
Di kota B di rumah yang di tempati regi dan Rara di mana mereka tengah meneguk manis nya hangatnya pengantin baru lain lagi di kota A tepatnya di rumah hakiki saat pagi menjelang Raka dan Randi yang terbiasa bangun pagi dan langsung beribadah pagi pun tidak menyulitkan hakiki dan kini mereka sedang menunggu sarapan yang sedang dimasak art rumah tersebut yang selalu datang saat pagi tiba untuk menyiapkan sarapan dan membereskan rumah.
" Om... " ragu ragu Raka bertanya pada om hakiki
" om ... di rumah ini sendiri... ?" Randi mewakili Raka yang sedari tadi ragu untuk bertanya.
" kenapa... ??? iya om di sini sendiri... om baru membeli rumah ini beberapa bulan lalu.. keluarga om di kota B.. Karena om baru saja di promosikan kerja di kota ini.."
" ohhh... " jawaban om hakiki hanya di jawab singkat oleh Raka dan Randi karena rasa penasaran mereka terjawab.
" om ... " Raka yang hendak bertanya pun iya urungkan.
" sudah ayo cepat habiskan sarapannya ... nanti kalian kesiangan berangkat ke sekolah nya.. om kan ngga tau sekolah kalian dimana jadi kalian harus menunjukan jalannya dan om juga akan ke rumah sakit sekalian membawakan sarapan untuk ibu kalian.."
Semuanya menikmati sarapan mereka dan setelahnya hakiki bersiap mengantarkan Raka dan Randi ke sekolah dan ke rumah sakit baru setelah nya iya baru berangkat ke kantor nya.
__ADS_1
" assalamualaikum om..." kala Raka pamit karena iya yang lebih dulu sampai di sekolah tak lupa iya mencium tangan om hakiki.
" waalaikum sallam... jawab hakiki sembari menyambut uluran tangan Raka yang hendak berpamitan.
Hakiki pun melajukan mobilnya menuju sekolah Randi yang letaknya lebih jauh dari sekolah Raka.
" Randi sekarang kelas berapa.. om juga lupa nanya sama Raka, dia sekarang kelas berapa ya.." sembari melajukan mobilnya hakiki mencoba akrab dengan Randi
" Randi kelas tiga sekolah dasar dan mas Raka kelas satu sekolah menengah pertama... itu om di depan sekolah Randi..!!" ucap Randi karena sudah melihat sekolahnya yang semakin dekat.
" oh . dah sampai ya .. ya sudah semangat sekolahnya yang rajin ya.. " sembari memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah, dan sama seperti Raka tadi Randi pun mengulurkan tangannya berpamitan pada hakiki
" kamu tenang aja om tidak merasa direpotkan... om malah sedang.. karena anak anak om jauh... dan mereka masih kecil kecil.."
" ahh kamu sih om kan jadi kangen anak anak om... ya sudah sana nanti keburu masuk sekolah nya..."
__ADS_1
setelah Randi memasuki sekolah nya hakiki pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk bertemu dengan Kiran.
Tak butuh waktu lama hakiki pun sudah sampai di parkiran rumah sakit. dia pun mengambil kotak makan yang sengaja iya bawa untuk kiran. dengan hati riang hakiki menuju tempat perawatan Ara yang sudah iya tau tempatnya.
" assalamualaikum..." ucap hakiki setelah membuka pintu namun iya tertegun karena tepat di samping Kiran ada seorang laki laki yang iya yakin adalah suami dari Kiran.
" waalaikum sallam " jawaban serempak dari Kiran dan regi. dahi regi menyerngit melihat sosok laki laki yang baru iya lihat dan regi pun melirik Kiran seolah meminta penjelasan tentang sosok pria tersebut.
Ya regi sampai di rumah sakit pukul tujuh pagi setelah sebelumnya iya yang mengecek handphone yang semalam iya tinggal di meja ruang keluarga di rumah Rara. setelah Rara memberi tahukan ada panggilan tidak terjawab dari kiran. dan Kiran yang langsung di telepon balik oleh regi memberi tahu kalau Ara di rumah sakit. tapi regi lupa ada di anak laki laki yang iya tidak tanyakan.
Kiran yang mengerti arti tatapan regi pun memperkenalkan hakiki pada regi.
" yah ... kenalkan ini hakiki teman ibu dulu waktu masih kerja.. kebetulan semalam ibu order taksi online dan hakiki adalah supir taksi online itu..." Kiran menjelaskan agar regi tidak salah paham dengan adanya hakiki
" kenalkan saya hakiki teman Kiran dulu.." hakiki yang tidak ingin regi salah paham pada Kiran pun menjelaskan ulang tentang penjelasan Kiran tadi.
__ADS_1
" oh... salam kenal juga saya regi Sumi Kiran..." seolah menjelaskan bahwa Kiran istrinya...
✍️✍️✍️ nah loh regi.... giliran Kiran ada yang deketin aja kelabakan kan...