kiran tentang keinginan saya yang ingin kembali.."


" terus apa kata Kiran...??" haki cukup kaget kenapa Kiran tidak cerita padanya jika regi pernah memintanya kembali


" kiran bukan menolah tapi dia menyerahkan semuanya pada takdir.." wajah regi sendu kala mengingat jawaban yang di berikan Kiran.


hakiki hanya tersenyum mendengar jawaban yang di berikan Kiran.


flashback off ya...


" apa lagi ... ???" kiran semakin penasaran


" regii... "


" ya.. dia menyuruh ku mundur dan meminta kamu kembali padanya..." akhirnya hakiki memberitahu permintaan regi padanya, karena hakiki yakin Kiran wanita yang mempunyai pemikirannya sendirian tidak mudah di pengaruhi orang Lain.


" apa hak dia mengatur dengan siapa aku hidup dan bahagia .. bahkan aku tidak mengusik kebahagiaan nya..."Kiran tiba tiba marah dengan keegoisan regi. hakiki semakin mengerat kan genggaman tangannya pada Kiran seolah menenangkan Kiran yang mulai emosi..


" jadi kamu mau nya sama aku kan...???"


" ya iya lah..upss" ucap Kiran keceplosan tapi terlambat haki sudah mendengarkan nya.


cup... haki mengecup pipi Kiran yang berada tepat di sampingnya..


" terima kasih karena memilihku .. aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan tapi aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu dan anak anak kita nanti.." ucap haki di akhiri kecupan di punggung tangan Kiran sedang Kiran hanya mengangguk.


Tanpa mereka sadari regi dari tadi berada di depan pintu rumah Kiran dan mendengarkan pembicaraan hakiki dan Kiran terlebih ucapan Kiran yang marah padanya karena meminta haki untuk mundur. regi kemudian berbalik arah kembali ke mobil yang iya parkir kan di pinggir jalan menuju ke rumah nya.


hanya butuh waktu lim belas menit regi sampai di rumah, Bu Desi yang melihat wajah kusut anaknya saat turun dari mobil pun heran dan langsung bertanya.

__ADS_1


" ada apa nak... apa ada masalah di kantor???"


Bu Desi memang tidak mengetahui jika regi memiliki keinginan kembali pada Kiran.


"regi ingin kembali pada Kiran dan anak anak Bu... Bu apa ibu mau membantu regi .. bujuk Kiran Bu untuk kembali pada regi ..." regi berusaha membujuk ibunya berharap ibunya mau mendukung dan membantu membujuk Kiran untuk kembali.


Bu Desi hanya tersenyum mendengar permintaan anak nya..iya tau regi sangat menyesali perbuatannya dulu pada Kiran dan anak anaknya. terlebih setelah Kiran mengajukan gu gatan dan di kabulkan pengadilan. di tambah kebohongan Rara tentang janin nya.


regi dan Rara benar benar berpisah setelah Rara melahirkan, regi tidak sampai hati meninggalkan Rara di rumahnya di kota B saat kandungan Rara memasuki bulan terakhir .. regi kembali mengantarkan Rara ke rumahnya di kota B mereka sepakat untuk berdamai dengan situasi dan kini kondisi Rara sudah jauh lebih baik bahkan Dwi dan istrinya mau mengakui keberadaan anak Rara.


" kamu sudah bicara dengan Kiran..??? " regi hanya mengangguk tanpa menjelaskan hasil dari pembicaraan nya dengan Kiran.


" anak anak apa kamu sudah membujuknya??? " regi kembali mengangguk.


" terus jawabn mereka semua.." regi hanya menggeleng...


" lalu jika ibu mencoba membujuk dan menekan Kiran lalu apa bedanya kamu dengan Rara dan apa bedanya ibumu dengan ibunya Rara..!!!"


deggg regi baru menyadari, apa bedanya dirinya dengan Rara yang membujuk dengan cara menekan agar semuanya mau mengikuti.


" nak... jika kamu memang sayang pada mereka... dukung apa yang menjadi keputusan mereka, jangan memaksakan kehendak mu pada mereka karena jika itu yang kamu lakukan maka bukannya mendapatkan tapi kamu akan benar benar kehilangan mereka..."


" selama ini mereka tetap bersikap baik padamu bukan..??? ( regi hanya mengangguk ) kiran juga mau berhubungan baik dengan mu kan meski itu hanya urusan tentang anak.. ( regi kembali mengangguk)


tapi itu jauh lebih baik... banyak di luaran sana dimana suami istri yang berpisah mereka seolah tidak saling mengenal dan bermusuhan bahkan anaknya seolah di jauhkan...harusnya kamu bersyukur karena bagaimana pun kamu pada Kiran dulu Kiran tetap memperlakukan mu dan ibu dengan baik..."


✍️✍️✍️✍️usaha terus regi 😒😒😒telat... kiran nya udah membuka hati untuk hakiki...😜😜. mangkanya jaga saat dia masih menjadi milik mu dan memilih mu🤭😅


pantengin terus ya kisah Kiran regi Rara dan hakiki..


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


mampir juga ke cerita R-kha yang baru



semoga kalian suka

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2