
" maaf sabuk pengaman nya pasang dulu do g Ra demi keselamatan " ucap regi sambil memasangkan sabuk pengaman di tubuh Rara meski gemuruh di dadanya begitu terasa.
" rumah mu masih di tempat yang sama kan Ra..? mulai melajukan mobilnya keluar area parkir menuju jalan raya
" ya mau pindah kemana lagi, memang kamu masih ingat jalan ke rumah ku " tanyanya sambil memandang regi yang tengah serius mengemudikan mobilnya ke arah rumah Rara yang masih jelas dia ingat arahnya.
" maaf Ra tapi apa suami mu tidak marah aku datang ke rumahmu meski yang aku temui adalah ibu mu, tapi aku takut suami mu salah paham dengan kehadiranku .."
" insyaallah tidak justru aku yang ingin minta maaf padamu karena mengganggu waktu mu.. sebenarnya aku sudah lama berpisah.." ucap Rara sambil melihat ke arah regi.
" oh.. maaf Ra aku sungguh tidak tau statusmu sekarang, kupikir kau masih istri Wili "
__ADS_1
Perjalanan dari kantor Rara ke rumah pun terasa begitu cepat hanya butuh waktu tiga puluh menit karena jalanan yang begitu lenggang.
Tok.. tok... tok..
" assalamualaikum bu lihat siapa yang datang bertamu ..." Rara berjalan setelah membuka pintu depan kini menuju kamar sang ibu yang tertidur dengan tubuh yang lemah.
" Ra... kau sudah pulang nak... siapa yang datang..?? ucap ibu sebelum melihat sosok pria yang dulu pernah ia tolak saat meminang putri satu satunya dan kini wajahnya pun berubah antara senang dan malu.
" Ra itu regi kan ??? memastikan sosok yang kini ada di hadapannya.
" assalamualaikum Bu... gimana kabarnya.. maaf baru kesini lagi.. oh ya Bu kata Rara ada yang mau ibu bicarakan pada saya.." itu Tah regi yang tak pandai basa basi, iya langsung bertanya pada tujuannya.
__ADS_1
" Alhamdulillah ibu sudah lebih baik... regi.. uhuk... uhuk... uhuk.. ibu mau minta maaf atas semua perkataan ibu saat dulu kamu melamar Rara.. sungguh dulu ibu pikir ibu tau apa yang terbaik buat Rara tapi nyatanya ibu malah menjerumuskan Rara kedalam sebuah nestapa... "
Begitu sesak hati ibu nya Rara saat menyampaikan penyesalan karena tidak mempercayai pilihan anaknya
" lelaki yang ibu pikir bisa membahagiakan Rara tetapi malah sebaliknya lelaki itu yang membuat luka di hati rara hingga kini padahal rara sudah berpisah lebih dari sepuluh tahun tapi iya terus menutup diri dari lelaki yang berusaha mendekatinya.entah apa yang iya cari selama ini... ibu berharap sebelum ibu menghadapnya Rara sudah memiliki orang yang bisa menjaganya.."
"hahhhhh .. hahhhh.... " nafas ibu yang berubah menjadi berat setelah mengutarakan beban berat yang selama ini iya pendam.
Regi pun hanya bisa diam mendengarkan dan mencerna Apa yang sesungguhnya ingin di sampai ibunya Rara .
Di balik pintu Rara mendengarkan dengan berderai air mata sambil menutup mulutnya agar suara Isak tangisnya tidak terdengar orang yang berada di dalam kamar.
__ADS_1
" regi boleh ibu minta sesuatu nak.. uhuk... uhuk... uhuk... " tarikan nafas yang mulai tersendat ibu Rara menatap penuh harap pada regi agar bisa mengabulkan keinginan terakhir dan terbesar nya berharap sang anak bisa bahagia sebelum iya tinggalkan.
" nak regi....."