
Cinta kadang bisa hadir karena sering bersama, ditambah mereka tumbuh bersama bahkan perhatian yang di berikan pun melebihi perhatiannya pada yang lain membuat rasa itu tumbuh subur.
flashback on ...
seperti yang dirasakan Raka dan aya, perhatian Raka pada aya terlebih dalam membentuk pribadi aya menjadi gadis remaja membuat mereka dekat bahkan dekatnya melebihi kedekatan sebagai saudara.
Awal mereka mulai merasakan perasaan lain yang benar benar perasaan suka bukan hanya sekedar mencuri pandang saat usia aya menginjak dua belas tahun dimana dimulai masuk sekolah menengah pertama dan usia Raka yang masuk enam belas tahun dimana Raka begitu protektif pada aya terlebih dalam berpakaian Raka selalu melarang jika aya berpakaian yang menampilkan lekuk tubuhnya.
Aya memang tumbuh menjadi gadis manis dengan tubuh yang sudah mulai terbentuk maka Raka begitu protektif dalam hal pakaian.. ayah haki dan kiran tidak pernah berpikir jika kedekatan keduanya bukan sekedar adik Kaka karena memang tidak terlihat jika perhatian Raka seperti pada lawan jenis. mereka tidak menyadari jika mereka berdua memiliki perasaan yang sama dan memendam rasa itu. sampai saat usia Raka menginjak delapan belas tahun dan aya empat belas tahun
Raka dan aya akhirnya menyadari jika mereka memiliki perasaan yang sama dan tidak bisa memendam rasa itu lagi, saat Raka tidak sengaja melihat aya yang di antar oleh laki laki Kakak sekelas aya. awalnya raka hanya melihat apa yang aya dan temannya lakukan tapi saat laki laki tadi berusaha menggenggam tangan aya, aya berusaha menghindar dan memilih meninggalkan temannya itu
" ay tadi siapa.." tanya Raka saat aya sudah sampai di teras rumahnya
" temen kak.. " aya tau Raka saat ini sedang tidak baik-baik saja karena dari nada suara nya saja.
" apa harus ya sampai berpegangan tangan.." aya langsung menatap kakak tirinya.
" maksud Kaka apa.. "
" Kaka tadi liat dia berusaha memegang tangan kamu... apa dia pacar kamu..?? " aya semakin bingung dengan kakak nya itu
" kakak kenapa sih..!!" aya mencoba menghindar karena jika terus bersama Raka da danya selalu bergemuruh bahkan detak jantung nya mungkin bisa terdengar Raka jika mereka berdekatan. namun Raka tidak menjawab pertanyaan aya tapi malah menarik tangan aya menuju ke dalam rumah yang kebetulan sedang sepi dimana ayah ibu dan adik adiknya sedang berbelanja untuk kebutuhan mereka saat di villa malam nanti.
Raka menggenggam tangan aya dan menariknya sampai di kamar aya lalu menutup pintu kamar aya.
__ADS_1
" kak... kakak kenapa..?? " aya sebenarnya tidak takut berduaan di kamar bersama Raka karena dirinya yakin Raka tidak akan pernah merusak nya.
" kakak ngga suka kamu Deket sama cowok manapun.. kecuali Randi sama ayah haki.." aya menatap curiga pada Raka
" kak..." panggilan aya menggantung karena Raka yang memeluk nya.
" Kaka ngga mau kamu dekat sama laki laki lain... kamu cuma boleh Deket dan bergantung sama kakak.." ucap Raka yang masih memeluk aya dan aya mengangkat wajahnya agar bisa melihat wajah Kaka tirinya.
" kak... " aya memejamkan matanya kala Raka melabuhkan kecupan di kening aya.
" Kaka sayang sama ayu... Kakak juga cinta sama aya.." aya yang mendengar ungkapan Raka untuknya hanya bisa memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya..
" aya juga sayang dan cinta sama kakak..." Raka melonggarkan pelukannya dan menundukkan wajahnya demi melihat wajah cantik aya, menghapus lelehan air mata yang mengalir di pipi aya. Raka mencium kedua mata ayu yang masih terpejam dan kembali memeluk aya.
" terima kasih... tadinya kakak pikir hanya kakak yang memendam rasa ini untuk kamu... tapi kini kakak tau cinta Kaka bersambut.."
" kita bersikap biasa aja jika di depan semuanya ok.. nanti jika waktunya telah tiba kakak sendiri yang akan bilang sama ayah haki ok.." Raka berusaha menenangkan aya.
" jadi sekarang kita pacaran.." aya memastikan..
tanpa mereka sadari saat Raka menarik tangan aya Randi melihat itu semua hanya Randi tidak tau apa yang terjadi di dalam sana.
flashback off
kini mereka sedang berada di villa yang sama seperti lima tahun lalu
__ADS_1
" ka.. Randi denger dari temen Kaka, kalo kakak sekarang udah punya pacar... siapa??? " Randi yang usil ingin menggoda kakaknya karena sebenarnya dia tau dengan siapa kakaknya berpacaran.
uhukkk aya dan Raka terbatuk bersamaan mendengar pertanyaan Randi, bahkan dengan reflek Raka dan ayu saling menatap.
" ngomong apa sih ran... kalo ibu sama ayah denger nanti panjang urusannya.. emang kata siapa Kaka punya pacar.. ?? " Raka berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan Randi yang mungkin saja hanya menjebaknya saja.
" sebenarnya bukan temen Randi yang liat tapi Randi sendiri yang liat.. " Aya semakin menunduk saat mendengar jawaban Randi..
" kalo tau diem... Kaka tau batasan Kaka.. dan Kaka selalu inget apa yang ayah haki dan ibu ajarkan pada kita " Randi hanya tersenyum atas jawaban kakaknya
" ya udah deh yang jomblo ngalah, Randi balik kamar aja lah dari pada jadi nyamuk.." aya hanya bisa menunduk, Raka menggenggam tangan ayu mencoba menenangkan aya bahwa semuanya akan baik baik saja.
" ngga papa Randi bisa jaga rahasia ok.." ucap Raka di akhiri ucapan tangan Raka di rambut ayu..
" kakak ih... rambut aya jadi berantakan.." ucap ayu sambil mengerucutkan bi birnya..
" coba bi birnya jangan kayak gitu, apa lagi di sini dingin... " Raka yang sudah mulai dewasa pun naluri lelaki nya pun mulai berkembang terlebih terhadap lawan jenis . sedangkan aya yang mendengar ucapan kakak sekaligus pacarnya langsung menutup mulutnya
" tenang kakak hanya bercanda.. kakak pasti nunggu aya dewasa dulu..ok" aya langsung menurunkan tangannya setelah mendengar ucapan Raka tapi seperti jebakan setelah aya menurunkan tangannya Raka dengan cepat mencuri kecupan di bibir aya..
cup... πππ
βοΈβοΈβοΈhaii ketemu lagi...
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi
love you moreeeeπππ